Wujud sejati belas kasihan Kristus

Glasses on Open Bible ca. 2001Hari-hari ini bersama para sahabat sedang berbicara tentang kekuatiran dan pemeliharaan Tuhan. Pagi ini, waktu membaca Alkitab menemukan satu pengilhaman baru. Silakan buka Alkitab kita dan baca dalam Markus 6:30-44.

Lembaga Alkitab Indonesia memberi judul perikop ini sebagai “Yesus memberi makan lima ribu orang”. Tanpa mengurangi hormat saya kepada LAI, saya merasa bahwa judul ini sedikit memberikan distorsi makna kepada para pembaca Alkitab, khususnya yang tidak memperhatikan dan mencermati dengan sungguh-sungguh. Saya tahu tujuan LAI dan percetakan Alkitab di manapun untuk mengelompokkan ayat-ayat Alkitab dalam perikop-perikop dan memberi judul adalah untuk mempermudah para pembaca. Tetapi saya lebih suka memberi nasihat kepada kita untuk tidak terlalu bergantung kepada judul perikop Alkitab.

Contohnya pada perikop yang kita baca berjudul Yesus memberi makan lima ribu orang. Dengan judul ini, fokus kita dan seringnya para pengkhotbah dan pengajar menekankan kepada hal ini. Padahal ada hal yang bisa saja jauh lebih dalam, lebih bernas, dan lebih bermakna – kebenaran yang seperti harta terpendam.

Mari baca ayat 34,

Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. [1]

Kita melihat bagaimana hati Yesus digerakkan oleh belas kasihan, lalu apa yang Kristus kerjakan? Memberi mereka makan, mengadakan mujizat, mengadakan kesembuhan? TIDAK! Ayat ini jelas mengatakan yang pertama Kristus lakukan adalah mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Inilah wujud sejati belas kasihan Tuhan Yesus kepada umat-Nya. Kalau kita dalam penderitaan, dalam kesesakan dan kesusahan, lalu berdoa memohon belas kasihan Bapa, apa yang kita harapkan? Jalan keluar, mujizat, kelepasan? Yang pertama Dia berikan adalah kebenaran! Bapa akan mengubah paradigma kita, Dia memperbaharui akal budi kita, dengan pengajaran yang benar, supaya apa? Supaya kita menghadapi semua hal itu sama seperti hati Kristus, sama seperti kehendak-Nya, sama seperti paradigma-Nya. Belas kasihan Bapa yang mewujud dalam pengajaran kebenaran-Nya akan membuat kita memiliki frekuensi yang sama dengan frekuensi Bapa. Membuat kita mengerti benar dan menangkap bahasa Bapa[2].

Ini lho pemeliharaan Bapa yang benar. Ini lho wujud sejati belas kasihan Bapa. Bukan berkat jasmani, bukan mujizat, bukan pula kemudahan-kemudahan belaka. Mari hidup dalam belas kasih Kristus, artinya, mari hidup dalam pengajaran kebenaran-Nya.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Markus 6:34
  2. [2]Yohanes 8:43

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.