Persekutuan yang sehat butuh kejujuran

Damai sejahtera bagi kita semua. Saya berdoa, kiranya kuasa Roh Kudus menghangatkan kasih persekutuan kita dengan saudara-saudara seiman di dalam Tubuh Kristus. Saya menyadur posting ini dari tulisan Pastor Rick Warren dalam bukunya, The Purpose Driven Life halaman 164-165.

Kita harus cukup peduli untuk dengan penuh kasih membicarakan kebenaran, meskipun kita lebih suka mengembangkan suatu masalah atau mengabaikan suatu persoalan. Walaupun jauh lebih mudah bagi kita untuk tetap diam, sikap kita ini bukan perbuatan yang penuh kasih.

Seringkali kita tahu apa yang perlu dikatakan kepada seseorang, tetapi rasat takut kita menghalangi kita untuk mengatakan apapun. Banyak persekutuan disabotase oleh rasa takut; tidak seorangpun berani berbicara terus terang di dalam gereja pada waktu persekutuan diambang kehancuran.

Alkitab memerintahkan kita untuk, “… menyatakan hal-hal yang benar dengan hati penuh kasih …” (Efesus 4:15 – BIS). Kadang hal ini berarti cukup peduli untuk dengan penuh kasih berbicara dengan seseorang jika yang dipertaruhkan adalah persekutuan yang sehat.

Banyak persekutuan gereja dan kelompok kecil tetap dangkal karena mereka takut akan konflik. Apabila muncul masalah yang bisa menyebabkan ketegangan atau ketidaknyamanan, dengan segera masalah tersebut disembunyikan untuk memelihara rasa damai sejahtera yang palsu. Tuan “Jangan mengganggu keadaan” melompat masuk dan berusaha menghilangkan rasa terganggu semua orang, masalahnya tidak pernah diselesaikan, dan semua orang hidup dengan rasa frustasi yang tersembunyi.

Semua orang mengetahui tentang masalah tersebut, tetapi tidak seorang pun membicarakannya secara terbuka. Ini menimbulkan atmosfer persekutuan penuh rahasia yang tidak sehat, di mana gosip berkembang dengan cepat.

Kejujuran dan keterusterangan bukan berarti kita bebas mengatakan apapun yang kita inginkan, di mana saja dan kapan saja kita mau. Keterusterangan bukan kekasaran. Alkitab mengajar kita bahwa ada waktu yang tepat dan cara yang tepat untuk melakukan segala sesuatu. Kata-kata yang tidak dipikirkan meninggalkan luka yang abadi.

Sayangnya, ribuan persekutuan telah hancur karena kurangnya kejujuran. Paulus harus menegur jemaat Korintus karena sikap diam mereka yang pasif waktu membiarkan ketidakbenaran berkembang di dalam persekutuan mereka.

Pilihannya adalah jujur dengan penuh kasih mengatakan apa adanya, atau tetap berdiam diri dalam frustasi seakan-akan tidak terjadi apapun dan semuanya baik baik saja. Sekali lagi, memang persekutuan yang sehat butuh diperjuangkan.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.