One with them in worship (bagian 1)

Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.” (Kolose 3:16)

Dengan munculnya berbagai dinamika politik di Cina, gereja-gereja rumah tidak berizin di Cina secara sporadis diberikan izin untuk mengadakan peribadahan secara terbuka. Seperti yang bisa kita bayangkan, di sebuah negara komunis, situasi yang seperti ini bisa sangat rentan, tetapi beberapa gereja telah bersikap begitu berani dengan resikonya.

Sebuah gereja rumah melangkah cukup berani dengan menyewa sebuah bangunan yang besar, memulai ibadah mingguan, dan melakukannya selama beberapa bulan. Setelah Olimpiade Beijing usai, dengan teralihnya mata dunia dari isu HAM di Cina, pemerintah di sana mulai menunjukkan kembali tekanan terhadap gereja di Cina. Pemilik bangunan, karena takut terhadap reaksi pemerintah, memutuskan untuk menyegel bangunan itu dan mengatakan kepada pengurus gereja bahwa mereka harus kembali “ke bawah tanah”.

Tetapi di hari Minggu berikutnya, di bawah hujan salju yang lebat, jemaat memilih beribadah di area terbuka di tengah taman kota. Ketika jemaat itu berkumpul dari puluhan orang, menjadi ratusan, dan kemudian menjadi ribuan orang percaya, bersekutu di bawah hujan salju; mereka sudah menjadi simbol yang kasat mata bagaimana gereja-gereja teraniaya tidak membutuhkan bangunan untuk bertahan atau untuk bertumbuh di tengah tekanan.

Apakah itu di tengah sebuah taman di Cina atau di sebuah gang di Teheran, atau di lereng bukit di Meksiko selatan atau di sebuah pantai di Sri Lanka, gereja akan terus bersekutu, melayani, dan menyembah, dengan ataupun tanpa sebuah bangunan.

Diterjemahkan dari “Privilege of Persecution”, page 58-59

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.