{"id":3965,"date":"2016-07-02T20:29:53","date_gmt":"2016-07-02T13:29:53","guid":{"rendered":"http:\/\/martianuswb.com\/?p=3965"},"modified":"2016-07-02T20:29:53","modified_gmt":"2016-07-02T13:29:53","slug":"musafir-dan-musafir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/martianuswb.com\/?p=3965","title":{"rendered":"Musafir dan musafir"},"content":{"rendered":"<p>Satu bulan ini, kami dan kawan-kawan komsel sedang belajar dan bergumul tentang topik &#8220;Menumpang di Bumi&#8221;. Saya teringat kepada lagu berjudul Musafir. Nah, saya menemukan dua lagu berjudul yang sama ini. Kita perhatikan ya.<\/p>\n<p>Musafir yang pertama dinyanyikan oleh Panbers.<\/p>\n<p>https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=vd_RfhDz7A4<\/p>\n<blockquote><p><span style=\"color: #0000ff;\"><em><span id=\"line_1\" class=\"lirik_line\">Tiada tujuan yang kau harap<br \/>\n<\/span><span id=\"line_2\" class=\"lirik_line\">Mata angin tak kau hiraukan<br \/>\n<\/span><span id=\"line_3\" class=\"lirik_line\">Ke barat kau melangkah<br \/>\n<\/span><span id=\"line_4\" class=\"lirik_line\">Ke timur juga kau tuju<br \/>\n<\/span><span id=\"line_5\" class=\"lirik_line\">Ke utara kau pergi<br \/>\n<\/span><span id=\"line_6\" class=\"lirik_line\">Ke selatan pun engkau berlari<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><em><span id=\"line_7\" class=\"lirik_line\">Reff:<br \/>\nMusafir, hidupmu bebas tiada ikatan<br \/>\n<\/span><span id=\"line_8\" class=\"lirik_line\">Musafir, berkelana sepanjang waktu<br \/>\n<\/span><span id=\"line_9\" class=\"lirik_line\">Musafir, apakah yang engkau cari?<br \/>\n<\/span><span id=\"line_10\" class=\"lirik_line\">Musafir, apakah arti hidupmu?<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><em><span id=\"line_11\" class=\"lirik_line\">Tiada siang maupun malam<br \/>\n<\/span><span id=\"line_12\" class=\"lirik_line\">Kau pergi sekehendak hatimu<\/span><\/em><\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Musafir yang satunya diperkenalkan oleh Pdt. Erastus Sabdono<\/span><\/p>\n<p>https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=lWL1oo2BjZE<\/p>\n<blockquote><p><span style=\"color: #0000ff;\"><em>Adalah kisah sebuah perjalanan<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"><em> ke negeri yang indah yang dijanjikan<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"><em> Lewati lembah gersangnya padang<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"><em>o&#8217; berat dan sukar lorong-lorongnya<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><em> Seorang musafir di tengah perjalanan<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"><em> tertatih langkahnya bersimbah peluh<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"><em>Masihkah jauh, lirih bisiknya<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"><em> hati s&#8217;makin rindu sampai ke sana<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\"><em> Musafir itu kau dan aku<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"><em> terpanggil dalam kemuliaan-Nya<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"><em> Janji Tuhanku bawa &#8216;ku ke sana<\/em><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #0000ff;\"><em> di belakang langit biru<\/em><\/span><\/p><\/blockquote>\n<p>Tidak untuk menunjukkan mana lagu yang lebih benar, tetapi kita bisa belajar dari dua lagu ini. Panbers punya tafsiran atas sosok seorang musafir, demikian juga Pdt. Erastus Sabdono. Pilihannya adalah, sosok musafir seperti apa yang kita pilih.<\/p>\n<p>Apa itu musafir? KBBI menjelaskan sebagai orang yang bepergian meninggakan negerinya, atau pengembara. Alkitab Perjanjian Baru menggunakan kata <em><strong>parapidemos<\/strong><\/em> yang oleh kamus Strong didefinisikan sebagai:<\/p>\n<ol>\n<li>one who comes from a foreign country into a city or land to reside there by the side of the natives<\/li>\n<li>a stranger<\/li>\n<li>sojourning in strange place, a foreigner<\/li>\n<li>in the New Testament metaphorically in reference to heaven as the native country, one who sojourns on earth<\/li>\n<\/ol>\n<p>Bisa dibaca dalam Ibrani 12:13. Dalam konsep Perjanjian Baru, kita ini singgah di bumi, Surgalah tempat tinggal kita yang sebenarnya. Di sini, kita hanyalah musafir.<\/p>\n<p>Dalam lagu Panbers, musafir itu tidak punya tujuan. Sementara Pdt. Erastus menunjukkan bahwa musafir punya tujuan, yaitu negeri yang indah yang dijanjikan-Nya di belakang langit biru.<\/p>\n<p>Oleh Panbers, musafir digambarkan hidup bebas tanpa ikatan, bahkan disebutkan sekehendak hatinya sendiri. Sementara Pdt. Erastus menggambarkan kemusafiran sebagai hidup penuh perjuangan yang bersimbah peluh, tidak mudah dan panjang waktunya.<\/p>\n<p>Sekali lagi, pilihannya ada pada kita, musafir seperti apakah kita ini? Apakah kita tahu kota tujuan kemusafiran kita? Apa yang kita kerjakan dan perjuangkan sepanjang hidup kemusafiran ini?<\/p>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Satu bulan ini, kami dan kawan-kawan komsel sedang belajar dan bergumul tentang topik &#8220;Menumpang di Bumi&#8221;. Saya teringat kepada lagu berjudul Musafir. Nah, saya menemukan dua lagu berjudul yang sama&#8230; <a href=\"https:\/\/martianuswb.com\/?p=3965\">Read more &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[288],"tags":[1159,1262,1182,1263],"class_list":["post-3965","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan","tag-erastus-sabdono","tag-menumpang","tag-musafir","tag-panbers"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3965","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3965"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3965\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3967,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3965\/revisions\/3967"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3965"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3965"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3965"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}