Kerajaan Allah (2)

      No Comments on Kerajaan Allah (2)

Mudahkah masuk ke dalam Kerajaan Allah? Kalau yang dipahami sebagai angggota Kerajaan Allah adalah menjadi seorang Kristen, maka saya akan mengatakan bahwa masuk Kerajaan Allah sangatlah gampang – paling tidak di Indonesia ini.

Meskipun ada banyak gereja yang ditutup dan adanya beberapa kasus penolakan terhadap gereja, tetapi secara umum di Indonesia ini menjadi orang Kristen sangatlah mudah. Anda cukup datang ke gereja, temui pendetanya dan katakan kalau mau dibaptis. Di beberapa gereja mungkin Anda perlu mengikuti apa yang dinamakan katekisasi selama beberapa pertemuan, dan kemudian dibaptis. Di sini Anda sudah diakui oleh orang-orang Kristen sebagai saudara mereka.

Kalau kebetulan Anda pada mulanya bukan orang Kristen, tinggal bawa surat baptis dari gereja ke kantor Kelurahan untuk membuat surat pengantar ke Departemen Agama. Kemudian datangi Departemen Agama terdekat dengan membawa saksi, dan di sana Anda akan melalui beberapa proses dan Anda sekarang bisa punya KTP yang menyebutkan bahwa Anda adalah seorang Kristen. Sesederhana itu saja.

Mungkin di banyak negara mengaku sebagai orang Kristen bisa berarti penjara, kamp kerja paksa, bahkan kemungkinan kehilangan nyawa. Tetapi di Indonesia, menjadi orang Kristen masih relatif mudah. Apakah semudah itu juga memasuki Kerajaan Allah?

Perhatikan perkataan-perkataan Tuhan Yesus ini!

Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.[1]

Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.[2]

Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.[3]

Kita tahu bersama mengenai kisah ini. Seorang anak muda yang kaya raya datang menghadap Tuhan Yesus menanyakan bagaimana supaya dia mendapat hidup kekal. Tuhan mengatakan dengan cara melakukan semua firman Tuhan, dan dijawab oleh anak muda itu bahwa dia telah melakukannya. Yang kemudian diperintahkan Tuhan Yesus adalah supaya anak muda itu menjual seluruh hartanya, membagi-bagikannya, dan kemudian mengikut Tuhan Yesus.

Pertama, kisah ini bukan hanya ditujukan kepada mereka yang kaya. Ini berlaku untuk kita semua, yaitu adalah hal yang tidak mudah untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Dulu saya pernah mendengar bahwa yang dimaksud dengan “lobang jarum” adalah pintu kecil di gerbang kota yang hanya seukuran lebar satu orang saja. Waktu itu saya cuma manggut-manggut saja, lha wong ya tidak paham. Tapi saat mempersiapkan khotbah ini saya menemukan bahwa tafsiran lobang jarum sebagai pintu kecil itu tidaklah bijaksana.

Rupanya pernyataan “lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum” adalah sebuah peribahasa/ ungkapan/ majas yang terkenal di wilayah Timur Tengah untuk menunjukkan sebuah kemustahilan, hal yang dianggap tidak mungkin terjadi. Hal ini diperkuat dengan tanggapan para murid yang muncul, “… jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”.

Bukti berikutnya ada di bahasa Yunani yang digunakan untuk menyebut “jarum”. Matius dan Markus menggunakan kata rhaphis yang berarti jarum; alat untuk melobangi. Sementara Lukas menggunakan kata belone yang secara spesifik mengacu kepada jarum untuk operasi medis. Kita tahulah siapa Lukas itu, jadi tidaklah mungkin dia menggunakan kata belone untuk menunjuk kepada pintu kecil itu. Maka, menjadi sangatlah jelas bahwa Kerajaan Allah itu tidaklah mudah untuk dimasuki.

Kedua, banyak pengajar mereduksi kebenaran kisah ini dengan mengatakan bahwa intinya ada di kalimat “… ikutlah Aku”[4]. Ingat sebelumnya ada perintah untuk menjual segala milik lho. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan hal ini? Tuhan menghendaki kita melepaskan segala ikatan persahabatan dengan dunia. Perhatikan bagaimana pertanyaan para murid-Nya, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau …”[5]. Siapkah kita meninggalkan segala sesuatu dan mengikatkan diri kita hanya dengan Tuhan Yesus? Ingat, persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah![6]

Mendapat pengakuan dari dunia bahwa Anda adalah orang Kristen adalah gampang.

  • Kalau Anda dibaptis, Anda akan diakui gereja sebagai anggotanya, dan orang Kristen lain akan menganggap Anda sebagai saudara mereka. Apalagi kalau sebelumnya Anda bukan orang Kristen, Anda akan diundang bersaksi menceritakan kisah “pertobatan” Anda.
  • Kalau mau pengakuan yang lebih tinggi, sebagaimana yang dituliskan sahabat saya di linimasanya, Anda musti punya jasa atau kontribusi kepada gereja dan pelayanan. Maka Anda akan semakin diakui dan dihormati.
  • Mau pengakuan yang lebih lagi? Anda musti menunjukkan karunia-karunia, perform mujizat-mujizat, dan Anda akan lebih dihargai. Tidak perlu berdebat dengan saya tentang hal ini, kebanyakan orang Kristen dan gereja masih memandang mereka yang bisa “mengerjakan” mujizat sebagai superior dibanding yang tidak.

Kalau pertanyaannya adalah bagaimana diakui Sang Teladan Kekristenan itu sebagai orang Kristen? Apakah juga sama seperti di atas? Baca lagi deh di Matius 7:21-23! Saya tutup dengan kutipan catatan dari The People’s New Testament: “No one can be a citizen of the kingdom who does not obey the King”.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Matius 19:24
  2. [2]Markus 10:24-25
  3. [3]Lukas 18:24-25
  4. [4]Matius 19:21; Markus 10:21; Lukas 18:22
  5. [5]Matius 19:27; Markus 10:28; Lukas 18:28
  6. [6]Yakobus 4:4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.