Berbuah: TUHAN memberikan waktu

Beberapa kali saya berkhotbah tentang orang Kristen yang berbuah, dan saya akan menuliskan semuanya secara lebih runtut supaya kita bisa mengambil pelajaran darinya. Maka mohon bersabar sementara saya menuliskan dan menyelesaikan seri tulisan tentang Kristen yang berbuah ini.

Sebelum berbicara tentang bagaimana berbuah, buah apa saja yang harus dihasilkan, saya ingin menunjukkan bahwa adalah kehendak TUHAN sendiri supaya tiap-tiap kita berbuah, dan sesungguhnya TUHAN sangat-sangat menantikan buah kehidupan kekristenan kita.

Mari baca sejenak dalam Yesaya 5:1-7

(1) Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur. (2) Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam. (3) Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu. (4) Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam? (5) Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak; (6) Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya. (7) Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.

Kristus sangat menantikan buah yang baik yang dihasilkan dalam hidup kita. Bahkan Dia tidak sekedar menantikan begitu saja, Dia SUDAH melakukan segala hal selayaknya seorang pemilik kebun anggur supaya kita berbuah. Karena kehidupan yang berbuah adalah kehendak-Nya, maka bisa kita baca di atas, bagaimana celakanya jika kita tidak berbuah.

Hal ini selaras dengan Lukas 13:6-9

(6) Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: “Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. (7) Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! (8) Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, (9) mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”

Ya, Kristus masih memberikan kita waktu untuk berbuah, dan ingat bahwa Dia sudah menyediakan segala sumber yang terbaik supaya kita bisa berbuah. Jangan sampai waktunya habis, tetapi kita tidak menghasilkan buah bagi Dia. Sekarang pilihannya adalah BERBUAH atau DITEBANG!

=============

  • Gambar diambil dari http://samistardust.blogspot.com/
  • Tulisan ini bebas disebarluaskan, dengan catatan mencantumkan sumbernya http://martianuswb.com/

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

4 thoughts on “Berbuah: TUHAN memberikan waktu

  1. Yuni

    Kristus masih memberikan kita waktu untuk berbuah, dan ingat bahwa Dia sudah menyediakan segala sumber yang terbaik supaya kita bisa berbuah. Jangan sampai waktunya habis, tetapi kita tidak menghasilkan buah bagi Dia = menghasilkan buah apakah itu di Galatia 5: 22-23? thx pak Marti

    Reply
  2. Yuni

    Kristus masih memberikan kita waktu untuk berbuah, dan ingat bahwa Dia sudah menyediakan segala sumber yang terbaik supaya kita bisa berbuah. Jangan sampai waktunya habis, tetapi kita tidak menghasilkan buah bagi Dia = menghasilkan buah apakah yg dimaksud itu di Galatia 5: 22-23? thx pak Marti

    Reply
    1. martianuswb Post author

      Waduh, sudah ditebak ujungnya ini oleh bu Yuni. Memang berbuah sejatinya adalah memiliki kesempurnaan karakter Kristus, sebagaimana ada di Galatia 5:22-23. Tunggu saja bu Yuni, saya akan menuliskan hingga ke sana šŸ™‚

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.