Belajar Alkitab bersama dokter Lukas (1)

Glasses on Open Bible ca. 2001Alkitab selalu memberikan kejutan-kejutan baru untuk saya. Bisa jadi bagian itu sudah berulang kali saya baca, tetapi seringkali memunculkan ilham-ilham baru. Contohnya yang ini adalah apa yang dilakukan oleh si tabib Lukas dalam membuat tulisannya untuk Teofilus. Saya tidak akan membahas secara dalam hubungan Lukas dengan Teofilus, tetapi apa yang dikerjakannya seharusnya menjadi prinsip penting yang harus diterapkan oleh pengkhotbah, pendeta, guru, maupun pengajar Alkitab.

Pembukaan kitab Lukas menuliskan kalimat-kalimat berikut:

Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.[1]

Pada tulisan berikutnya akan saya bahas masing-masing prinsipnya, kali ini saya akan menunjukkan bagaimana kita belajar Alkitab bersama dengan si dokter ini. Ada tiga prinsip penting dalam belajar dan mengajarkan Alkitab. Ketika Lukas menyusun tulisannya, dia (1) menyelidiki dengan seksama, (2) membukukan dengan teratur, (3) dengan tujuan supaya pembaca – dalam hal ini Teofilus – mengetahui bahwa yang diajarkan sungguh benar.

Seharusnya semua pengkhotbah dan pengajar Alkitab sungguh-sungguh memahami hal ini. Bukankah Alkitab sudah benar dan tidak perlu dipastikan kebenarannya? Ya, saya yakin bahwa Alkitab benar. Masalahnya adalah kami-kami ini – para pengajar dan pengkhotbah – yang seringkali membelokkan kebenaran itu. Maka saya mendorong, yang pertama-tama kepada rekan-rekan hamba-hamba Tuhan, supaya kita menjaga kemurnian kebenaran Injil, mari kita belajar dari Lukas ini. Ayo selidiki dengan seksama, mari bukukan – paling tidak menuliskan – dengan teratur apa yang kita ajarkan dan khotbahkan.

Menarik membaca beberapa terjemahan Alkitab tentang prinsip-prinsip ini.

… having traced out all things accurately … to write in order … that you may know the certainty concerning the words which you were taught.[2]

… after careful investigation of the facts … to write … a connected account … that you may fully know the truth of the things which you have been taught … [3]

… carefully studied all these matters … to write an orderly account … that you will know the full truth about everything which you have been taught.[4]

… dengan teliti menyelidiki semuanya … menulis sebuah laporan yang teratur … bahwa apa yang telah diajarkan … memang benar.[5]

… made a careful study of everything and then … write … to let you know the truth about what you have heard.[6]

… investigated all the reports in close detail … to write it out … know beyond the shadow of a doubt the reliability of what you were taught.[7]

… carefully investigated everything … to write a careful account … can be certain of the truth of everything you were taught.[8]

Di tulisan berikutnya, akan saya bahas masing-masing prinsip di atas. Ayo belajar Firman dengan lebih sungguh.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Lukas 1:1-4
  2. [2]LITV
  3. [3]Weymouth New Testament
  4. [4]Good News Bible
  5. [5]Bahasa Indonesia Sehari-hari
  6. [6]Contemporary English Version
  7. [7]The Messages
  8. [8]New Living Testament

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.