Berulangnya kisah anak lembu emas

Baca: Keluaran 32:1-25

Mencermati fenomena keagamaan di Indonesia akhir-akhir ini, khususnya penipuan dan manipulasi atas nama agama, mengingatkan saya akan fenomena ribuan tahun silam. Beberapa waktu lalu kita kita dikagetkan dengan berita tentang kasus penculikan beberapa mahasiswa yang diduga dilakukan oleh kelompok tertentu, yang kemudian membuka luka lama bangsa ini. Banyak orang tertipu dengan menyetorkan uang dalam jumlah besar dengan alasan agama.

Tidak perlu melihat kepada agama yang lain, kekristenan pun pernah terjebak dalam pengalaman yang sama. Ingat pada masa sebelum reformasi kekristenan yang digerakkan oleh Marthin Luther, gereja mengatakan bahwa dosa-dosa bisa diampuni jika orang Kristen mau membayar sejumlah uang praktek jual/beli Surat Indulgensia. Maka orang berlomba-lomba “mempersembahkan” semakin banyak kekayaan supaya dosa diampuni. Rupanya masih banyak orang yang berpikir bahwa TUHAN bisa dibeli dengan uang, bahwa kasih karunia dan anugerah-Nya bisa ditarik dengan kekayaan kita.

Peristiwa yang sama sudah terjadi ribuan tahun silam di kaki gunung Sinai (Keluaran 32:1-5). Ketika bangsa Israel terjatuh dalam penyembahan berhala Anak Lembu Emas. Latar belakang kisahnya adalah Musa yang dipanggil ke atas gunung untuk menerima Titah Allah, tidak turun setelah 40 hari 40 malam. Kemudian orang Israel tergoda untuk membuat “wujud” Allah mereka.

Yang unik adalah, Harun, sebagai pemimpin bangsa ini, mengatakan kepada mereka untuk mengumpulkan anting-anting emas, yang pada akhirnya dibuat patung Anak Lembu Emas itu. Lihat kesamaannya, bagaimana bangsa Israel menyerahkan “kekayaannya” untuk kemudian disembah sebagai ilah, allah yang palsu.

Saya berharap, gereja tidak pernah lagi terjebak dalam kondisi seperti ini. Ketika uang dan harta dipakai untuk “membangun” sebuah ilah dan “menggantikan” posisi Allah yang sejati. Uang dan harta diberikan TUHAN kepada kita untuk mempermuliakan Nama-Nya, bukan untuk menggantikan posisi-Nya dalam hidup kita.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

4 thoughts on “Berulangnya kisah anak lembu emas

  1. Jeni

    its a great teaching sir, for d reality of Christianity nowadays… keep on fire in sharing d gospel, sir, God be with u

    Reply
  2. ROMEO

    Yang mustahil, orang yang berpegang teguh pada Taurat seperti nabi Harun as, dalam Alkitab difitnah membuat patung anak lembu emas untuk dijadikan sesembahan bani Israel. Masya Allah, terkutuklah hai orang-orang yang mempercayai cerita fitnah tersebut!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.