Mengapa saya berdoa untuk Gereja teraniaya? (bagian 3)

OWT

Kalau ada satu karakter khas yang langsung bisa saya tangkap dari Gereja teraniaya adalah bagaimana pandangan mereka tentang pahlawan-pahlawan iman. Mereka masih ingat siapa yang pertama kali memperkenalkan mereka kepada Tuhan Yesus, mereka masih ingat siapa yang membaptis mereka, mereka ingat siapa yang pertama kali mengajarkan kebenaran kepada mereka. Itulah para pahlawan iman bagi mereka. Mereka mengingat dan sangat menghargai jasa pahlawan-pahlawan iman di masa lalu mereka.

Ya, Gereja teraniaya mengajarkan kepada saya untuk menghargai para pahlawan iman di dalam hidup saya.

Bahkan kebanyakan di antara Gereja teraniaya ini sangat menghargai siapa saja yang berdoa bagi mereka, yang berkorban untuk memberikan mereka Alkitab. Saya tercengang waktu membaca tulisan mereka, “Terima kasih untuk uang yang Anda berikan supaya kami bisa memiliki Alkitab yang kami pegang ini, terima kasih menjadi pahlawan iman kami. Kami berdoa Anda juga mengingat para pahlawan iman Anda.”

Hah … mana pernah saya mengingat mereka ini. Akhirnya selama sepekan ini, saya “mencari jejak” para pahlawan iman di dalam hidup saya. Saya memulai dari para penerjemah Alkitab ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Saya menemukan kisah-kisah perjuangan mereka, hingga bagaimana saya bisa membaca Alkitab dalam bahasa yang saya pahami.

Kemudian saya mengikuti kisah perjalanan hidup para perintis gereja di masa sekarang saya beribadah. Harus menarik garis jauh sampai masa perjuangan kemerdekaan bahkan hingga menuju ke Belanda di sana.

Saya lanjutkan dengan berusaha mengingat siapa guru-guru Sekolah Minggu, guru-guru pendidikan agama Kristen, hingga pendeta-pendeta yang telah memberikan hidupnya kepada saya. Ini yang susah karena saya paling sukar mengingat nama orang. Beberapa sudah lebih dulu berpulang, beberapa masih sehat dan melayani, sayangnya saya juga menemukan mereka yang memilih meninggalkan iman mereka.

Saya bawa nama-nama ini di depan Tuhan, mengucap syukur atas apa yang mereka kerjakan dalam hidup saya. Berdoa untuk setiap pelayanan yang masih mereka kerjakan hingga hari ini. Sekarang saya belajar menghargai para pahlawan iman saya ini.

Salah satu hal yang sukar ditemui di antara Gereja teraniaya adalah Alkitab, karena itu mereka begitu menghargai Firman Tuhan yang tertulis ini. Hal ini membuat saya sadar bahwa keputusan saya untuk bergabung dalam mengembangkan salah satu aplikasi Alkitab untuk smartphone akan memiliki pengaruh yang besar. Dengan jumlah unduhan dan pemasangan di lebih dari 500 ribu handheld, kami memang tidak tahu berapa banyak yang menjangkau Gereja teraniaya. Tetapi sekalipun hanya satu, saya tetap mengucap syukur untuk hak istimewa melayani secara global.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.