Benalu: menempel tetapi tidak berbuah

Kalau sedang musim Durian, seorang sahabat kami yang tinggal di daerah Matesih, Karanganyar selalu telepon apakah kami mau pesta durian. Matesih itu wilayah penghasil durian di dekat Tawangmangu. Biasanya kami langsung ke rumah sahabat ini, dan dibawanya kami ke perkebunan durian. Salah seorang saudaranya kebetulan punya kebun durian yang luas.

Setibanya di sana, sudah ada banyak durian yang disediakan bagi kami, diambilkan dari pohon yang terbaik. Pemilik kebun durian ini biasanya mengelompokkan durian-durian. Dan pertanyaan para pembeli yang datang ke sana umumnya sama, “dari pohon yang mana kelompok durian ini?”. Yup, pohon-pohon yang baik selalu menghasilkan buah-buah yang berkualitas, sementara durian kualitas sedang, selalu datang dari pohon-pohon dengan kualitas yang tidak begitu bagus juga.

Maka benarlah waktu Alkitab mengatakan, “… setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.” [1]

Saya diingatkan catatan kitab Yohanes tentang berbuah ini:

“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” [2]

Perhatikanlah bahwa rupanya memang ada ranting yang tidak berbuah. Memang ranting ini melekat kepada pokok anggur, tetapi tidak juga berbuah. Apa bedanya ranting macam ini dengan benalu? Jangan-jangan kita ini adalah orang Kristen tipe benalu. Orang Kristen yang egois, mau mendapat semua “nutrisi” dari Yesus Kristus, tetapi tidak mau menghasilkan buah. Kalau dalam bahasa sains — mohon maaf ini pernyataan yang kasar — orang Kristen “parasit”.

Kalau Pokok Anggur meminta ranting-rantingnya untuk berbuah, apa sih untungnya bagi Pokok Anggur? Pokok Anggur tidak mendapatkan apa-apa. Kalau hidup kita berbuah banyak, maka hidup kitalah yang diuntungkannya. Kristus tidak punya keinginan tersembunyi untuk memanfaatkan ranting-ranting yang berbuah. Satu-satunya kerinduan Kristus agar kita berbuah adalah supaya Bapa-Nya dipermuliakan, hanya itu. Tidakkah ini menjadi kerinduan kita juga?

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Matius 7:17-18
  2. [2]Yohanes 15:1-8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.