Nilai diri melalui mata surgawi

The Prince of Egypt. Visualisasi tulah di Mesir. Diambil dari http://angelfire.com/

The Prince of Egypt. Visualisasi tulah di Mesir. Diambil dari http://angelfire.com/

Pernah lihat film The Prince of Egypt? Saya baru melihatnya beberapa hari yang lalu. Iya, saya tahu itu film lama (1998), ‘kan saya pernah bilang kalau saya lebih suka menonton film kalau sudah kadaluwarsa. Ada salah satu lagu di dalam film itu yang menarik hati saya, judulnya “Through Heaven’s Eyes”.

A single thread in a tapestry
Through its color brightly shine
Can never see its purpose
In the pattern of the grand design

And the stone that sits on the very top
Of the mountain’s mighty face
Does it think it’s more important
Than the stones that form the base?

So how can you see what your life is worth
Or where your value lies?
You can never see through the eyes of man
You must look at your life
Look at your life through heaven’s eyes

A lake of gold in the desert sand
Is less than a cool fresh spring
And to one lost sheep, a shepherd boy
Is greater than the richest king
If a man lose ev’rything he owns
Has he truly lost his worth?
Or is it the beginning
Of a new and brighter birth?

So how do you measure the worth of a man
In wealth or strength or size?
In how much he gained or how much he gave?
The answer will come
The answer will come to him who tries
To look at his life through heaven’s eyes

And that’s why we share all we have with you
Though there’s little to be found
When all you’ve got is nothing
There’s a lot to go around

No life can escape being blown about
By the winds of change and chance
And though you never know all the steps
You must learn to join the dance
You must learn to join the dance

So how do you judge what a man is worth
By what he builds or buys?
You can never see with your eyes on earth
Look through heaven’s eyes
Look at your life
Look at your life
Look at your life through heaven’s eyes

Kalau saya terjemahkan bebas, kira-kira akan menjadi seperti ini:

Seuntai benang di permadani, meskipun begitu indah warnanya
Tidak dapat melihat tujuannya di dalam pola rancangan yang besar
Batu yang terletak di puncak gunung, apakah berpikir
Bahwa dirinya lebih penting daripada batu yang ada di dasar gunung?

Bagaimana engkau bisa melihat nilai hidupmu?
Engkau tidak dapat melihatnya melalui mata manusia
Engkau harus melihatnya lewat mata surgawi

Danau emas di padang pasir tidak lebih bernilai daripada sebuah mata air
Bagi seekor domba sesat, seorang gembala jauh lebih penting daripada seorang raja yang kaya
Jika seorang manusia kehilangan semua miliknya, apakah dia tidak lagi mempunyai nilai?

….

Bagaimana engkau mengukur betapa berharganya seorang manusia
Dengan kekayaannya atau kekuatannya atau kelebihannya?
Dengan seberapa banyak miliknya atau seberapa banyak yang dipersembahkannya?
Jawabannya akan datang kepada mereka yang melihat kehidupan melalui mata surgawi

….

Bagaimana engkau menilai betapa berharganya seorang manusia
Dengan apa yang dia bangun atau dia beli?
Engkau tidak dapat menilainya dengan mata duniawi
Lihatlah hidupmu melalui mata surgawi

Bagaimana mata surgawi menilai betapa berharganya kita? Sekarang lihat bagaimana The Message memfarafrasekan Roma 12:3,

The only accurate way to understand ourselves is by what God is and by what He does for us, not by what we are and what we do for Him.

Jelas nilai diri kita tidak ditentukan oleh apa yang kita punyai atau apa yang tidak kita punyai, bukan oleh apa yang kita kerjakan atau tidak kita kerjakan untuk Dia, bukan dengan aktivitas pelayanan-pelayanan gerejawi yang kita kerjakan, tetapi oleh apa yang Dia kerjakan bagi kita.

Kalau Sang Putra Surgawi sendiri turun dari Surga untuk Anda, dan mati serta bangkit untuk Anda, menurut Anda seberapa berhargakah kita di hadapan-Nya? Jika sebegitu berharga nilai kita di hadapan Tuhan, lalu bagaimana? Apakah kita akan terus membiarkan hidup kita dalam lumpur dosa?[1]

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Roma 6:15

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.