100 orang, minimal, menjadi martir Kristus setiap bulannya

Salah satu penyiar berita televisi di hari Natal kemarin membuat sebuah pernyataan seperti ini, “baik dirayakan secara megah atau sederhana, Natal selalu membawa kegembiaraan”. Ehm … hati saya langsung terbawa kepada orang-orang Kristen di Korea Utara, di Syiria, di Nigeria utara, apakah kegembiraan Natal itu juga mereka rasakan? Di tengah gembiranya perayaan Natal, masih adakah yang mengingat gereja-gereja yang teraniaya, orang-orang Kristen yang mengalami aniaya karena iman mereka. Jangankan yang ada di negara-negara yang jauh, saya sering bertanya-tanya jangan-jangan kita ini juga sengaja menutup mata dan telinga terhadap saudara-saudara kita di Yasmin, di Filadelfia, dan di banyak tempat lainnya di negara ini.

Setiap tanggal 28 atau 29 Desember, gereja-gereja di luar negeri mengingat mereka yang oleh gereja perdana disebut sebagai martir-martir pertama. Sebuah perayaan yang disebut sebagai feast of the holy innocents. Saya tidak tahu apakah gereja Katholik di Indonesia masih mengikuti tradisi ini. Ini adalah tradisi yang didasarkan pada kisah ini:

Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: “Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.”[1]

Bayi-bayi inilah yang oleh gereja perdana disebut sebagi martir-martir pertama. Tradisi gereja Latin menyebut jumlah 14.000 anak-anak. Sementara penulis abad pertengahan memperkirakan 144.000 anak-anak dibunuh waktu itu. Para penafsir modern mereduksi angka itu sedemikian ekstrim dengan pertimbangan kecilnya kota Betlehem dengan menyebutkan lebih kurang hanya 20-an anak-anak saja.

Entah itu hanya 20 atau 144.000, Matius menuliskan bahwa duka dan ratapan akibat peristiwa itu begitu besar. Tahukah Anda, kekristenan adalah kelompok agama yang mengalami aniaya terbesar sekarang ini. Statistik menunjukkan minimal 100 orang mati sebagai martir setiap bulannya – 100 setiap bulan – karena iman mereka kepada Kristus. Aniaya dan diskriminasi terhadap orang Kristen tersebar di 133 negara di dunia – itu adalah 2/3 negara-negara yang ada di muka bumi ini. Sebuah fakta yang tidak bisa diabaikan. Apakah Anda pernah berdoa untuk mereka?

Maaf, saya tidak bisa hanya berdiam diri, saya tidak bisa mengabaikan mereka. Tahu hal yang sebenarnya paling mereka butuhkan? Doa-doa kita! Mereka hanya perlu tahu bahwa saudara-saudara mereka di dalam Kristus – yang menghirup lebih banyak kebebasan – tidak membiarkan mereka mengalaminya sendirian. Maukah Anda berdoa untuk gereja-gereja yang teraniaya ini?

Referensi >> http://persecution.org/

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Matius 2:16-18

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.