Tuntunan Tuhan tiada beralih

Glasses on Open Bible ca. 2001

Saat kita mempelajari perjalanan bangsa Israel di padang gurung, kita akan menemui prinsip-prinsip penting bagaimana mengalami tuntunan Tuhan.

TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam. Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu (Keluaran 13:21-22)

Pertama, tuntunan Tuhan itu sesungguhnya berlaku siang dan malam. Tuntunan Tuhan tidak akan pernah beralih dari orang-orang pilihan-Nya. Tidak pernah sekalipun Tuhan menjerumuskan kita. Kalaupun Dia membawa kita melalui gunung-gunung terjal atau lembah yang gersang, perhatikan kembali 1 Korintus 10:13 “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Tuhan setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya”. Kunci dari mengalami tuntunan Tuhan adalah siap mendengar dan tunduk.

Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Tuhan tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Tuhan: “Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir.” Tetapi Tuhan menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau (Keluaran 13:17)

Kedua, Tuhan sangat mengerti siapa saya dan siapa Anda. Dia tidak akan mengambil jalan yang paling dekat atau jalan yang paling mudah, jika jalan itu tidak sesuai dengan kita. Dia tidak akan pernah menuntun kita melalui jalan yang membuat kita berpaling daripada-Nya. Jika Anda menemui jalan-jalan yang lebih panjang atau lebih sukar, itu artinya jalan yang pendek dan yang mudah tidak sesuai bagi Anda di pemandangan Tuhan.

Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir (Keluaran 13:18)

Keempat, tuntunan Tuhan selalu berarti pelatihan. Dia akan membawa Anda ke tempat di mana otot-otot iman Anda dilatih, di mana penyerahan Anda dipertajam, di mana ketundukan Anda dikembangkan. Israel dilatih berperang, Israel dilatih imannya, Israel dilatih penyerahannya. Bahkan Roh Kudus sendiri menuntun Tuhan Yesus ke padang gurun untuk dicobai (Matius 4:1). Perhatikan baik-baik, selagi kita mengalami tuntunan Tuhan, hal itu sekaligus pelatihan bagi roh kita untuk semakin kuat di dalam Dia.

Kelima, Tuntunan Tuhan berari pertolongan “pada waktunya”, baca Keluaran 15:22-27. Saat kita memerlukan sesuatu, Tuhan memberikan pertolongan tepat pada waktunya. Tidak ada gunanya menggerutu dan bersungut-sungut asalkan kita bersabar menunggu waktu Tuhan. Bila kita siap percaya, kita juga siap menunggu waktu-Nya.

Keenam, seterusnya kalau kita cermati kita Keluaran, kita akan mendapati bahwa penyertaan Tuhan berarti persediaan yang “secukupnya”. Berkelimpahan atau tidak itu beda urusannya, tetapi selama kita berada di dalam tuntunan Tuhan tidak akan pernah ada yang namanya kekurangan.

Ketujuh, tuntunan Tuhan juga berarti penjagaan, perlindungan, dan kemenangan. Kalau kita baca dalam 2 Raja-raja 6:8-17, kita akan menemui bahwa tuntunan Tuhan selalu mencegah kita terjerumus dalam “kemah musuh”, dan itu tidak hanya berlaku sekali atau dua kali saja, sekali lagi kunci dari mengalami tuntunan Tuhan adalah mendengar suara-Nya dan tunduk kepada-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


+ 9 = eleven