{"id":2086,"date":"2012-05-03T22:36:23","date_gmt":"2012-05-03T15:36:23","guid":{"rendered":"http:\/\/martianuswb.com\/?p=2086"},"modified":"2012-05-03T22:36:23","modified_gmt":"2012-05-03T15:36:23","slug":"nepios","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/martianuswb.com\/?p=2086","title":{"rendered":"Nepios"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignright size-full wp-image-1125\" title=\"reading-bible-blue\" src=\"http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2011\/04\/reading-bible-blue.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"132\" \/>Pasti pernah mendengar pernyataan, \u201cmenjadi tua itu alami, menjadi dewasa itu pilihan\u201d. Dalam kekristenan Alkitab jelas menunjukkan bahwa kita harus bertumbuh menjadi dewasa. Meskipun kedewasaan rohani tidak selalu berbanding lurus dengan usia kita, Alkitab menyiratkan bahwa seharusnya dengan bertambahnya usia kita, maka bertambah pula kedewasaan kita.<\/p>\n<p>Bagaimana kedewasaan yang dimaksudkan di dalam Alkitab. Saya akan menjelaskan dari sudut pandang kontradiksinya. Ketika menuntut kedewasaan, Alkitab seringkali melawankannya dengan anak-anak.<\/p>\n<p>Di dalam Perjanjian Baru, ada beberapa kata yang digunakan untuk menunjuk anak.<\/p>\n<ul>\n<li>Kata \u201cteknon\u201d dipakai untuk menunjuk anak-anak, tanpa memandang jenis kelaminnya.<\/li>\n<li>Kata \u201chuios\u201d dipakai untuk merujuk kepada anak laki-laki.<\/li>\n<li>Kata \u201ctugather\u201d dipakai untuk menunjuk anak perempuan.<\/li>\n<li>Kata \u201cnothos\u201d sering dipakai untuk menggantikan posisi anak haram atau anak gampang.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Nah, sementara saat menunjuk anak-anak sebagai lawan dari kedewasaan, digunakan kata \u201c<span style=\"color: #ff0000;\"><em><strong>nepios<\/strong><\/em><\/span>\u201d, yang berarti \u201ctidak dewasa, kekanak-kanakan, dangkal\u201d. Kata nepios ini tidak mengacu kepada anak-anak dari segi usia, tetapi dari sisi mental. Nepios adalah orang-orang yang memilih untuk tidak menjadi dewasa. Untuk memperjelasnya, Alkitab juga menggunakan satu kata yang lain sebagai lawan dari nepios, yaitu \u201c<span style=\"color: #ff0000;\"><em><strong>paidion<\/strong><\/em><\/span>\u201d. Kata paidion ini menunjuk kepada anak-anak usia belajar, yang siap untuk belajar dan diajar.<\/p>\n<p>Dulu saya berpikir, asal ada nutrisi yang baik, lingkungan yang sehat, maka setiap anak pasti akan otomatis bertumbuh dewasa. Rupanya Alkitab tidak menyatakan demikian. Ada orang yang memilih menjadi paidion, tetapi ada juga yang memilih untuk menjadi nepios.<\/p>\n<p>Bagaimana seorang nepios itu ditunjukkan dalam rangkaian ayat 1 Korintus 3:1-4; Ibrani 5:11-14; Efesus 4:14-15.<\/p>\n<p>Dari 1 Korintus 3:1-4, rasul Paulus menyamakan orang Kristen yang tidak dewasa itu dengan \u201cmanusia duniawi\u201d. Bagi Paulus, manusia rohani adalah mereka yang dewasa di dalam Kristus, yang dapat menerima makanan keras. Sementara mereka yang tidak dewasa di dalam Kristus dicirikan dengan iri hati dan perselisihan. Bukannya mencari kebenaran yang sejati, manusia duniawi ini lebih senang mempertengkarkan siapa \u201cpendetanya\u201d, siapa yang lebih baik.<\/p>\n<p>Di Efesus 4:14-15 kita jelas melihat bahwa nepios tidak berpegang teguh kepada kebenaran, dan mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran.<\/p>\n<p>Sementara Ibrani 5:11-14, menyimpulkan sekali lagi bahwa nepios belum siap dengan makanan keras, akibatnya tidak mengenali kebenaran, dan implikasinya adalah tidak terlatih membedakan yang baik dari yang jahat.<\/p>\n<p>Maka, berhentilah menjadi nepios, bertumbuhlah menjadi paidion, dewasa di dalam Kristus.<\/p>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasti pernah mendengar pernyataan, \u201cmenjadi tua itu alami, menjadi dewasa itu pilihan\u201d. Dalam kekristenan Alkitab jelas menunjukkan bahwa kita harus bertumbuh menjadi dewasa. Meskipun kedewasaan rohani tidak selalu berbanding lurus&#8230; <a href=\"https:\/\/martianuswb.com\/?p=2086\">Read more &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1125,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[288],"tags":[500,501,505,503,507,502,504,506],"class_list":["post-2086","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan","tag-anak-anak","tag-dewasa","tag-huios","tag-nepios","tag-nothos","tag-paidion","tag-teknon","tag-tugather"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2086","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2086"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2086\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2087,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2086\/revisions\/2087"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1125"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2086"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2086"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2086"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}