Filipus: jangan meremehkan sebuah perjumpaan (bagian 2)

Dibandingkan para rasul yang lain, jiwa misi dari rasul Filipus lebih terlihat. Dimulai dari pertemuan pertamanya dengan Tuhan Yesus, kemudian dia memperkenalkan Natanael kepada-Nya.

Setelah kelahiran gereja dan dimulainya penganiayaan gereja di Yerusalem, perjalanan misi Filipuslah yang pertama dicatat oleh Alkitab (Kisah Para Rasul 8:5-14). Ya, tidak diragukan lagi bahwa karunia kerasulan, membuka pintu bagi masuknya gereja, dimiliki oleh rasul Filipus.

Sekarang, mari kita baca Kisah Para Rasul 8:26-39!

26) Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: “Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.” Jalan itu jalan yang sunyi. (27) Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah. (28) Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya. (29) Lalu kata Roh kepada Filipus: “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!” (30) Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: “Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?” (31) Jawabnya: “Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?” Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya. (32) Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya. (33) Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal-usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi. (34) Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: “Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?” (35) Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. (36) Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?” (37) (Sahut Filipus: “Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya: “Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.”) (38) Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. (39) Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.

Alkitab tidak menjelaskan berapa lama perbincangan antara Filipus dengan sida-sida Etiopia itu, tetapi jelas bahwa pertemuan itu pada akhirnya membawa satu jiwa datang kepada Kristus. Dan menurut tradisi, sida-sida Etiopia ini setelah kembali ke negaranya, memberitakan Injil dan mengawali berdirinya gereja di tanah Etiopia.

Seringkali sebenarnya Roh Kudus membawa kita kepada perjumpaan dengan seseorang dengan suatu maksud ilahi. Jangan pernah meremehkan arti suatu perjumpaan, pergunakanlah setiap kesempatan bersua dengan orang untuk menyampaikan kebenaran Firman Tuhan.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.