Lahir baru tanpa menjadi ciptaan baru

Damai sejahtera dalam Tuhan Yesus Kristus bagi kita semua. Kiranya Roh Kudus yang dicurahkan atas hidup kita memampukan kita untuk terus hidup di dalam kebenaran ilahi hingga kita semua mencapai kesempurnaan seperti Yesus.

Hal kelahiran baru muncul dalam perbincangan antara Tuhan Yesus dengan Nikodemus yang adalah seorang pemuka agama Yahudi. Di dalam Yohanes 3:3, Tuhan Yesus mengatakan demikian, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Kemudian Tuhan Yesus melanjutkan demikian, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.” (Yohanes 3:5-6)

Dari sinilah kemudian orang Kristen memahami pentingnya kelahiran kembali atau yang disebut sebagai “lahir baru”. Ketika orang Kristen ditanya tentang kapan dia lahir baru, maka jawabannya bisa bermacam-macam. Ada yang menjawab tanggal waktu dia dibabtis, tanggal waktu dia pertama kali bertobat, atau bisa juga tanggal waktu dia pertama kali menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi.

Tetapi, sesungguhnya kapan waktu yang paling tepat dikatakan sebagai waktu lahir baru? Yohanes 3:6 memberikan kepada kita petunjuknya. Lahir baru adalah saat di mana kita memutuskan dengan sadar dan sepenuh hati untuk meninggalkan daging dan hidup di dalam Roh bersama dengan Tuhan Yesus Kristus.

Namun, lahir baru hanyalah permulaan saja. Banyak orang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat di satu waktu, tetapi kemudian setelah itu hidupnya masih berpusat pada dunia dan kedagingan. Inilah yang saya sebut sebagai lahir baru tanpa hidup baru. Atau bisa juga disebut lahir baru yang tidak melahirkan ciptaan baru.

Di dalam 2 Korintus 5:17 tertulis demikian, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”. Kita tidak bisa menyebut diri sebagai ciptaan baru hanya karena kita telah lahir baru. Ciptaan baru yang sejati adalah seseorang yang ada di dalam Kristus! Bisa saja kita lahir baru, tetapi jika kita tidak hidup di dalam Kristus, malahan terus menerus hidup dalam dunia dan kedagingan, maka sesungguhnya kita bukanlah ciptaan baru.

2 Korintus 5:15 menunjukkan dengan tegas siapa sesungguhnya yang dapat dikategorikan sebagai ciptaan baru, “Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka”. Ya, menjadi ciptaan baru artinya kita hidup bukan untuk diri kita sendiri, tetapi hidup untuk Kristus.

Di dalam Alkitab, khususnya Perjanjian Baru, kata “baru” bisa dirujuk pada dua kata, yaitu “neos” dan “kainos“. Kata “neos” itu berarti baru dalam hal usia; muda, tidak usang. Sementara kata “baru” dalam “ciptaan baru” menggunakan kata “kainos” yang berarti baru dalam hal kualitas. Apakah hidup kita sudah menunjukkan “kainos” itu, hidup yang kualitasnya di dalam Roh diperbaharui setiap waktu, itulah makna sejati menjadi manusia baru.

“Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?” (Roma 6:1-2)

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

1 thought on “Lahir baru tanpa menjadi ciptaan baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.