Tidak ada agama nonkristen

      No Comments on Tidak ada agama nonkristen

Saya masih sukar menerima — dan mungkin akan seterusnya demikian — ketika orang menyebutkan tentang agama nonkristen. Pastinya yang menyebutkan ini adalah orang Kristen. Apalagi kalau di mimbar, ada pendeta yang berkhotbah sembari menyebutkan frasa “nonkristen”.

Iya, saya tahu penyebutan non- ini juga dalam struktur bahasa kita, untuk mengacu kepada kata tidak atau bukan. Tetapi, apa sih susahnya menyebutkan bahwa mereka adalah penganut Marapu, Sunda WIwitan, Kejawen, Kaharingan, atau Parmalim? Bukankah lebih mudah untuk menyebut bahwa mereka adalah pemeluk Budha, Hindu, Konghucu, Bahai, atau juga Muslim?

Sunda wiwian (Foto: Ahmadsamantho wordpress)
Sunda wiwian (Foto: Ahmadsamantho wordpress)

Di Indonesia menurut sumber resmi ada 187 aliran kepercayaan, selain agama-agama yang diakui oleh negara. Hanya karena mereka memeluk agama dan menganut kepercayaan yang berbeda dengan kita, rasanya tidak pas untuk menyebutkan bahwa mereka tidak sama dengan kita, atau mereka bukanlah kita. Apakah surga hanya untuk orang Kristen?

Baca lagi Alkitab, teladani Tuhan Yesus! Kristus Yesus semasa hidup di Bumi bergaul dengan orang Romawi — yang merupakan penganut politeisme. Yesus juga bersinggungan dengan orang Suriah dan Kanaan yang pada masa itu menyembah Baal dan Astoret. Bahkan Kristus sering kedapatan bercakap-cakap dengan orang Samaria, yang meskipun memiliki kesamaan sistem kepercayaan dengan agama Yahudi, tetapi sering dianggap najis oleh orang Yahudi.

Perhatikan lagi, Tuhan kita Yesus Kristus tidak sekedar bergaul dengan mereka, Dia mengasihi, Dia menolong, bahkan Dia mengadakan mujizat untuk mereka. Dan saya rasa, ini membuktikan bahwa Kristus tidak pernah melihat orang berdasarkan sistem agama atau kepercayaan mereka.

“Tapi, Om, mereka lho juga sering menyebut kita sebagai non ….!”. Itu bukan urusan saya toh. Urusan kita adalah memandang dan mengasihi semua orang tanpa melihat apa agama dan kepercayaan mereka.

Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.[1]

=======<0>=======

Jika tulisan saya berguna untuk Anda, bolehlah sedikit saweran untuk menyemangati saya berkarya.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  1. [1]Kolose 3:14

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.