{"id":6239,"date":"2024-01-17T22:24:00","date_gmt":"2024-01-17T15:24:00","guid":{"rendered":"http:\/\/martianuswb.com\/?p=6239"},"modified":"2024-01-17T16:33:17","modified_gmt":"2024-01-17T09:33:17","slug":"panggilan-samuel-habisnya-kesabaran-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/martianuswb.com\/?p=6239","title":{"rendered":"Panggilan Samuel: Habisnya Kesabaran Tuhan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Panggilan pertama TUHAN kepada Samuel bukanlah sebuah berita yang menyenangkan.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"has-theme-color-background-color has-background wp-block-paragraph\">Samuel terus melayani TUHAN dengan bimbingan Imam Eli. Pada masa itu, jarang ada nabi yang menyampaikan pesan dari TUHAN, dan penglihatan-penglihatan pun jarang terjadi. Kedua mata Eli sudah rabun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-theme-color-background-color has-background wp-block-paragraph\">Pada suatu malam ketika Eli berbaring di tempat tidurnya, dan tiang pelita bercabang di kemah TUHAN masih menyala, Samuel sedang berbaring di ruang kudus, tidak jauh dari ruang mahakudus dan peti perjanjian Allah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-theme-color-background-color has-background wp-block-paragraph\">Tiba-tiba TUHAN memanggil Samuel dan Samuel pun menjawab, \u201cYa, aku di sini!\u201d Lalu dia mendatangi Eli dan berkata, \u201cAku di sini. Bapak tadi memanggilku.\u201d Tetapi Eli menjawab, \u201cAku tidak memanggilmu. Kembalilah berbaring.\u201d Maka Samuel kembali berbaring.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-theme-color-background-color has-background wp-block-paragraph\">TUHAN memanggil lagi, \u201cSamuel!\u201d Samuel tidak tahu bahwa yang memanggilnya adalah TUHAN, karena TUHAN belum pernah berbicara kepada dia sebelumnya. Maka bangunlah Samuel. Dia pergi menghampiri Eli dan berkata, \u201cBapak memanggilku. Ini aku datang.\u201d Tetapi Eli menjawab Samuel, \u201cNak, aku tidak memanggilmu. Kembalilah tidur.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-theme-color-background-color has-background wp-block-paragraph\">Lalu TUHAN memanggil Samuel untuk ketiga kalinya. Dia pun bangun dan kembali mendatangi Eli serta berkata, \u201cAku di sini! Bapak memanggilku!\u201d Maka Eli menyadari bahwa TUHANlah yang sudah memanggil Samuel. Jadi kata Eli kepadanya, \u201cBerbaringlah kembali ke tempatmu dan tidurlah. Bila kamu mendengar suara itu memanggilmu lagi, katakanlah, \u2018Berbicaralah, ya TUHAN. Hamba-Mu ini mendengarkan.\u2019\u201d Kemudian Samuel kembali dan tidur di tempatnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-theme-color-background-color has-background wp-block-paragraph\">Lalu TUHAN datang dan berdiri di dekatnya serta memanggil Samuel seperti sebelumnya, \u201cSamuel! Samuel!\u201d Kini Samuel menjawab, \u201cBerbicaralah, ya TUHAN. Hamba-Mu ini mendengarkan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-theme-color-background-color has-background wp-block-paragraph\">TUHAN berkata kepadanya, \u201cDengarlah! Aku akan melakukan sesuatu yang besar di antara umat Israel, dan saat mereka mendengar berita ini, mereka akan terkejut, merasa ngeri, dan berharap berita itu tidak benar. Pada hari itu, Aku akan melakukan segala hukuman yang sudah Aku sampaikan terhadap Eli dan keluarganya! Tidak satu pun tidak akan terjadi! Aku sudah berulang kali memperingatkan Eli bahwa Aku akan menghukum keluarganya sampai selama-lamanya atas dosa mereka. Kelakuan Hofni dan Pinehas meremehkan Aku, tetapi Eli tidak mengambil tindakan untuk menghentikan kelakuan mereka itu. Itulah sebabnya Aku bersumpah mengenai keluarga Eli, \u2018Dosa keluarganya tidak akan pernah diampuni, biarpun mereka mempersembahkan kurban dan persembahan gandum-ganduman!\u2019\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-theme-color-background-color has-background wp-block-paragraph\">Samuel tidur lagi sampai pagi. Lalu seperti biasanya, dia membuka tirai di pintu kemah TUHAN. Samuel takut untuk memberitahu Eli tentang pesan yang TUHAN sampaikan semalam. Tetapi Eli memanggilnya, \u201cSamuel, anakku!\u201d Jawabnya, \u201cYa, Bapak. Aku di sini.\u201d Eli bertanya, \u201cPesan apa yang TUHAN sampaikan kepadamu? Jangan sembunyikan dariku! Biarlah Allah menghukummu, bahkan mencabut nyawamu, jika kamu menyembunyikan apa pun juga yang dikatakan-Nya kepadamu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-theme-color-background-color has-background wp-block-paragraph\">Jadi Samuel menceritakan semuanya kepada Eli. Tidak ada satu pun yang disembunyikannya. Akhirnya Eli berkata, \u201cBiarlah TUHAN melakukan sesuai kehendak-Nya.\u201d<sup>[<a href=\"#panggilan-samuel-habisnya-kesabaran-tuhan-n-1\" class=\"footnoted\" id=\"to-panggilan-samuel-habisnya-kesabaran-tuhan-n-1\">1<\/a>]<\/sup><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesabaran Tuhan itu tidak tak terbatas. Sekali lagi, saya harus mengingatkan kita untuk tidak menguji kesabaran Allah. Dia panjang sabar itu jelas, tetapi tidak berarti kesabaran-Nya tanpa batas.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Screenshot-from-2024-01-16-21-06-12-1024x576.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6240\" srcset=\"https:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Screenshot-from-2024-01-16-21-06-12-1024x576.png 1024w, https:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Screenshot-from-2024-01-16-21-06-12-300x169.png 300w, https:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Screenshot-from-2024-01-16-21-06-12-768x432.png 768w, https:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Screenshot-from-2024-01-16-21-06-12-624x351.png 624w, https:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Screenshot-from-2024-01-16-21-06-12-150x84.png 150w, https:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Screenshot-from-2024-01-16-21-06-12.png 1366w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bisa kita bayangkan bagaimana perasaan Samuel muda ini. Suara Tuhan yang pertama kali dia dengar adalah suara penghukuman. Murka dan amarah Tuhan yang dihadapinya. Sebuah titik di mana Tuhan menyatakan bahwa kesabaran-Nya sudah habis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari bacaan di atas, kita bisa mewaspadai tanda-tanda saat Tuhan mendekati batas kesabaran-Nya.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ketika Tuhan sudah berulang kali memberikan peringatan. Jangan mengabaikan, jangan menyepelekan peringatan Tuhan. Peringatan Tuhan itu berarti masih ada kesempatan untuk bertobat.<\/li>\n\n\n\n<li>Kelakukan yang meremehkan Tuhan. Memandang rendah kepada Tuhan dan Firman-Nya adalah indikator kita akan kehilangan kesabaran Tuhan.<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak berhenti berbuat dosa, tidak berjuang untuk melawan dosa.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di titik ini, kalimat ini jangan sampai muncul di hadapan kita, \u201cdosamu tidak akan pernah diampuni\u201d. Tertutupnya pintu pertobatan.<\/p>\n\n<ol class=\"footnotes\">\n\t<li class=\"footnote\" id=\"panggilan-samuel-habisnya-kesabaran-tuhan-n-1\"><strong><sup>[1]<\/sup><\/strong>1 Samuel 3:1-18 (Terjemahan Sederhana Indonesia)<a class=\"note-return\" href=\"#to-panggilan-samuel-habisnya-kesabaran-tuhan-n-1\">&#x21A9;<\/a><\/li><\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Panggilan pertama TUHAN kepada Samuel bukanlah sebuah berita yang menyenangkan. Samuel terus melayani TUHAN dengan bimbingan Imam Eli. Pada masa itu, jarang ada nabi yang menyampaikan pesan dari TUHAN, dan&#8230; <a href=\"https:\/\/martianuswb.com\/?p=6239\">Read more &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6240,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[1264,288],"tags":[2354,397,726],"class_list":["post-6239","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kekristenan","category-renungan","tag-habis","tag-kesabaran","tag-samuel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6239","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6239"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6239\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6241,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6239\/revisions\/6241"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6240"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6239"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6239"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6239"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}