{"id":5097,"date":"2011-10-25T05:26:28","date_gmt":"2011-10-24T22:26:28","guid":{"rendered":"http:\/\/sinaulinux.martianuswb.com\/?p=1067"},"modified":"2011-10-25T05:26:28","modified_gmt":"2011-10-24T22:26:28","slug":"bercinta-dengan-ubuntu-11-10-bagian-1-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/martianuswb.com\/?p=5097","title":{"rendered":"Bercinta dengan Ubuntu 11.10 (bagian 1)"},"content":{"rendered":"<p>Ini adalah sharing pengalaman satu minggu bersama dengan Ubuntu 11.10 setelah peluncurannya tanggal 13 Oktober 2011 yang lalu.<\/p>\n<p><span style=\"text-decoration: underline;\"><strong>1. Mengunduh installer dan membuat Live-USB<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Tentunya harus punya installer Ubuntu 11.10 kan, maka ya saya unduh langsung dari websitenya Ubuntu. Bentuk file installernya adalh ISO, jadi dengan UNetbootin saya masukkan ke flash disk untuk membuat Live USB Ubuntu 11.10. Caranya? Sudah saya tulis <em><strong><a href=\"http:\/\/sinaulinux.martianuswb.com\/?p=1045\" target=\"_blank\">di sini<\/a><\/strong><\/em>, baca saja ya.<\/p>\n<p><span style=\"text-decoration: underline;\"><strong>2. Menginstall Ubuntu 11.10<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Untuk yang ini, silakan googling saja ya. Ada banyak tulisan yang menjelaskan cara install Ubuntu 11.10. Kalau Anda terbiasa dengan Win****, Anda bisa menggunakan versi Wubi, dan menginstall Ubuntu persis seperti menginstall aplikasi biasa under Win****.<\/p>\n<p>Bagi yang sudah memakai Ubuntu 11.04, disediakan pilihan instalasi upgrade, artinya file-file Home dan aplikasi lama Anda masih bisa digunakan di Ubuntu 11.10. Karena saya sudah mem-back-up folder Home, dan ada banyak program di Ubuntu 11.04 yang tidak lagi saya butuhkan, saya memilih clean install.<\/p>\n<p><span style=\"text-decoration: underline;\"><strong>3. Koneksi internet dan menginstal modem<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Meskipun Anda bisa menggunakan Ubuntu tanpa koneksi internet, tetapi jika Anda serius menjalin hubungan yang serius (#eaaa) dengan Ubuntu, saya sarankan untuk mempunyai koneksi internet. Selain mempermudah instalasi aplikasi juga sangat berfungsi dalam hal update aplikasi dan security system. Nah, saya punya tulisan sebelumnya tentang ini, silakan baca <em><strong><a href=\"http:\/\/sinaulinux.martianuswb.com\/?p=838\" target=\"_blank\">di sini<\/a><\/strong><\/em> ya.<\/p>\n<p><span style=\"text-decoration: underline;\"><strong>4. Memilih repositori lokal<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Apa itu repositori? Repositori adalah kumpulan aplikasi untuk Ubuntu yang diletakkan dalam suatu server dengan menggunakan prinsip komputasi awan (cloud-computing). Bagi pengalaman sedikit ya. Pada awalnya saya lupa melakukan ini dan tetap menggunakan Main Server Ubuntu, dan untuk menginstall aplikasi sangat lambat, mungkin juga karena sedang banyak yang mengakses Main Server-nya Ubuntu, akhirnya saya ubah ke server kambingui dan lancar jaya. Caranya gampang kok.<\/p>\n<p>Masuk ke <span style=\"color: #ff0000;\"><em><strong>Ubuntu Software Center<\/strong><\/em><\/span>, lalu klik <span style=\"color: #ff0000;\"><em><strong>Edit &gt; Software Sources &#8230;.<\/strong><\/em><\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1068\" title=\"Software Sources_001\" alt=\"\" src=\"http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2011\/10\/Software-Sources_001.png\" width=\"450\" height=\"361\" \/><\/p>\n<p>Klik pada bagian <span style=\"color: #ff0000;\"><em><strong>Download from<\/strong><\/em>:<\/span> lalu pilih <span style=\"color: #ff0000;\"><em><strong>Other<\/strong><\/em><\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1069\" title=\"Choose a Download Server_002\" alt=\"\" src=\"http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2011\/10\/Choose-a-Download-Server_002.png\" width=\"450\" height=\"316\" \/><\/p>\n<p>Cari negara Indonesia, kemudian pilih server yang berlokasi paling dekat dengan Anda, kemudian klik <em><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Choose Server.<\/span><\/strong><\/em> Gampang kan?<\/p>\n<p><span style=\"text-decoration: underline;\"><strong>5. Install apt-fast<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Ini adalah aplikasi untuk mempercepat download dan install aplikasi. Caranya masuk dulu ke Terminal (<span style=\"color: #ff0000;\"><em><strong>Ctrl + Alt + T<\/strong><\/em><\/span>), kemudian masukkan perintah berikut:<\/p>\n<blockquote><p>sudo add-apt-repository ppa:tldm217\/tahutek.net<br \/>\nsudo apt-get update<br \/>\nsudo apt-get install apt-fast<\/p><\/blockquote>\n<p>Maka, Anda akan melihat proses download aplikasi berjalan lebih cepat. Dengan ini, semua perintah apt-get di Terminal bisa diganti dengan perintah apt-fast. Tulisan saya sebelumnya tentang apt-fast bisa dibaca <span style=\"color: #ff0000;\"><em><strong><a href=\"http:\/\/sinaulinux.martianuswb.com\/?p=724\" target=\"_blank\"><span style=\"color: #ff0000;\">di sini<\/span><\/a><\/strong><\/em><\/span>.<\/p>\n<p><span style=\"text-decoration: underline;\"><strong>6. Install Synaptic Package Manager<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Di Ubuntu 11.10, Synaptic Package Manager sudah digantikan dengan Ubuntu Software Center. Lho, kalau begitu apa gunanya mengintal Synaptic Package Manager? Saya merasa lebih nyaman menggunakan Synaptic Package Manager sih :))<\/p>\n<p>Caranya mudah sekali, masuk ke Ubuntu Software Center, di kolom search masukkan Synaptic Package Manager, lalu tinggal install.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1070\" title=\"Ubuntu Software Center_003\" alt=\"\" src=\"http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2011\/10\/Ubuntu-Software-Center_003.png\" width=\"450\" height=\"327\" \/><\/p>\n<p>Okay, sampai di sini dulu ya, besok saya teruskan di postingan berikutnya.<\/p>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ini adalah sharing pengalaman satu minggu bersama dengan Ubuntu 11.10 setelah peluncurannya tanggal 13 Oktober 2011 yang lalu. 1. Mengunduh installer dan membuat Live-USB Tentunya harus punya installer Ubuntu 11.10&#8230; <a href=\"https:\/\/martianuswb.com\/?p=5097\">Read more &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4491,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[1407],"tags":[1444,1741,1836,1904,1940],"class_list":["post-5097","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ubuntu","tag-apt-fast","tag-modem","tag-repositori-lokal","tag-synaptic-package-manager","tag-ubuntu-11-10"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5097","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5097"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5097\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4491"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5097"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5097"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5097"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}