Bartolomeus (Natanael): si tanpa kepalsuan

Nama rasul Bartolomeus hanya muncul empat kali di dalam Alkitab, bersama-sama dengan para rasul yang lain. Alkitab tidak mencatat satu pun kisah yang memunculkan diri Bartolomeus. Tetapi para ahli Alkitab sepakat bahwa Bartolomeus juga mempunyai nama yang lain, yaitu Natanael.

Rasul yang satu ini dijuluki oleh Tuhan Yesus sendiri sebagai “orang Israel sejati yang tanpa kepalsuan”. Mari kita baca sebentar di dalam Yohanes 1:45-51.

(45) Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” (46) Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (47) Kata Filipus kepadanya: “Mari dan lihatlah!” Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” (48) Kata Natanael kepada-Nya: “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya: “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.” (49) Kata Natanael kepada-Nya: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” (50) Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu.” (51) Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”

Saat Tuhan Yesus berkata bahwa Natanael adalah orang Israel sejati (Yunani= alethos), secara harafiah berarti “sungguh-sungguh, benar-benar”. Dari sini kita bisa menarik prinsip ilahi bahwa yang diinginkan Tuhan Yesus adalah kita sebagai orang-orang Kristen harus hidup tanpa kepalsuan (Yunani= dolos), artinya jujur, tanpa tipu muslihat, tanpa akal bulus.

Kekristenan yang tanpa kepalsuan itu berarti kekristenan kita tidak punya agenda lain selian daripada mempermuliakan Tuhan. Kegiatan-kegiatan rohani yang kita lakukan hanya untuk mempermuliakan Dia. Jika kita beribadah di gereja, setia, atau melakukan aktivitas-aktivitas rohani dengan tujuan mendapatkan berkat dan perlindungan-Nya, itu masih kekristenan yang palsu, bukan Kristen sejati.

Orang Kristen yang sejati, hidup tanpa kepalsuan dijanjikan Tuhan Yesus akan melihat hal-hal yang besar. Ini bukan hal-hal atau berkat-berkat duniawi yang besar, melainkan melihat kemuliaan surga yang sudah dipersiapkan-Nya bagi kita yang hidup tanpa kepalsuan.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.