{"id":5804,"date":"2020-04-29T22:11:56","date_gmt":"2020-04-29T15:11:56","guid":{"rendered":"http:\/\/martianuswb.com\/?p=5804"},"modified":"2020-04-29T22:12:00","modified_gmt":"2020-04-29T15:12:00","slug":"kontribusi-terbaik-gereja-dalam-pandemi-covid-19-adalah-meniadakan-kebaktian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/martianuswb.com\/?p=5804","title":{"rendered":"Kontribusi terbaik gereja dalam pandemi Covid-19 adalah meniadakan kebaktian"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\nDalam suasana pandemi seperti ini, benar bahwa gereja harus mewujud\nsebagai terang dan garam. Saya sudah melihat banyak pelayanan\n(kontribusi) yang diberikan oleh gereja-gereja kepada masyarakat\ndalam kondisi ini melewati batas-batas agama. Sangat baik dan layak\nmendapat apresiasi. Sementara itu, menurut pendapat saya kontribusi\nterbaik yang bisa dilakukan gereja dalam pandemi ini adalah\nmeniadakan segala bentuk kebaktian dan kegiatan yang melibatkan\nkerumunan orang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa? Kebaktian\ndan hampir semua bentuk pelayanan gereja itu akan mengganggu prinsip\njaga jarak fisik yang merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam\nmenanggulangi pandemi Covid-19 ini. Saya berikan contoh konkrit yang\nsaya ambil dari The Jakarta Post.\n<a href=\"https:\/\/www.thejakartapost.com\/academia\/2020\/04\/17\/keep-a-distance-learning-from-covid-19-outbreak-at-chinese-mall.html\">https:\/\/www.thejakartapost.com\/academia\/2020\/04\/17\/keep-a-distance-learning-from-covid-19-outbreak-at-chinese-mall.html<\/a>\n<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tanggal 20\nJanuari 2020, seorang karyawan (pasien 1) di sebuah mall di Wenzhou,\nTiongkok dirawat di sebuah rumah sakit setelah 11 hari mengalami\ndemam dan sakit kepala. Satu hari kemudian, dia dan seorang kawannya\n(pasien 2) dikonfirmasi positif Covid-19. Pihak kesehatan setempat\nmelakukan pelacakan dan pengetesan kepada teman-teman karyawan di\nmall itu, dan pada 28 Januari 2020, lima orang (pasien 3-7) yang\nbekerja di kantor yang sama di lantai 7 mall itu dikonfirmasi\npositif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasien 3 yang\nmerupakan kawan sekerja dari pasien 1 dan 2 adalah satu-satunya orang\nyang memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan. Dia kembali dari Wuhan\nsatu bulan sebelum didiagnosa positif. Pernah demam pada tanggal\n15-16 Januari, tetapi sembuh dengan sendirinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuh pekerja kantor\ndari lantai yang berbeda dan 10 pengunjung mall juga positif\nCovid-19. Kontak-kontak terdekat juga dites positif sejumlah 11 orang\nlainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain mereka yang\nbekerja di lantai 7, semuanya mengaku tidak pernah melakukan kontak\ndengan pasien positif lainnya. Sementara mereka menceritakan\nmengalami gejala di waktu yang berdekatan, menunjukkan bahwa mereka\ntertular kurang lebih di rentang waktu yang sama. Meskipun tidak ada\nkontak satu dengan yang lain, tetapi mereka semua menggunakan\nfasilitas umum yang sama (toilet, lift, tangga berjalan, dll.), belum\nlagi kenyataan bahwa pasien pekerja di lantai 7 secara rutin\nmengunjungi lantai-lantai lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sikap sigap dari\npemerintah setempat untuk menutup mall dua hari setelah deteksi\npositif pasien 1 mencegah penularan dan penyebaran lebih lanjut,\nmeski hitungan total resminya ada 35 orang tertular dari klaster ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekarang bayangkan\nkondisi semacam ini. Sebuah gedung gereja yang bisa memuat 500 orang,\ntetap mengadakan kebaktian di tengah suasana pandemi ini. Diatur\njarak duduk satu meter antara satu kursi dengan kursi lainnya.\nPertanyaannya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, apakah yang\nakan hadir di kebaktian ada dalam hitungan  puluhan jemaat atau\nratusan jemaat? Ayolah mau Anda gereja tradisional ataupun gereja\nmodern, selalu ada orang-orang Kristen yang berpendapat bahwa\nkebaktian di gereja hari Minggu itu wajib.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Eh, bukan hanya\njemaat lho, banyak pemimpin gereja yang ngotot tetap mengadakan\nkebaktian. Kalau tidak percaya, silakan tanya betapa susahnya rapat\npengurus gereja memutuskan akan meniadakan kebaktian atau tetap ada\nkebaktian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu sahabat\nsaya cerita, dia disebut bodoh dan tidak beriman oleh pemimpin\ngerejanya karena mengambil keputusan tidak akan datang ke gereja\nselama masa pandemi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanyaan kedua.\nSeperti kasus klaster mall di Wenzhou, kalaupun selama kebaktian\ntidak ada kontak fisik antara satu dengan yang lain, apakah bisa\ndipastikan tidak ada penyebaran dan penularan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa menulis ini?\nKarena ada gereja-gereja yang masih ngotot mengadakan kebaktian! Lah,\nbukannya banyak tempat ibadah lain yang masih melangsungkan ibadah di\ntengah pandemi? Saya tidak berhak berpendapat tentang hal itu.\nTentang gereja, sebagai orang Kristen, saya harus bersuara kepada\ngereja.<\/p>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam suasana pandemi seperti ini, benar bahwa gereja harus mewujud sebagai terang dan garam. Saya sudah melihat banyak pelayanan (kontribusi) yang diberikan oleh gereja-gereja kepada masyarakat dalam kondisi ini melewati&#8230; <a href=\"https:\/\/martianuswb.com\/?p=5804\">Read more &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[1264,288],"tags":[2187,2201],"class_list":["post-5804","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kekristenan","category-renungan","tag-covid-19","tag-pandemi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5804","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5804"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5804\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5806,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5804\/revisions\/5806"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5804"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5804"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5804"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}