Berikanlah kepadaku pegunungan!

Wow, apa ini? Sebuah doa, iman, atau perintah. Ini adalah kalimat yang layak diucapkan oleh orang yang layak mengucapkannya. Mari baca sejenak dalam Yosua 14:6–14!

(6) Bani Yehuda datang menghadap Yosua di Gilgal. Pada waktu itu berkatalah Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, kepadanya: “Engkau tahu firman yang diucapkan TUHAN kepada Musa, abdi Allah itu, tentang aku dan tentang engkau di Kadesh-Barnea. (7) Aku berumur empat puluh tahun, ketika aku disuruh Musa, hamba TUHAN itu, dari Kadesh-Barnea untuk mengintai negeri ini; dan aku pulang membawa kabar kepadanya yang sejujur-jujurnya. (8) Sedang saudara-saudaraku, yang bersama-sama pergi ke sana dengan aku, membuat tawar hati bangsa itu, aku tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati. (9) Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati. (10) Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; (11) pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk. (12) Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN.” (13) Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya. (14) Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati.

Kalimat in diucapkan oleh Kaleb, orang yang saya sebut layak mengucapkan kalimat ini. Dalam Bilangan 14:24, TUHAN sendiri memuji Kaleb sebagai orang yang “lain jiwanya”. Mengapa demikian?

  • Kaleb adalah orang yang menyampaikan sesuatu dengan sejujur-jujurnya, di saat yang lain membawa berita yang menawarkan hati.
  • Kaleb adalah orang mengikut TUHAN, Allah, dengan sepenuh hati.

Karena inilah, Kaleb layak mengatakan, “berikanlah kepadaku pegunungan”. Meskipun demikian, Yosua mengabulkan hal ini tetapi memberikan Hebron kepadanya. Hebron adalaha daerah lembah. Kaleb meminta pegunungan, Yosua memberikan Hebron. Apakah Kaleb protes? TIDAK! Kaleb tahu pelajaran rohani penting dalam hidup, bahwa untuk ke atas dia harus menuju ke bawah.

Prinsip penting lainnya adalah meskipun Hebron sudah diberikan, Kaleb masih harus berperang dan berjuang untuk mengusir bangsa Enak dengan kota-kotanya  yang besar dan berkubu. Berkat ilahi jelas adalah anugerah yang perlu diperjuangkan. Kekristenan bukanlah kehidupan yang pasif menerima, Kekristenan adalah perjuangan.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.