5-5-5 Challenge: Nigeria

      No Comments on 5-5-5 Challenge: Nigeria

5-5-5 2013 WWL

[en]Hannatu is 13 years old and wants to become a banker. Her favorite sport is basketball and she loves mathematics. She really likes the Book of Psalms because it tells her so much about who God is. One Sunday morning in June, Hannatu went to her Sunday school. She did that every Sunday. But this Sunday would be different. That day, a suicide bomber crashed his car into a barricade at her church, setting of explosives that killed at least 24 people and wounded 125 others.

“We were in the church. The church was full that morning. I was at the Sunday school. I went outside with my uncle and we were preparing for the meal. Then, we wanted to go inside. We heard a car coming. The next thing I saw was people crying, running outside. There were people lying on the ground.” Hannatu’s voice is so soft that you can barely hear it. It is difficult for her to talk about what happened. She is together with a friend who was also injured. When they chat together, Hannatu laughs. She is a tough girl with a mischievous smile.

Hannatu asks all the people to pray for her church and also for herself. “I feel sad because I lost people I loved. Especially my uncle. Sometimes, I am happy because God made me see this day and saved my life. I would like people to pray for me because I have hurt my eyes. I cannot see many objects from afar. I don’t want to wear glasses, I just want to see well. Thank you for praying.”

Source >> http://opendoors.org/

The Islamist extremist agenda to bring Nigeria under the ‘House of Islam’ versus the election of a southern Christian as President has caused much unrest. The Islamist extremist group, Boko Haram, has claimed the lives of at least 800 Christians. The decisions of local government, especially in the twelve northern Sharia states, mean that Christians experience persecution and restrictions in schooling, threats of abduction, forced marriage, as well as denial of employment, clean water and healthcare. It is dangerous to convert and for churches to integrate new converts.

PRAY

  • Give thanks that believers are responding to recent pressure with increased prayer, evangelism and care for Muslim Background Believers.
  • That Christian youths will resist the temptation to respond with violence to Muslim attacks.
  • For Open Doors workers providing emergency support and trauma counseling to victims of attacks.

Source >> http://worldwatchlist.us/ [/en]

[id]Hannatu adalah seorang gadis 13 tahun yang bercita-cita menjadi banker. Sangat senang dengan basket dan matematika. Kitab Mazmur sangat digemarinya karena memberitahukan banyak hal tentang Tuhan kepadanya. Suatu hari Minggu di bulan Juni, Hannatu berangkat ke Sekolah Minggu, kegiatan yang selalu dikerjakannya setiap hari Minggu. Tapi itu adalah Minggu yang berbeda. Di hari itu, seorang pengebom bunuh diri menabrakkan mobilnya ke barikade di gerejanya, membuat sebuah ledakan yang menewaskan 24 orang dan melukai 125 orang lainnya.

“Kami sedang ada di dalam gereja yang penuh pagi itu. Saya sedang ada di Sekolah Minggu. Saya dan paman pergi ke luar untuk mempersiapkan sarapan. Kami mendengar suara mobil yang mendekat. Selanjutnya yang saya tahu adalah banyak orang menangis dan berlarian ke luar. Banyak orang terbaring di tanah.” Suara Hannatu sangat lembut, hampir-hampir tidak terdengar. Sepertinya sukar baginya menceritakan kembali pengalaman di hari itu. Dia sedang bersama dengan seorang kawannya yang juga terluka di peristiwa itu. Saat mereka mengobrol, Hannatu tertawa. Sungguh seorang gadis yang kuat dengan senyum yang menawan.

Hannatu meminta dukungan doa untuk gerejanya dan juga untuk dirinya. “Saya sedih karena banyak orang yang saya kasihi tewas di persitiwa itu, termasuk paman. Saya mengucap syukur karena Tuhan mengizinkan saya untuk hidup dan terus melihat hari ini. Tetapi mata saya juga ikut terluka, dan tidak bisa lagi melihat kejauhan. Saya tidak ingin memakai kacamata, saya hanya ingin bisa melihat lebih baik lagi. Terima kasih untuk doa-doanya.”

Sumber >> http://opendoors.org/

Agenda ekstrimis Islam untuk menjadikan Nigeria sebagai “rumahnya Islam” bertolak belakang dengan terpilihnya seorang Presiden Kristen dari wilayah selatan. Boko Haram sudah menewaskan sedikitnya 800 orang Kristen. Penerapan hukum Syariat di dua belas negara bagian di utara berarti kekristenan akan mengalami diskrimasi dalam bidang pendidikan, pekerjaan, pelayanan kesehatan, dan ancaman-ancaman lainnya. Sangat berbahaya untuk berpindah agama, dan gereja semakin kesulitan melayani para petobat baru.

BERDOA

  • Mengucap syukur atas tanggapan gereja dan orang percaya dengan berdoa, penginjilan, dan pelayanan kasih terhadap MBB.
  • Bagi para pemuda Kristen supaya terhindar dari keinginan membalas kekerasan yang mereka alami.
  • Supaya lembaga pelayanan seperti Open Doors bisa memberikan konseling trauma dan dukungan bagi para korban dan keluarganya.

Sumber >> http://worldwatchlist.us/ [/id]

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.