Tomas: the rasionalist

      No Comments on Tomas: the rasionalist

Apa yang biasanya kita ingat dari rasul yang satu ini? Pasti adalah tentang ketidakpercayaannya kan. Karena itulah rasul yang satu ini sering dikenal dengan nama “Thomas the doubter”. Tetapi, saya akan menyebut rasul yang satu ini dengan sebutan rasionalis. Jika tulisan ini bersifat begitu pribadi, karena saya melihat sebagian diri rasul Tomas ini ada dalam diri saya, khususnya dalam hal rasionalitas dan sikap skeptis yang ditunjukkannya.

Ada satu hal yang patut kita teladani dari rasul Tomas, yaitu kebulatan tekadnya untuk mengikut Kristus. Dalam suatu kisah ketika Lazarus meninggal dan Tuhan Yesus mengajak murid-murid-Nya kembali ke Yudea, beberapa murid-Nya mengingatkan bahwa orang-orang di sana pernah berusaha melempari mereka dengan batu. Tetapi Tomas yang kemudian mengatakan, “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.” (Yohanes 11:16).

Sekarang, mari kita baca kisah yang membuat nama rasul Tomas menjadi terkenal karena rasionalitas yang ditunjukkannya.

24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. 25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” 26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” 27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” 28 Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” 29 Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yohanes 20:24-29)

Tomas memilih untuk tidak percaya perkataan sahabat-sahabatnya, sampai dia melihat sendiri Tuhan Yesus yang bangkit itu. Ketika akhirnya dia bertemu dengan Tuhan Yesus, saya berharap melihat kemarahan Tuhan Yesus atas ketidakpercayaannya, tetapi hal ini tidak terjadi. Bukannya memarahi Tomas, Tuhan Yesus malahan memberikan konfirmasi terhadap apa yang diinginkan Tomas.

Konfirmasi itu kemudian ditutup dengan pernyataan Yesus, “jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah“. Lalu tanpa menunggu waktu lagi, rasionalitas dari Tomas diteguhkan menjadi iman yang tidak tergoyahkan, “Ya Tuhanku dan Allahku“.

Banyak saya dengan dikatakan bahwa orang Kristen itu tidak boleh rasional, hanya boleh beriman. Saya kok tidak setuju ya. Berkenaan dengan seluruh keberadaan-Nya dan keseluruhan Alkitab, tentu saja saya tidak meragukannya. Tetapi, berkenaan dengan pengajaran-pengajaran, khotbah-khotbah, nubuatan-nubuatan, tentu saja saya akan menggunakan “pembaharuan budi” (=rasio) yang diberikan-Nya untuk mencek ulang dengan kebenaran Alkitab.

Inilah mengapa saya bilang ada sebagian Tomas di dalam diri saya. Saya tidak akan begitu saja menerima pengajaran, khotbah, nubuatan, dari pendeta sekaliber apapun, sampai saya tahu Alkitab dengan tegas dan jelas mengatakan kebenarannya. Maka, saya jelas tidak akan percaya pernyataan kalau saya memberikan persembahan, maka TUHAN akan membalaskannya 30 kali lipat, 60 kali lipat, 100 kali lipat; karena Alkitab tidak pernah mengatakan itu. Saya juga tidak akan terpesona oleh orang-orang yang berbahasa roh dan berkarunia hebat, sampai hidupnya benar-benar memancarkan kebenaran Alkitab.

Tetapi, jika Alkitab dan suara Roh Kudus mengkonfirmasi kebenaran, maka tidak perlu tunggu waktu lebih lama, saya akan langsung percaya. Saya rasa, Tuhan memberikan rasionalitas kepada kita, salah satunya adalah untuk membedakan mana yang benar dan mana yang sesat. Jika Tuhan sendiri yang beri konfirmasi, cepatlah menjadi percaya, seperti rasul Tomas.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.