{"id":5769,"date":"2020-01-25T21:23:18","date_gmt":"2020-01-25T14:23:18","guid":{"rendered":"http:\/\/martianuswb.com\/?p=5769"},"modified":"2020-01-25T21:23:20","modified_gmt":"2020-01-25T14:23:20","slug":"surat-terbuka-kepada-operator-proyektor-gereja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/martianuswb.com\/?p=5769","title":{"rendered":"Surat Terbuka Kepada Operator Proyektor Gereja"},"content":{"rendered":"\n<p>Sudahlah, jangan\nbanyak kritik operator LCD, toh Anda lebih sering ada di mimbar \u2018kan?\n<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, di sini\nsalahnya. Pertama, benar saya sering ada di mimbar, dan karena itu\nsaya tahu persis bahwa pelayanan operator proyektor itu sangat\npenting. Bahasa saya begini, pelayanan Anda saat mengoperasikan\nproyektor di kebaktian itu adalah salah satu faktor penting yang\nmempengaruhi atmosfer sebuah kebaktian. Hal ini saya tahu persis\nkarena saya merasakannya di mimbar. \n<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua, saya sudah\nterlalu sering dan terlalu lama mengoperasikan proyektor dalam\nkebaktian. Bahkan saat masih dalam bentuk Over Head Projector (OHP).\nItu lho, proyektor model lama yang teksnya musti lebih dulu ditulis\ndi plastik mika transparan. Karenanya, saya ingin membagi pengalaman\nsaya kepada Anda, para operator proyektor gereja. Jangan pernah\nmengecilkan pelayanan Anda, operator proyektor gereja sama pentingnya\ndengan bagian pelayanan yang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Pelayanan Anda dimulai saat mempersiapkan teks-teks yang nantinya akan ditampilkan saat kebaktian. Mau pakai aplikasi apapun, di sini dituntut kecermatan Anda. Saya harap sih <a href=\"http:\/\/martianuswb.com\/?p=284\">gereja Anda sudah tidak lagi menggunakan aplikasi bajakan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk teks-teks lagu pujian, meskipun Anda bisa mengunduh di internet, selalu baca ulang dan teliti ulang. Jika lagu dipilih oleh <em>Worship Leader<\/em>, pastikan teks yang Anda ketik sesuai dengan yang akan digunakan oleh Tim Pujian. Jangan malas menghubungi pihak-pihak terkait dengan teks pujian untuk memastikan kebenarannya. Jika gereja Anda masih menggunakan buku-buku pujian, pastikan teks yang Anda masukkan di aplikasi sesuai dengan teks pada buku pujian. Pastikan juga jika lagu berbait, Anda memasukkan urutan bait lagu dengan benar. Demikian juga kalau ada kelompok paduan suara yang ingin lirik lagu mereka ditampilkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini penting\nmengingat tidak semua jemaat tahu dan hapal dengan semua lagu pujian\nyang dinyanyikan dalam kebaktian. Saya amati di gereja-gereja yang\nmasih menggunakan buku pujian, jemaat sudah tidak lagi membawa buku\npujian, dan bergantung kepada proyektor.<\/p>\n\n\n\n<p>Masih di persiapan, saya harap Anda sudah mencoba menampilkan lagu-lagu yang Anda ketik melalui layar proyektor. Pertama, pemilihan <em>background<\/em> teks lagu. Cermat di bagian ini, <em>background<\/em> dengan animasi bergerak bisa punya efek menimbulkan rasa pusing. Pastikan Anda tahu persis paling tidak keragaman usia jemaat yang hadir di kebaktian. Kedua, ukuran, jenis huruf, dan warna huruf yang Anda gunakan. Pastikan bahwa itu jelas dibaca oleh jemaat. Ketiga, pemenggalan baris teks.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemenggalan baris\nini mungkin Anda anggap sepele, tetapi pemenggalan baris yang tidak\ntepat bisa menimbulkan makna yang salah terhadap sebuah lagu.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><strong>Kami puji dengan riang<br \/>Dikau,<br \/>Allah yang besar<br \/>bagai bunga t\u2019rima siang hati<br \/>kami pun mekar<br \/>Kabut, dosa dan derita<br \/>kebimbangan t\u2019lah lenyap<br \/>Sumber suka yang  <br \/>abadi b\u2019ri sinar-Mu<br \/>menyerap<\/strong><\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Bukankah lebih pas\ndan lebih indah dibaca jika dirapikan pemenggalannya.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><strong>Kami puji dengan riang<br \/>Dikau, Allah yang besar<br \/>bagai bunga t\u2019rima siang  <br \/>hati kami pun mekar<br \/>Kabut, dosa dan derita<br \/>kebimbangan t\u2019lah lenyap<br \/>Sumber suka yang  abadi  <br \/>b\u2019ri sinar-Mu menyerap<\/strong><\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Selain itu tentu saja diharapkan ketelitian pengetikan sampai dengan huruf perhuruf. Terkhusus kepada Anda yang melayani di gereja-gereja suku yang masih menggunakan bahasa suku atau bahasa daerah, pelajari juga cara penulisan yang benar. Contohnya untuk bahasa Jawa, <em>madhangi<\/em> dengan <em>madangi<\/em> itu jelas beda. Atau <em>menda<\/em>, <em>m\u00e8nda<\/em>, dan <em>mendha<\/em> itu tiga kata yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Lah, kok jadi sudah\nsekali pelayanan ini. Bukan susah, tetapi tentang memberikan yang\nterbaik dalam pelayanan kita. Itulah kira-kira yang harus Anda\npersiapkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, sekarang masuk\nkepada saat kebaktian berlangsung. \n<\/p>\n\n\n\n<p>Batas aman Anda\ndatang ke gereja Anda adalah maksimal 30 menit sebelum kebaktian\ndimulai. Jika kurang dari itu, sebenarnya Anda sudah masuk dalam\nhitungan terlambat. 30 menit adalah batas aman menghidupkan komputer,\nmembuka aplikasi, memastikan semua teks sudah siap. Itupun jika tidak\nada masalah dengan komputer dan aplikasi yang Anda gunakan. Belum\nlagi jika tugas Anda termasuk menghidupkan LCD Projector.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikutnya, saya\nsarankan jangan ajak siapapun masuk ke dalam ruangan operator\nproyektor. Ini kalau di gereja Anda ada ruangan khusus untuk operator\nproyektor. Jika ruangan operator proyektor masih gabung dengan yang\nlain, misal operator sound system, atau bahkan ada di ruang\nkebaktian, saya hanya ingin memastikan Anda fokus dengan tugas Anda.\nJangan banyak ngobrol apalagi bercanda. \n<\/p>\n\n\n\n<p>Begini, sangat mengganggu kebaktian kalau Anda salah menampilkan lagu, atau salah menampilkan bait lagu, atau terlambat menampilkan teks lagu. Benar, itu sangat mengganggu. Anda pasti sudah tahu bahwa LCD proyector itu punya <em>lag time<\/em>, memang sih tergantung kualitas mesinnya dan kabelnya. Apalagi kalau ruang kebaktian Anda membutuhkan kabel LCD yang panjang. Sudah ada <em>lag time<\/em>, Anda terlambat memunculkan teks lagu. Sekali lagi saya tuliskan, hal macam ini sangat menganggu atmosfer kebaktian.<\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan Anda mengetahui benar urut-urutan lagu, pengulangan lagu di mana, jika memungkinkan cermati kode dari <em>Worship Leader<\/em> atau pemimpin kebaktian. Jika pengkhotbah atau pendeta di gereja Anda terbiasa membuat presentasi khotbah, pastikan Anda sudah membacanya terlebih dahulu, paling tidak Anda tahu persis garis besar urutannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang sesungguhnya\ningin saya tekankan adalah pelayanan operator proyektor ini\nsesungguhnya selain penting juga cukup kompleks. Saya berharap Anda\nmengasihi Tuhan dengan mengerjakan yang terbaik dalam pelayanan ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya tambahkan sedikit berdasarkan pengalaman saya menjadi operator proyektor. Di pelayanan saya yang terdahulu, posisi operator LCD itu ada di depan jemaat, di mana operator bisa melihat langsung jemaat dan jemaat bisa melihat langsung operator. Bisa Anda bayangkan, jika ada kesalahan atau keterlambatan tampilan di LCD, mata jemaat akan langsung memandang operator, dan operator langsung bisa melihat tatapan jemaat, Di satu sisi bisa jadi \u201cintimidasi\u201d, tapi di sisi lain itu bisa jadi sebuah kendali yang baik. Intinya, fokus adalah hal penting dalam pelayanan seorang operator proyektor.<\/p>\n\n\n\n<p>Dulu, kadang karena kesibukan, gembala kami tidak sempat mempersiapkan presentasi khotbah. Yang saya lakukan adalah selama beliau berkhotbah, saya mengetikkan poin-poin khotbah dan menampilkannya langsung ke LCD. Termasuk mengetikkan kalimat-kalimat penting yang ditekankan dalam khotbah. Tentu tidak mudah, karena selain harus mendengar sambil menyimak, Anda harus mengetik tanpa ketinggalan alur khotbah. Jangan lakukan ini jika kultur di gereja Anda tidak memungkinkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhirnya, jika Anda melakukan kesalahan saat menjadi operator proyektor di sebuah kebaktian, tidak ada yang lebih indah selain mengatakan maaf kepada Worship Leader, atau pendeta, atau pemimpin kebaktian, atau koordinator pelayanan, setelah kebaktian usai.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya rasa lebih baik\nada yang mengatakan ini secara terbuka kepada Anda, daripada Anda\nmendengar ada yang berbisik-bisik di belakang Anda.<\/p>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sudahlah, jangan banyak kritik operator LCD, toh Anda lebih sering ada di mimbar \u2018kan? Nah, di sini salahnya. Pertama, benar saya sering ada di mimbar, dan karena itu saya tahu&#8230; <a href=\"https:\/\/martianuswb.com\/?p=5769\">Read more &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[1264,1],"tags":[82,2183,2182,2185,2184],"class_list":["post-5769","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kekristenan","category-lain","tag-gereja","tag-lcd","tag-operator","tag-projector","tag-proyektor"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5769","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5769"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5769\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5770,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5769\/revisions\/5770"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5769"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5769"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5769"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}