Dewasa dalam Roh

      No Comments on Dewasa dalam Roh

Gereja-gereja di muka bumi harus bersikap jujur bahwa munculnya berbagai denominasi dan induk organisasi gereja adalah bukti masih adanya “perbedaan” pandangan tentang dasar-dasar doktrin Alkitab. Salah satunya adalah berkaitan dengan Roh Kudus.

Hakikat Roh Kudus yang adalah Allah tidak disanggah oleh satu gereja pun, tetapi berkenaan dengan baptisan Roh, urapan Roh Kudus, karunia-karunia Roh, bahasa Roh, masih terjadi perbedaan pandangan dan tafsiran. Ada yang mengatakan bahwa buah Roh lebih penting daripada karunia Roh. Ada juga yang berpandangan bahwa baptisan Roh lebih penting daripada buah Roh. Dan masih banyak tafsiran yang lain.

Mari kembali kepada Alkitab untuk melihat hal ini. Mari melepaskan diri dari doktrin-doktrin, membebaskan diri dari tembok organisasi gereja, dan kembali kepada Alkitab. Saya secara pribadi melepaskan diri saya dari pandangan ke-pentakosta-an saya, dan secara jujur dan terbuka untuk menyelidiki firman Tuhan berkenaan dengan hal ini. Dan inilah yang saya temukan.

Yohanes 16:7 menuliskan demikian, “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu”. Saya ingin mengingatkan bahwa Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan pernyataan, “… adalah lebih berguna bagi kamu”. Bagi saya, Tuhan Yesus sedang menegaskan pentingnya Roh Kudus di dalam hidup setiap orang percaya.

Alkitab menunjukkan dengan tegas apa saja karya Roh Kudus di dalam diri setiap orang percaya, dan di dalam Gereja secara umum. Kita tidak boleh mementingkan satu karya Roh Kudus lebih dari yang lain. Jika kita menginginkan kehidupan yang dewasa di dalam Roh, maka kita juga harus siap mengalami semua karya Roh Kudus berikut ini.

Pertama, orang percaya mengalami pertobatan.

Hal ini dituliskan dengan jelas di dalam Yohanes 16:8-11. Sementara rasul Paulus juga menuliskan hal yang sama, … kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” (Roma 8:15). Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus yang menyelamatkan kita, tetapi Roh Kudus yang berkarya di hati kita yang membuat kita mengakui karya Yesus itu. Pertobatan yang dikerjakan oleh Roh Kudus di hidup orang percaya menjadikan kita sebagai ciptaan baru (2 Korintus 5:17), memiliki status baru sebagai anak-anak Allah (Yohanes 1:12), dan mendapatkan kehidupan yang kekal (Yohanes 3:16)

Kedua, orang percaya mengalami baptisan Roh.

Kebenaran ini bisa kita baca dalam Kisah Para rasul 2:1-4. Jangan pernah berkata itu hanya terjadi di waktu tersebut. Alkitab menuliskan banyak kisah baptisan Roh Kudus, bahkan juga di Perjanjian Lama. Alkitab menunjukkan bahwa baptisan Roh Kudus mengubah seseorang menjadi “manusia lain” (1 Samuel 10:6; Kisah Para Rasul 4). Karunia-karunia Roh yang disebutkan dalam Roma 12:6-8; 1 Korintus 12:8-10; Efesus 4:11 juga merupakan karya Roh Kudus melalui baptisan Roh. Karunia-karunia Roh tidak akan lahir di dalam gereja jika tidak diawali dengan baptisan Roh.

Ketiga, orang percaya hidup oleh Roh.

Saya sudah lelah melihat banyak orang Kristen berhenti pada baptisan Roh dan hanya mempertontonkan karunia-karunia Roh, tetapi tidak hidup oleh Roh. “… hiduplah oleh Roh!” (Galatia 5:16), bukankah ini sebuah pernyataan Alkitab yang tegas? Setiap orang percaya harus menunjukkan karakter-karakter ilahi yang dituliskan kitab Galatia sebagai buah Roh (Galatia 5:22-23). Banyak tokoh Alkitab tidak sampai pada standar ini, Saul dan Simson adalah contohnya. Kurang urapan Roh macam apa lagi mereka, kurang karunia Roh apa lagi mereka, tetapi karakter ilahi – buah Roh – sama sekali tidak dihidupi. Saya melihat banyak orang berbahasa Roh, mempraktikkan karunia-karunia Roh, tetapi karakter-karakter ilahinya nol besar.

Keempat, orang percaya dipimpin oleh Roh

Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh” (Galatia 5:22). Di sinilah orang percaya di dalam Roh mencapai kedewasaan penuh dan kesempurnaan serupa dengan Yesus (Efesus 4:13-16). Orang yang dipimpin oleh Roh hidup dalam ketundukan dan ketaatan kepada Allah bukan sebagai kewajiban, melainkan sebagai sebuah “kegemaran” dan gaya hidup (Galatia 5:18). Saat saya dan Anda dipimpin oleh Roh, tidak ada beban untuk tunduk dan taat kepada Firman Tuhan.

Kalau saya dan Anda mau dewasa dalam Roh, kita harus mengalami keempat hal di atas. Tidak ada satu pun yang lebih penting. Kecuali, memang Anda berpikir bahwa sudah cukup apa yang Anda alami di dalam Roh hingga sekarang ini.

Saya lelah hanya menikmati urapan Roh Kudus, saya masih mengharapkan lebih dari Roh Kudus. Saya harus dewasa di dalam Roh, menjadi serupa seperti Tuhan Yesus.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.