Kecanduan mujizat

      1 Comment on Kecanduan mujizat

[en]The history of Israel is history of miracles. Their people growing up with their ear hear a lot of miracles story. When they got their freedom from enslavement in Egypt, they experienced miracles after miracles.

Today I want to warn each of us about the danger of miracles. How can miracles get bad effect? Let’s read the history of Israel in the bible. What I see is Israel is addicted to miracles. Yes, miracles have addiction effect.

When they murmur, they received miracle. This pattern become paradigm in their head. Each time they faced bad times, each time they faced pain and suffering, they thought all they need to do was complaining. In their head they knew that when they murmured, they would always received miracles.

Unfortunately, a lot of Christians today have same mental. They are addicted to miracles. They became spoiled Christians who slack to fight and struggle. Some of them even think that they are not life a full life if the do not experience miracles in their life.

I do not think that this is what Jesus want from us. I do not think that this is what God want when He gave miracle.

So, please be careful! Don’t be addicted to miracles![/en]

[id]Sejarah Israel adalah sejarah mujizat. Bangsa Israel tumbuh dengan kisah-kisah mujizat yang diperdengarkan di telinga mereka sedari kecil. Saat mereka keluar dari perbudakan di Mesir, mereka mengalami mujizat demi mujizat.

Hari ini, saya ingin memperingatkan kita semua tentang bahaya dari mujizat. Apakah mujizat memiliki efek samping yang buruk? Lihat saja dan silakan baca sejarah Israel di Alkitab. Apa yang saya lihat dari Israel adalah ini merupakan bangsa yang kecanduan mujizat. Ya, saya tidak bercanda, mujizat memiliki efek adiksi.

Saat mereka menggerutu, mereka menerima mujizat. Lama kelamaan pola ini menjadi pola pikir yang tertanam di pikiran mereka. Setiap kali mereka menghadapi penderitaan, waktu-waktu yang buruk, paradigma mereka berkata bahwa yang harus mereka lakukan adalah cukup menggerutu saja. Di kepala mereka ada jaminan bahwa saat mereka bersungut-sungut, mereka akan menerima mujizat.

Sayangnya, banyak orang Kristen sekarang ini memiliki mental yang sama. Mereka kecanduan terhadap mujizat. Mereka menjadi orang Kristen manja yang malas untuk berjuang. Bahkan beberapa orang berpikir bahwa hidup mereka tidak sempurna – belum mencapai kepenuhan hidup – kalau belum mengalami yang namanya mujizat. Saya rasa bukan kekristenan semacam ini yang Tuhan Yesus kehendaki. Bukan pula kehidupan seperti ini yang Tuhan pikirkan saat memberikan mujizat-Nya.

Jadi, tolong berhati-hatilah! Jangan sampai kecanduan mujizat![/id]

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

1 thought on “Kecanduan mujizat

  1. Pingback: Berani hidup tanpa mujizat | Martianus' Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.