Warisan gereja perdana (bagian #4): “Bertekun dalam pengajaran”

Gereja Perdana

Saya melanjutkan salah satu seri tulisan yang sempat terbengkelai dalam waktu yang panjang, yaitu seri “Gereja mula-mula”, yang sekarang saya tulis sebagai seri “Warisan gereja perdana”. Dalam tulisan-tulisan terdahulu saya selalu mengawali judulnya dengan tulisan “Warisan gereja mula-mula bagi gereka modern”. Jangan bingung antara istilah gereja mula-mula dengan gereja perdana. Gereja mula-mula banyak kita jumpai dalam tulisan-tulisan lama. Dalam istilah yang lebih modern digunakan frase gereja perdana.

Saya tidak setuju jika dikatakan bahwa gereja masa kini harus mempunyai ciri-ciri seperti gereja perdana. Ada banyak konteks yang berbeda, jurang waktu dan budaya yang berbeda pada saat itu dengan zaman sekarang. Tetapi, saya sangat meyakini bahwa gereja perdana meninggalkan warisan yang sangat berharga bagi gereja modern, dan karenanya saya berani mengatakan bahwa seharusnya setiap gereja modern menjadikan gereja perdana sebagai modelnya.

Warisan berikutnya dari gereja perdana bagi gereja modern bisa kita baca dalam Kisah Para Rasul 2:42, “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul ….”. Ini ciri gereja dan orang Kristen sejati, yaitu kerinduan dan komitmen yang kuat akan pengajaran yang murni. Bertekun (proskartereo) menunjukkan sebuah kesetiaan terhadap aktivitas yang rutin dikerjakan.

Ingat bahwa pada masa gereja perdana, belum ada catatan tertulis tentang Yesus Kristus dan kebenaran-Nya. Injil Markus yang merupakan tulisan pertama baru ditulis sekitar tahun 70. Jadi, satu-satunya sumber adalah para rasul sendiri.

Gereja modern memiliki masalah sendiri dengan “rasul-rasul”, karena banyak yang mengaku sebagai “rasul” tetapi tidak mengajarkan pengajaran yang benar dan murni tentang Kristus. Karena itu ada sumber tertulis bagi gereja modern, yaitu Alkitab itu sendiri.

Maka, saya menuliskan bahwa salah satu warisan gereja perdana bagi gereja modern adalah ketekunan dalam pengajaran, pengajaran yang benar dan murni. Karena itu, saya mengajak kita semua umat Kristen, untuk setia dan berkomitmen mengejar pengajaran yang benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


three + = 12