{"id":6114,"date":"2023-02-27T12:36:24","date_gmt":"2023-02-27T05:36:24","guid":{"rendered":"http:\/\/martianuswb.com\/?p=6114"},"modified":"2023-02-27T12:36:25","modified_gmt":"2023-02-27T05:36:25","slug":"jangan-berhenti-di-pelataran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/martianuswb.com\/?p=6114","title":{"rendered":"Jangan Berhenti Di Pelataran"},"content":{"rendered":"\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"has-background has-large-font-size\" style=\"background-color:#ffdb0c\">\u201cLebih baik satu hari di pelataran-Mu, daripada seribu hari di tempat lain \u2026\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Nyanyian yang banyak kita hapal, bahkan mungkin menjadi favorit dari beberapa orang. Indah, dan mampu menyentuh emosi. Tetapi, sebagaimana judul di atas, saya ingin menyatakan, <strong>\u201cjangan berhenti di pelataran\u201d<\/strong>, jangan puas hanya di pelataran!<\/p>\n\n\n\n<p>Mari baca dulu secara lengkap Mazmur 84!<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><em>Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur bani Korah. <br \/>Betapa disenangi tempat kediaman-Mu,\u00a0ya TUHAN semesta alam!\u00a0<br \/>Jiwaku hancur karena merindukan\u00a0pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.\u00a0<br \/>Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu,\u00a0ya TUHAN semesta alam,\u00a0ya Rajaku\u00a0dan Allahku!\u00a0<br \/>Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau.<br \/>Berbahagialah manusia yang kekuatannya\u00a0di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!\u00a0<br \/>Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air;\u00a0bahkan hujan pada awal musim\u00a0menyelubunginya dengan berkat.\u00a0<br \/>Mereka berjalan makin lama makin kuat,\u00a0hendak menghadap\u00a0Allah di Sion.\u00a0<br \/>Ya TUHAN, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku,\u00a0pasanglah telinga, ya Allah Yakub. <br \/>Lihatlah perisai\u00a0kami, ya Allah, pandanglah wajah orang yang Kauurapi!\u00a0<br \/>Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu\u00a0rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.\u00a0<br \/>Sebab TUHAN Allah adalah matahari\u00a0dan perisai;\u00a0kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan\u00a0kebaikan\u00a0dari orang yang hidup tidak bercela.\u00a0<br \/>Ya TUHAN semesta alam, berbahagialah\u00a0manusia yang percaya kepada-Mu!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"alignleft size-medium\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"300\" src=\"http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Moses-Tabernacle-300x300.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6115\" srcset=\"https:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Moses-Tabernacle-300x300.png 300w, https:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Moses-Tabernacle-150x150.png 150w, https:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Moses-Tabernacle-624x624.png 624w, https:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Moses-Tabernacle-180x180.png 180w, https:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Moses-Tabernacle-60x60.png 60w, https:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Moses-Tabernacle.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Kalau lihat konteksnya di Mazmur 84, lagu ini disebutkan sebagai Mazmur bani Korah. Entah diciptakan oleh bani Korah atau ditulis khusus untuk dinyanyikan oleh bani Korah. Jika kita memperhatikan catatan Alkitab, bani Korah ini oleh Daud ditugaskan untuk menjaga pintu gerbang Bait Suci. Dalam artian, setiap pagi mereka akan membuka pintu gerbang yang menjadi tugasnya dan menyanyikan puji-pujian di sana. Kemungkinannya, salah satu lagu yang dinyanyikan adalah Mazmur 84 ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau bani Korah bernyanyi, \u201clebih baik satu hari di pelataran-Mu \u2026\u201d, bagi saya ini wajar dan jelas. Karena mereka memang hanya bisa berada di pelataran Bait Allah. Mereka tidak diizinkan masuk ke Ruang Kudus, ataupun bahkan ke Ruang Mahakudus. Ingat, hanya iman yang diizinkan masuk ke Ruang Mahakudus untuk bertemu dengan TUHAN Allah, itupun hanya di waktu-waktu tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana dengan kita? Ibrani 4:14-16 dan 10:19-22 menunjukkan bahwa oleh pengorbanan Kristus kita dilayakkan menghadap tahta kasih karunia Allah. <\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><em>Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung,\u00a0yang telah melintasi semua langit,\u00a0yaitu Yesus, Anak Allah,\u00a0baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman\u00a0kita.\u00a0Sebab Imam Besar\u00a0yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita,\u00a0Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.\u00a0Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian\u00a0menghampiri\u00a0takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.<\/em> <sup>[<a href=\"#jangan-berhenti-di-pelataran-n-1\" class=\"footnoted\" id=\"to-jangan-berhenti-di-pelataran-n-1\">1<\/a>]<\/sup><\/p>\n\n\n\n<p><em>Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian\u00a0dapat masuk ke dalam tempat kudus,\u00a0karena Ia telah membuka jalan\u00a0yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir,\u00a0yaitu diri-Nya sendiri,\u00a0dan kita mempunyai seorang Imam Besar\u00a0sebagai kepala Rumah Allah.\u00a0Karena itu marilah kita menghadap\u00a0Allah\u00a0dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman\u00a0yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani\u00a0yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air\u00a0yang murni.<\/em><sup>[<a href=\"#jangan-berhenti-di-pelataran-n-2\" class=\"footnoted\" id=\"to-jangan-berhenti-di-pelataran-n-2\">2<\/a>]<\/sup><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Artinya, kita memiliki hak (Yunani: <strong><em>exousia<\/em><\/strong>) untuk dengan Allah sendiri, Kita bisa bertemu dengan Tuhan, bahkan berbicara berhadapan muka, seperti Musa (Keluaran 33:11). Tidak perlu lagi perantara yang menghubungkan kita dengan Allah, karena Kristus sudah mengerjakannya. Tidak ada lagi tirai yang tidak boleh dilalui.<\/p>\n\n<ol class=\"footnotes\">\n\t<li class=\"footnote\" id=\"jangan-berhenti-di-pelataran-n-1\"><strong><sup>[1]<\/sup><\/strong>Ibrani 4:14-16<a class=\"note-return\" href=\"#to-jangan-berhenti-di-pelataran-n-1\">&#x21A9;<\/a><\/li>\n\t<li class=\"footnote\" id=\"jangan-berhenti-di-pelataran-n-2\"><strong><sup>[2]<\/sup><\/strong>Ibrani 10:19-22<a class=\"note-return\" href=\"#to-jangan-berhenti-di-pelataran-n-2\">&#x21A9;<\/a><\/li><\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cLebih baik satu hari di pelataran-Mu, daripada seribu hari di tempat lain \u2026\u201d Nyanyian yang banyak kita hapal, bahkan mungkin menjadi favorit dari beberapa orang. Indah, dan mampu menyentuh emosi&#8230;. <a href=\"https:\/\/martianuswb.com\/?p=6114\">Read more &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6115,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[1264,288],"tags":[2085,1467,2323,2322],"class_list":["post-6114","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kekristenan","category-renungan","tag-allah","tag-berhenti","tag-muka","tag-pelataran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6114","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6114"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6114\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6116,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6114\/revisions\/6116"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6114"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6114"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6114"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}