Gereja <> Bait Suci

      1 Comment on Gereja <> Bait Suci

Judul di atas bacanya: Gereja tidak sama dengan Bait Suci. Supaya tidak salah tangkap, yang saya maksud Bait Suci adalah Kemah Suci Musa, Tabernakel Daul, Bait Suci Salomo, hingga Bait Suci terakhir sebelum dihancurkan tentara Romawi.

Ada tren belakangan ini untuk membawa Gereja masuk ke dalam Bait Suci. Gereja disamakan dengan Bait Suci, kemudian apa yang pernah dikerjakan di Bait Suci, dicoba untuk digerakkan kembali dan dijalankan di dalam Gereja. Apakah salah? Bukan hak saya untuk menghakimi, tetapi yang ingin saya katakan adalah jika Gereja disamakan dengan Bait Suci, maka akan ada bahayanya.

Pertama, Bait Suci itu bangunan, sedangkan Gereja adalah … Tidak perlu saya ingatkan lagu Sekolah Minggu itu kan? Ingat bahwa Bait Suci disebut sebagai Rumah Allah dalam Perjanjian Lama. Jika kita menyamakan Gereja dengan Bait Suci, maka jangan salah kalau sering muncul istilah Rumah Tuhan untuk menunjuk Gereja. Jadinya adalah kita menyangkal 1 Korintus 6:19.

Lebih lagi, di Perjanjian Lama, TUHAN Allah bertahta di Bait Suci. Kalau TUHAN hanya bertahta di dalam Gereja – yang disamakan dengan Bait Suci – maka jangan disalahkan kalau orang Kristen makin saleh di dalam gereja, tetapi makin tidak karuan hidupnya di luar gereja.

Kedua, kalau Gereja disamakan dengan Bait Suci, maka akan ada jabatan-jabatan rohani. Gembala akan disamakan dengan imam, para aktivis akan disamakan dengan kaum Lewi, para pasivis akan disamakan dengan … tahu sendiri lah. Parahnya lagi, saya mendengar ada kasta baru dalam Gereja, yang disebut “separatis rohani” 🙂

Benar di Gereja juga ada gembala, pendeta, majelis, para diaken, pelayan mimbar, dll, tetapi itu bukan jabatan, itu adalah fungsi. Bahayanya jabatan rohani yang disamakan dengan Bait Suci adalah sama seperti imam dan kaum Lewi layak mendapatkan sesuatu, maka demikian juga dengan para aktivis. Sementara jemaat atau umat berkewajiban memberikan sesuatu untuk para aktivis. You know what I mean 🙁

Ketiga, Bait Suci adalah pusat dari semua kegiatan ibadah di masa Perjanjian Lama. Semua kehidupan rohani Israel terpusat di Bait Suci. Gereja bukanlah pusat kegiatan peribadahan umat Perjanjian Baru. Gereja hanyalah sebagian kecil dari pelayanan orang Kristen. Ibadah umat Perjanjian Baru tidak bisa dibatasi oleh dimensi ruang waktu yang disebut dengan gereja.

Keempat, perhatikan doa Salomo waktu meresmikan Bait Suci[1]. Isinya kira-kira demikian, “Arahkanlah wajah-Mu, perhatikanlah umat-Mu, jawablah umat-Mu, selamatkanlah umat-Mu, jika umat-Mu berdoa di tempat ini, jika umat-Mu memanjatkan doa di tempat ini, jika umat-Mu berdoa dengan mengarahkan wajah mereka ke tempat ini”.

Paham kan yang saya maksudkan? Jika Gereja disamakan dengan Bait Suci, maka doa yang dijawab hanya yang dipanjatkan di dalam gereja. Kita akan berdoa dengan “kiblat” gereja kita masing-masing, dan bukannya kepada Kristus Yesus.

Wow, tunggu … saya tidak menyalahkan berdoa di gereja. Banyak orang mengutip pernyataan Tuhan Yesus ini, “Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa[2], mbok ya dibaca dulu Alkitabnya, Tuhan Yesus tidak menunjuk Gereja lho itu. Kalau kita berdoa di Gereja karena punya paradigma bahwa di Gereja doa kita lebih didengar oleh-Nya dan segera dijawab, yah … masih kanak-kanak kita ini.

Apakah ada bahaya lainnya? Saya rasa masih ada … silakan saja tambahkan sendiri ya.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]2 Tawarikh 6
  2. [2]Markus 11:17

1 thought on “Gereja <> Bait Suci

  1. Pingback: Menggugat omong kosong gereja sebagai Bait Allah | Martianus' Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.