God’s present is not God’s presence

Baca: Keluaran 33:1-17

Apakah yang sedang Anda kejar dalam hidup Anda? God’s present ataukah God’s presence? Anda lebih senang mengejar berkat-berkat-Nya ataukah hadirat Allah itu sendiri? Perhatikan zaman ini, banyak orang percaya lebih senang dengan berkat Tuhan tetapi melupakan kehadiran Sang Pemberi berkat itu.

Dalam satu masa perjalanan bangsa Israel di padang gurun, mereka mengalami bahwa mereka mendapatkan berkat Tuhan tetapi hampir saja kehilangan hadirat Tuhan. Sebelum kejadian itu, dalam Keluaran 32 kita membaca bagaimana orang Israel membuat murka Allah karena mereka membuat dan menyembah patung anak lembu emas.

Maka di bacaan kita di atas, kita menemukan bagaimana pernyataan murka Allah. TUHAN mengatakan bahwa berkat untuk Israel yaitu Tanah Perjanjian itu tidak akan dicabut-Nya, Allah menjamin dengan pasti bahwa mereka akan masuk dan menikmati Tanah Perjanjian itu, hanya saja TUHAN Allah tidak berkenan lagi berjalan bersama dengan mereka.

Jika kita mendapat pilihan ini, misal kemakmuran dan kekayaan sampai tujuh turunan, tetapi tanpa penyertaan TUHAN, apakah kita akan menerimanya? Sesungguhnya inilah pilihan yang dihadapi oleh Israel. Salah satu tujuan Israel keluar dari Mesir adalah karena ada berkat besar menanti mereka. Tanah Perjanjian yang berlimpah susu dan madunya. Tetapi sekarang, mereka mendengar sendiri bahwa meskipun Tanah Perjanjian itu akan mereka masuki, tetapi TUHAN tidak akan lagi berada di tengah-tengah mereka.

Bagi Musa, sahabat Allah itu, hal ini adalah ancaman besar. Bagi Musa apalah artinya Tanah Perjanjian jika TUHAN tidak berjalan bersama dengan mereka, jika kehadiran Allah tidak lagi ada di tengah-tengah bangsa itu. Ayat 14 menyatakan “Aku sendiri hendak membimbing engkau …“, dalam versi King James, dituliskan “My presence shall go with you …“. Bagi Musa, penyertaan dan kehadiran Allah jauh lebih penting daripada berkat-Nya.

Bahkan dalam ayat 16, kita bisa menangkap satu kebenaran sederhana. Yaitu, yang membedakan satu orang Kristen dengan orang Kristen lainnya bukanlah seberapa besar dan seberapa banyak berkat yang hadir dalam hidup mereka, tetapi apakah Allah hadir atau tidak di dalam hidup mereka.

Bagaimana dengan kita? Berhentilah mengejar berkat-berkat-Nya, sekarang kejarlah kehadiran-Nys.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.