Nepios

      No Comments on Nepios

Pasti pernah mendengar pernyataan, “menjadi tua itu alami, menjadi dewasa itu pilihan”. Dalam kekristenan Alkitab jelas menunjukkan bahwa kita harus bertumbuh menjadi dewasa. Meskipun kedewasaan rohani tidak selalu berbanding lurus dengan usia kita, Alkitab menyiratkan bahwa seharusnya dengan bertambahnya usia kita, maka bertambah pula kedewasaan kita.

Bagaimana kedewasaan yang dimaksudkan di dalam Alkitab. Saya akan menjelaskan dari sudut pandang kontradiksinya. Ketika menuntut kedewasaan, Alkitab seringkali melawankannya dengan anak-anak.

Di dalam Perjanjian Baru, ada beberapa kata yang digunakan untuk menunjuk anak.

  • Kata “teknon” dipakai untuk menunjuk anak-anak, tanpa memandang jenis kelaminnya.
  • Kata “huios” dipakai untuk merujuk kepada anak laki-laki.
  • Kata “tugather” dipakai untuk menunjuk anak perempuan.
  • Kata “nothos” sering dipakai untuk menggantikan posisi anak haram atau anak gampang.

Nah, sementara saat menunjuk anak-anak sebagai lawan dari kedewasaan, digunakan kata “nepios”, yang berarti “tidak dewasa, kekanak-kanakan, dangkal”. Kata nepios ini tidak mengacu kepada anak-anak dari segi usia, tetapi dari sisi mental. Nepios adalah orang-orang yang memilih untuk tidak menjadi dewasa. Untuk memperjelasnya, Alkitab juga menggunakan satu kata yang lain sebagai lawan dari nepios, yaitu “paidion”. Kata paidion ini menunjuk kepada anak-anak usia belajar, yang siap untuk belajar dan diajar.

Dulu saya berpikir, asal ada nutrisi yang baik, lingkungan yang sehat, maka setiap anak pasti akan otomatis bertumbuh dewasa. Rupanya Alkitab tidak menyatakan demikian. Ada orang yang memilih menjadi paidion, tetapi ada juga yang memilih untuk menjadi nepios.

Bagaimana seorang nepios itu ditunjukkan dalam rangkaian ayat 1 Korintus 3:1-4; Ibrani 5:11-14; Efesus 4:14-15.

Dari 1 Korintus 3:1-4, rasul Paulus menyamakan orang Kristen yang tidak dewasa itu dengan “manusia duniawi”. Bagi Paulus, manusia rohani adalah mereka yang dewasa di dalam Kristus, yang dapat menerima makanan keras. Sementara mereka yang tidak dewasa di dalam Kristus dicirikan dengan iri hati dan perselisihan. Bukannya mencari kebenaran yang sejati, manusia duniawi ini lebih senang mempertengkarkan siapa “pendetanya”, siapa yang lebih baik.

Di Efesus 4:14-15 kita jelas melihat bahwa nepios tidak berpegang teguh kepada kebenaran, dan mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran.

Sementara Ibrani 5:11-14, menyimpulkan sekali lagi bahwa nepios belum siap dengan makanan keras, akibatnya tidak mengenali kebenaran, dan implikasinya adalah tidak terlatih membedakan yang baik dari yang jahat.

Maka, berhentilah menjadi nepios, bertumbuhlah menjadi paidion, dewasa di dalam Kristus.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.