{"id":2901,"date":"2013-11-14T22:29:11","date_gmt":"2013-11-14T15:29:11","guid":{"rendered":"http:\/\/martianuswb.com\/?p=2901"},"modified":"2013-12-15T16:42:42","modified_gmt":"2013-12-15T09:42:42","slug":"ati-kang-sareh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/martianuswb.com\/?p=2901","title":{"rendered":"Ati kang sar\u00e8h"},"content":{"rendered":"<p>Kemarin saya tuliskan tweet berseri tentang \u201cAti kang sar\u00e8h\u201d. Bisa dibaca <a href=\"https:\/\/twitter.com\/martianuswb\/timelines\/400679863419285504\" target=\"_blank\">di sini<\/a>.<\/p>\n<p>Sekarang saya akan menuliskannya dengan lebih lengkap.<\/p>\n<blockquote><p><span style=\"color: #0000ff;\">Ati kang sar\u00e8h iku nyegerak\u00e9 awak, nanging watak drengki iku ngroposak\u00e9 balung<\/span>.<sup>[<a href=\"#ati-kang-sareh-n-1\" class=\"footnoted\" id=\"to-ati-kang-sareh-n-1\">1<\/a>]<\/sup><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\">Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.<\/span><sup>[<a href=\"#ati-kang-sareh-n-2\" class=\"footnoted\" id=\"to-ati-kang-sareh-n-2\">2<\/a>]<\/sup><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff;\">A sound heart is the life of the flesh but envy the rottenness of the bones.<\/span><sup>[<a href=\"#ati-kang-sareh-n-3\" class=\"footnoted\" id=\"to-ati-kang-sareh-n-3\">3<\/a>]<\/sup><\/p><\/blockquote>\n<p>Yakin, kalau diminta berkhotbat dalam bahasa Jawa, persiapannya bisa satu bulan. Lebih mudah mengartikan satu kata dalam bahasa Yunani, daripada memaknai sebuah kata dalam bahasa Jawa. Kamus biblika Yunani mudah kita temukan dan digunakan, untuk kamus bahasa Jawa, masih belum ada yang bisa menyusunnya dengan lengkap.<\/p>\n<p>Kalau Amsal 17:22 kan sudah cukup terkenal,<span style=\"color: #0000ff;\"><em> \u201cHati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang\u201d<\/em><\/span>. Nah, yang Amsal 14:30 ini saya yakin tidak banyak yang memperhatikan. Saya sudah belasan kali menyelesaikan pembacaan Alkitab, baru kali ini tertumbuk dengan ayat satu ini.<\/p>\n<p>Maka, memaknai \u201cati kang sar\u00e8h\u201d ini terbukti sukar. Saya bertanya kepada orang-orang yang paham bahasa Jawa, dan ditemukan banyak makna. Terjemahan Alkitab bahasa Indonesia sebagai \u201chati yang tenang\u201d kurang mencukupi maknanya. Orang Jawa memaknai \u201cati kang sar\u00e8h\u201d lebih dalam daripada sekedar hati yang tenang.<\/p>\n<p>Terjemahan bahasa Inggrisnya memaknainya sebagai kondisi mental dan pikiran yang sehat. Kalau dalam bahasa Ibrani digunakan kata <span style=\"color: #ff0000;\"><em><strong>marpe&#8217;<\/strong><\/em><\/span>. Konteksnya dipakai untuk menunjuk kesembuhan setelah sakit, mungkin pas dibahasakan sebagai hati yang dipulihkan. Secara kiasan bisa juga dimaknai sebagai hati yang mengalami pelepasan; atau hati yang tidak tercemari hal-hal negatif.<\/p>\n<p>\u201cAti kang sar\u00e8h\u201d itu selain bermakna hati yang tenang, bisa juga diartikan sebagai sikap hati yang sabar, tidak terpancing emosi, tidak mudah emosi, tidak grusa-grusu, teduh, mengambil keputusan dengan bijak. Sebuah kondisi hati yang luar biasa, dan sekaligus tidak mudah untuk digapai.<\/p>\n<p>Oleh penulis Amsal ini, dikontradiksikan dengan watak drengki. Bukan sekedar iri hati, tetapi memang sudah watak atau karakter yang senang iri. <span style=\"color: #ff0000;\"><em><strong>Qin&#8217;ah<\/strong> <\/em><\/span>kalau bahasa Ibraninya; dengki, iri, cemburu.<\/p>\n<p>Saya menyimpulkan, kalau dalan konsep Perjanjian Baru, \u201cAti kang sar\u00e8h\u201d itu sepertinya gabungan antara <a title=\"Berbuah: damai sejahtera\" href=\"http:\/\/martianuswb.com\/?p=1839\" target=\"_blank\"><em><strong>eirene<\/strong><\/em><\/a>, <a title=\"Berbuah: kesabaran\" href=\"http:\/\/martianuswb.com\/?p=1851\" target=\"_blank\"><em><strong>makrothumia<\/strong><\/em><\/a>, dengan <a title=\"Berbuah: penguasaan diri\" href=\"http:\/\/martianuswb.com\/?p=1924\" target=\"_blank\"><strong><em>egkrateia<\/em><\/strong><\/a>. Apa itu? Ah, cari sendiri saja ya, tinggal klik \ud83d\ude42<\/p>\n<p>Jadi, apakah kita punya \u201cAti kang sar\u00e8h\u201d?<\/p>\n\n<ol class=\"footnotes\">\n\t<li class=\"footnote\" id=\"ati-kang-sareh-n-1\"><strong><sup>[1]<\/sup><\/strong>Wulang Bebasan 14:30<a class=\"note-return\" href=\"#to-ati-kang-sareh-n-1\">&#x21A9;<\/a><\/li>\n\t<li class=\"footnote\" id=\"ati-kang-sareh-n-2\"><strong><sup>[2]<\/sup><\/strong>Amsal 14:30<a class=\"note-return\" href=\"#to-ati-kang-sareh-n-2\">&#x21A9;<\/a><\/li>\n\t<li class=\"footnote\" id=\"ati-kang-sareh-n-3\"><strong><sup>[3]<\/sup><\/strong>Provebs 14:30<a class=\"note-return\" href=\"#to-ati-kang-sareh-n-3\">&#x21A9;<\/a><\/li><\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemarin saya tuliskan tweet berseri tentang \u201cAti kang sar\u00e8h\u201d. Bisa dibaca di sini. Sekarang saya akan menuliskannya dengan lebih lengkap. Ati kang sar\u00e8h iku nyegerak\u00e9 awak, nanging watak drengki iku&#8230; <a href=\"https:\/\/martianuswb.com\/?p=2901\">Read more &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2902,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[288],"tags":[817,814,251,815,816],"class_list":["post-2901","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan","tag-amsal-1430","tag-ati","tag-hati","tag-sareh","tag-tenang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2901","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2901"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2901\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3248,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2901\/revisions\/3248"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2902"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2901"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2901"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2901"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}