Yudas Iskariot: penyesalan tanpa pertobatan (bagian 2)

Yudas Iskariot

Rasul yang satu ini memang dikenal sebagai ikon pengkhianatan, sebuah tindakan yang dipandang aib bagi kelompok manapun. Banyak yang bertanya-tanya apakah Tuhan Yesus tidak tahu bahwa orang ini akan mengkhinatinya. Tentu saja Tuhan tahu.

Tetapi, jangan menjadi salah mengerti bahwa sekalipun Tuhan tahu tentang pengkhianatan Yudas Iskariot sekali waktu kelak, Tuhan tidak pernah menetapkan bahwa Yudas Iskariot akan menjadi seorang yang mengkhianati Yesus. Saya tidak setuju jika dikatakan bahwa Tuhan memang sudah menetapkan/menakdirkan pengkhianatan Yudas Iskariot. Adalah benar bahwa ada nubuatan tentang pengkhianatan seorang sahabat Yesus, tetapi tidak menyebutkan Yudas Iskariot.

Katakanlah kalau Yudas Iskariot tidak tergoda oleh tipu daya bisikan iblis, bisa saja iblis akan membujuk sahabat Yesus yang lain. Kematian Tuhan Yesus adalah hal yang pasti terjadi, tetapi siapa yang mengkhianati Dia tidak pernah ditetapkan Tuhan. Yudas bisa memilih tetap setia, tetapi sayangnya dia memilih 30 keping uang perak itu.

Menurut saya, kejatuhan terbesar Yudas Iskariot bukanlah saat dia mengkhianati Tuhan Yesus, melainkan saat dia memutuskan mengakhiri hidupnya sendiri. Ingat, bahwa Yudas Iskariot pun pada akhirnya menyesali apa yang telah dilakukannya, dia berusaha mengembalikan uang suap yang diterimanya. Sayangnya penyesalan ini hanya penyesalan tanpa pertobatan.

Apa bedanya pengkhianatan Yudas Iskariot dengan penyangkalan yang dilakukan oleh Simon Petrus? Mungkin akhir hidup Yudas Iskariot akan berbeda jika dia memilih langkah seperti Petrus, menyesal dan kemudian bertobat dari kesalahannya. Saya kok yakin, sebagaimana Tuhan Yesus menerima pertobatan Simon Petrus, seandainya Yudas melakukan hal yang sama, pasti Tuhan menerimanya dengan penuh kasih.

Pertobatan adalah pengakuan bersalah disertai dengan komitmen tidak akan melakukannya lagi. Penyesalan tanpa pertobatan hanyalah kesia-siaan belaka.

2 responses

  1. sekadar igin menambahkan pengetahuan.. jadi jika begitu hujah pak, apa ka yg dimaksudkan dalam ayat yang berbunyi seperti ini “kecuali dia yg sudh ditetapkan untuk diserahkan kepada Iblis”??..dalam Lukas 22:3 “maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang daripada kedua belas murid itu” kerana menurut saya, Yudas bukan lagi mengawal dirinya sendiri tetapi dia sedang dikawal oleh Iblis, jadi ini bermakna dia ini memang ditakdirkan untuk melalui semua ini??,…jadi gimana ini pak?

    • Dari Yohanes 17:12 dan Lukas 22:3, ya?
      Dalam hal ini saya berbeda pendapat dengan banyak pengkhotbah dan penafsir Alkitab. Kalaupun ada pernyataan “ditetapkan untuk diserahkan kepada iblis”, tidak menunjukkan dengan jelas kepada Yudas Iskariot. Kalau dikatakan Yudas dimasuki iblis, Yudas memiliki kuasa untuk memilih apakah dia akan menyerahkan Tuhan Yesus atau tadak. Silakan baca tulisan saya tentang exousia http://martianuswb.com/?p=2859
      Benar bahwa ada nubuatan kalau salah satu sahabat Tuhan Yesus akan mengkhianati Dia, tetapi ada dua belas sahabat-Nya waktu itu. Bisa saja salah satu di antara mereka, bisa Yudas atau yang lainnya. Waktu iblis menggoda pemikiran Yudas, “kebetulan” dialah yang terjatuh. Ingat bahwa Alkitab menuliskan bahwa kerinduan Bapa adalah tidak ada satupun yang binasa. Akan menjadi kontradiksi kalau ada yang ditetapkan untuk binasa. Maka penafsiran “ditetapkan untuk binasa” yang menunjuk kepada Yudas Iskariot saya rasa tidaklah tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


five × = 20