Tali Sipat

      No Comments on Tali Sipat

Hari ini, kebaktian di gereja pada salah satu bacaan Alkitabnya menyinggung tentang tali sipat. Pada kebaktian yang saya hadiri, tidak dibahas tentang tali sipat ini. Kurang tahu di jam kebaktian yang lain, ataupun di gereja yang lain.

Tali sipat itu adalah alat bangunan yang kira-kira memiliki fungsi seperti waterpass, tetapi untuk bidang vertikal saja. Tali sipat ini memiliki dua bagian, pastinya tali dan logam pemberat di bagian ujungnya. Tali sipat ini berfungsi untuk melihat apakah sebuah bidang vertikal, bisa tembok atau bangunan atau tiang, dibangun secara tegak lurus dengan bidang horisontal acuannya. Maka, biasanya tali sipat ini dipasang sejajar dengan bidang vertikal yang akan diukur.

Gambar tali sipat (sumber: https://dreamstime.com/)

Kalau di kebaktian hari ini, tali sipat muncul dari Amos 7:7-8

Inilah yang diperlihatkan-Nya kepadaku: Tampak Tuhan berdiri dekat sebuah tembok yang tegak lurus, dan di tangan-Nya ada tali sipat Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: “Apakah yang kaulihat, Amos?” Jawabku: “Tali sipat!” Berfirmanlah Tuhan: “Sesungguhnya, Aku akan menaruh tali sipat di tengah-tengah umat-Ku Israel; Aku tidak akan memaafkannya lagi.

Ada satu lagi bagian Alkitab yang menyebutkan tentang tali sipat, yaitu di Yesaya 28:17

Dan Aku akan membuat keadilan menjadi tali pengukur, dan kebenaran menjadi tali sipat; hujan batu akan menyapu bersih perlindungan bohong, dan air lebat akan menghanyutkan persembunyian.

Dalam bahasa Ibrani digunakan kata mishqeleth, yang di 2 Raja-raja 21:13 diterjemahkan sebagai tali unting-unting.

Sebagaimana fungsinya bagi seorang tukang bangunan, Alkitab menggunakan gambaran tali sipat sebagai alat ukur. Tali yang ditarik lurus oleh beban itu menunjukkan bagaimana seharusnya lurusnya hidup kita di hadapan Tuhan.

Tali yang lurus itu adalah standar kebenaran dalam hidup kita, yaitu firman. Tetapi, tidak berhenti di situ. Tali sipat bekerja karena ada gaya gravitasi yang menarik bandul logam itu. Standar kebenaran firman itu harus ditarik kepada Kristus. Pemberitaan firman yang tidak berfokus kepada Kristus, tidak layak menjadi standar kebenaran yang sejati.

Sama seperti Allah mengukur bangsa Israel dengan tali sipat, demikian juga sekarang Kristus mempersiapkan tali sipat, bukan sekedar sebagai alat penghakiman, tetapi juga sebagai petunjuk kehidupan bagi saya dan Anda. Supaya hidup kita tegak lurus sesuai dengan kehendak-Nya.

=======<0>=======

Jika tulisan saya berguna untuk Anda, bolehlah sedikit saweran untuk menyemangati saya berkarya.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.