Persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah

Baca: Yakobus 4:1-5

“Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.”

Jika kita baca 1 Yohanes 2:15-17, yang disebut dengan persahabatan dengan dunia adalah keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup.

Keinginan daging adalah segala sesuatu yang tidak takluk kepada hukum Allah, dan oleh karenanya menjadikan kita sebagai seteru Allah (Roma 8:6-7). Rasul Paulus menunjukkan perbuatan-perbuatan di dalam daging itu dalam Galatia 5:19-21. Jika kita ingin menaklukkan keinginan daging ini, satu-satunya jalan adalah dengan hidup di dalam Roh.

Keinginan mata adalah apa yang dikenal dunia masa kini dengan istilah “aflluenza”:

  1. Materialisme tingkat ekstrem yang merupakan penggerak bagi seseorang untuk menimbun kekayaan dan mengonsumsi barang-barang secara berlebihan;
  2. Perasaan bersalah dan terkucil yang diakibatkan ketidakmampuan seseorang mengejar kekayaan dan materi.

Sebagaimana penyakit influenza mudah menular, affluenza ini juga demikian. Bahkan kebanyakan orang Kristen juga mengalami hal ini. Terikat kepada berkat-berkat duniawi dan menggunakan TUHAN untuk mendapatkan berkat-berkat duniawi. Banyak orang Kristen ingin hidupnya sempurna, tetapi tidak mau melepaskan ikatan dengan kekayaan duniawi (Lukas 18:18-26).

Bagaimana mengatasi keinginan mata? Kembali kepada doa Bapa Kami, “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya”. Sebagaimana Paulus mengatakan dalam 1 Timotius 6:6-9, “Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

Keangkuhan hidup berdasarkan adalah rendahnya pengakuan dan pengenalan akan Allah, serta pikiran yang tidak takluk kepada Kristus (2 Korintus 10:5; Lukas 12:13-21). Keangkuhan hidup adalah saat kita menempatkan sesuatu atau seseorang lebih tinggi daripada Tuhan Yesus di dalam hidup kita.

Alkitab memberikan nasihat yang kuat tentang mengatasi keangkuhan hidup ini di dalam 1 Timotius 6:17-19, “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

Kita tidak boleh menjadi sahabat dunia, tetapi menjadi sahabat Allah, sebagiamana Abraham disebut sebagai sahabat Allah. Bagaimana caranya? Dengan meneladani iman Abraham. Bukan sekedar beriman, melainkan mewujudkan iman dalam tindakan (Yakobus 2:21-23)

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.