Mengucap Syukur Dari Tempat Tinggi

Cukup sering saya mengatakan ini kepada anak-anak kami, “Mbak, makanannya dihabiskan ya! Harus bersyukur, banyak orang di luar sana yang tidak bisa makan 3 kali sehari”. Atau waktu lihat anak-anak yang diajak orang tuanya mengamen, saya berkata, “Mbak, lihat masih kecil sudah ikut ngamen dengan orang tuanya sampai malam. Bersyukur bisa sekolah, tanpa perlu mikir cari uang.”

Sampai saya sadar bahwa saya salah melakukannya, bahwa saya mengajarkan ucapan syukur yang salah. Saya paham dengan 1 Tesalonika 5:18, “Mengucap syukurlah dalam segala hal …”, tetapi saya sadar mengucap syukur dalam kondisi di atas membuat saya tida ada bedanya dengan orang Farisi dalam Lukas 18:9-12.

Di antara orang-orang yang mendengarkan Yesus ada yang menganggap diri mereka paling benar di mata Allah dan merasa lebih baik daripada semua orang lain. Maka Yesus menyampaikan perumpamaan yang berikut ini, “Ada dua orang pergi ke teras rumah Allah untuk berdoa, yang satu orang Farisi dan yang satu lagi penagih pajak. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dengan membanggakan dirinya sendiri, ‘Ya TUHAN, aku berterima kasih kepada-Mu karena aku tidak berdosa seperti orang-orang lain, khususnya seperti penagih pajak yang di sana itu. Aku tidak mencuri, tidak menipu, dan tidak berzina. Aku berpuasa dua kali seminggu dan memberikan perpuluhan dari seluruh penghasilanku.’[1]

Saya bersyukur karena keadaan saya lebih baik dari orang yang saya pikir ada di bawah saya. Saya mengucap syukur berdasarkan kemegahan diri saya terhadap orang lain. Itu tidak bisa disebut sebagai ucapan syukur, sesungguhnya itu adalah penistaan kepada Allah. Itu adalah rasa syukur yang tidak dewasa.

Ucapan syukur yang sejati tidak muncul karena keadaan kita lebih baik dari orang lain. Rasa syukur seharusnya muncul dari kesadaran bahwa keadaan kita ini terjadi karena Tuhan mengizinkannya terjadi.

=======<0>=======

Jika tulisan saya berguna untuk Anda, bolehlah sedikit saweran untuk menyemangati saya berkarya.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Lukas 18-9-12 (Terjemahan Sederhana Indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.