Akhirnya sampailah Christian ke pintu yang sesak itu. Di pintu itu tertulis kalimat ini, “ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu”[1]. Dibukakanlah pintu itu oleh seorang yang bernama Good-will, yang segera menariknya masuk.
Kata Good-will, “Di dekat sini ada ada sebuah kubu yang kuat, di sana yang memerintah adalah Baal-Zebub. Bersama dengan pasukannya, dia sering menembakkan anak panah kepada para musafir yang berjalan ke pintu ini”.
Selanjutnya adalah percakapan antara Good-wil dengan Christian. Christian menceritakan tentang awal perjalanannya hingga sampai ke pintu yang sesak itu. Good-will kemudian menunjukkan arah supaya Christian terus melanjutkan perjalanannya melalui jalan yang sempit yang menuju kepada kehidupan.[2]
Christian bertanya, “Apakah ada percabangan di jalan itu, yang bisa membuatku tersesat?”
Jawab Good-will, “Oh, ada banyak cabang di sana, dan jalan-jalan itu jauh lebih lebar. Tetapi ingatlah jalan yang luas menuju kebinasaan, hanya jalan yang sempit itu yang menuju kehidupan.”[3]
Kemudian Christian melanjutkan perjalanannya menuju ke sebuah rumah. Siapa yang ditemuinya di sana?
=======<0>=======
Jika tulisan saya berguna untuk Anda, bolehlah sedikit saweran untuk menyemangati saya berkarya.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pingback: The Pilgrim’s Progress: Mr. Worldly Wiseman
Pingback: The Pilgrims’s Progress: The House of the Interpreter (1)