{"id":1868,"date":"2012-01-07T19:28:12","date_gmt":"2012-01-07T12:28:12","guid":{"rendered":"http:\/\/martianuswb.com\/?p=1868"},"modified":"2013-11-25T20:07:25","modified_gmt":"2013-11-25T13:07:25","slug":"makna-sebuah-titipan-w-s-rendra","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/martianuswb.com\/?p=1868","title":{"rendered":"Makna sebuah titipan (W.S. Rendra)"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignright size-full wp-image-1297\" title=\"Glasses on Open Bible ca. 2001\" alt=\"\" src=\"http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2011\/07\/bible-study.jpg\" width=\"200\" height=\"139\" \/>Baru kali ini saya membaca puisi karya Rendra yang diberi judul &#8220;Makna Sebuah Titipan&#8221; ini, tetapi sungguh saya terperanjat. Rasanya puisi ini layak dan musti dibaca semua orang Kristen. Tetapi sebelumnya, baca dulu Matius 25:14-30 ya.<\/p>\n<blockquote><p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,<\/em><\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>bahwa sesungguhnya ini hanya titipan<\/em><\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>Bahwa mobilku hanya titipan-Nya, bahwa rumahku hanya titipan-Nya,<\/em><\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>bahwa hartaku hanya titipan-Nya<\/em><\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>Tetapi, mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?<\/em><\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya ini?<\/em><\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yg bukan milikku?<\/em><\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,<\/em><\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,<\/em><\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>kusebut dengan panggilan apa saja yang melukiskan bahwa itu adalah derita<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>Ketika aku berdoa, kuminta titipan yg cocok dengan hawa nafsuku,<\/em><\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>aku ingin lebih banyak harta, lebih banyak mobil, lebih banyak rumah,<\/em><\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>Seolah semua \u201cderita\u201d adalah hukuman bagiku<\/em><\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:<\/em><\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>\u201caku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,<\/em><\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>dan nikmat dunia kerap menghampiriku&#8221;<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih<\/em><\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>Kuminta Dia membalas \u201cperlakuan baikku\u201d dan<\/em><\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku,<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk<\/em><\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>beribadah\u2026<\/em><\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><strong><em>\u201cKetika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja\u201d<\/em><\/strong><\/span><\/p><\/blockquote>\n<p>Mari menguji diri dan hidup kita masing-masing, apakah kekristenan kita seperti yang digambarkan Rendra dalam puisinya di atas? Saya harap tidaklah demikian.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>&#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu&#8221; (Yohanes 6:26-27)<\/strong><\/span><\/p>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Baru kali ini saya membaca puisi karya Rendra yang diberi judul &#8220;Makna Sebuah Titipan&#8221; ini, tetapi sungguh saya terperanjat. Rasanya puisi ini layak dan musti dibaca semua orang Kristen. Tetapi&#8230; <a href=\"https:\/\/martianuswb.com\/?p=1868\">Read more &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1297,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[377],"tags":[404,405],"class_list":["post-1868","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kidung","tag-makna-sebuah-titipan","tag-rendra"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1868","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1868"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1868\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3056,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1868\/revisions\/3056"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1297"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1868"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1868"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1868"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}