Pandangan Alkitab tentang homoseksualitas, gay, dan lesbian

Glasses on Open Bible ca. 2001

Sekali waktu saya memimpin upacara pemakaman seorang ibu anggota jemaat gereja kami. Kebetulan seorang putranya mempunyai kecenderungan seksual yang agak berbeda. Dia menjadi kewanita-wanitaan dan mengarah kepada kehidupan waria. Kebetulan ada banyak teman-teman warianya yang juga hadir di upacara pemakaman itu. Di satu waktu, orang ini berkata kepada kami bahwa kalau gereja mau melayani kaum waria ini, dia sanggup mengumpulkan ratusan teman-temannya. Sebenarnya ini kesempatan yang baik untuk melayani mereka, sayangnya gereja kami tidak mempunyai instrumen – dan mungkin juga tidak punya visi ke sana – untuk melayani kelompok waria ini, sehingga tidak ada follow-up.

Di dalam terang Alkitab, khususnya Perjanjian Baru, saya ingin menunjukkan bagaimana seharusnya paradigma orang Kristen terhadap homoseksualitas, gay, dan juga lesbian. Alkitab secara tegas menunjukkan bahwa homoseksualitas adalah dosa, tetapi Alkitab tidak menyatakan bahwa para pelakunya – dalam hal ini biasa disebut gay dan lesbian – bebas diperlakukan dalam ketidakadilan seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Tuhan Yesus membeci dosa homoseksualitas, sama seperti Dia membenci dosa-dosa yang lain, tetapi Dia tetap mengasihi mereka yang terlibat di dalam-Nya. Tuhan mau para gay dan lesbian ini diperlakukan dalam terang kasih ilahi, sehingga mereka dapat bertobat dan dipulihkan dari dosa homoseksualitas.

Perhatikan hal ini sekali lagi, kekristenan membenci dan memusuhi dosa homoseksualitas, tetapi mengasihi gay dan lesbian dalam kasih Kristus, sehingga mereka dapat dibawa kembali dari dosa-dosa itu dan disadarkan kepada kemurnian seksualitas yang sebenarnya. Meskipun gay dan lesbian berdosa dengan orientasi homoseksualitasnya, adalah tidak benar jika kita bebas melakukan tindakan kekerasan dan penganiayaan kepada mereka. Yang harus dilakukan adalah menyadarkan mereka dan membawa mereka kepada pertobatan di dalam Tuhan Yesus.

Alkitab jelas menyebutkan bahwa homoseksualitas adalah dosa dan kekejian di mata Tuhan.

  • Karena itu Tuhan menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka … kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki … (Roma 1:24-27)
  • Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian. (Imamat 18:22)
  • Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian … (Imamat 20:13)
  • … sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang. Namun demikian orang-orang yang bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Tuhan serta menghujat semua yang mulia di sorga (Yudas 1:7-8)
  • Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Tuhan? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Tuhan. (1 Korintus 6:9-10)

Kata “pemburit” berasal dari teks asli Alkitab bahasa Yunani “arsenokoites” yang artinya adalah “One who lies with a male as with a female, sodomite, homosexual.”

Tuhan tidak pernah menciptakan seseorang dengan keinginan homoseks. Alkitab memberitahu kita bahwa seseorang menjadi homoseks karena dosa (Roma 1:24-27) dan pada akhirnya karena pilihan mereka sendiri. Seseorang mungkin dilahirkan dengan kecenderungan terhadap homoseksualitas, sama seperti orang dapat dilahirkan dengan kecenderungan kepada kekerasan dan dosa-dosa lainnya. Ini bukan merupakan dalih untuk hidup dalam dosa dengan mengikuti keinginan dosa mereka.

Tetapi Alkitab tidak menggambarkan homoseksualitas sebagai dosa yang “lebih besar” dibanding dosa-dosa lainnya. Semua dosa adalah kekejian dan tidak menyenangkan Tuhan. Homoseksualitas hanyalah salah satu dari sekian banyak hal yang dicantumkan dalam 1 Korintus 6:9-10 yang menghalangi seseorang dari Kerajaan Tuhan. Menurut Alkitab, pengampunan Tuhan tersedia bagi kaum homoseks, sama seperti bagi orang yang berzinah, penyembah berhala, pembunuh, pencuri, dll. Tuhan juga menjanjikan kekuatan untuk menang terhadap dosa, termasuk homoseksualitas, kepada setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus untuk keselamatan mereka.

Salah satu fenomena sosial yang terjadi di dekade belakangan ini adalah munculnya dorongan yang kuat dari kelompok homoseks untuk menuntut persamaan hak dan keadilan bagi mereka. Sekarang, mengakui bahwa dirinya adalah gay adalah lesbian bukanlah hal yang terlalu tabu. Sehingga mereka juga merasa mempunyai hak asasi yang sama bahkan juga di dalam lembaga pernikahan.

Di sinilah gereja dan kekristenan harus membuat keputusan yang tegas. Jikalau Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa homoseksualitas adalah dosa, maka gereja pun juga tidak boleh memberikan izin bagi lembaga pernikahan sesama jenis. Ini bukan tentang hak asasi manusia, tetapi tentang otoritas tertinggi yang dipercayai oleh gereja, yaitu Alkitab sendiri.

Gereja harus memperhatikan dengan seksama masalah homoseksualitas ini secara jujur dan realistik dalam kasih dan pengertian. Tuhan jelas tidak menginginkan seorang pun terikat oleh homoseksualitas. Kasih karunia-Nya cukup untuk memberikan kemenangan bagi mereka yang sedia menaklukkan masalah ini kepada-Nya. Gereja perlu mengambil prakarsa memberitakan pesan yang menimbulkan harapan ini kepada kaum gay dan lesbian.

Sekali lagi, gereja perlu mengambil prakarsa melayani golongan ini. Adalah tidak benar jika gereja membiarkan saja atau bahkan mengacuhkan, meminggirkan orang-orang yang bergumul dengan masalah ini. Gereja harus ambil bagian di dalam karya Tuhan Yesus Kristus untuk membawa pertobatan di kalangan gay dan lesbian.

11 responses

    • Kalau gereja sebagai organisasi yang punya visi ke sana, aku belum dengar mas. Memang ada pribadi2 hamba Tuhan yang melayani kaum ini, atau ada juga gereja tetapi sifatnya hanya insidensiil, tidak jangka panjang.
      Aku lihatnya kalau di Solo, gereja lebih memilih meminggirkan mereka, daripada dengan tulus melayani. Ini karena aku pernah dengar kesaksian langsung dari mereka. Karena mereka tidak mendapat jawaban di gereja, seringnya solusi akhir mereka adalah operasi ganti kelamin.

  1. 1. bagaimana pula pandangan alkitab dengan seorang gay atau lesbian yang memutuskan dirinya untuk bunuh diri. Dia membunuh dirinya karna ia tidak mau membuat dosa-dosa berikutnya. Selama hidupnya Ia sudah berusaha untuk sembuh dan menhindari segala bentuk yang berhubungan dengan homoseksualitas. 2. Apa yang seharusnya di lakukan, bahwa di lingkungan homoseksualitas, seseorang gay lebih dihargai daripada di lingkungan orang-orang normal. bagaimana bisa seorang gay memgakui kepada lingkungannya kalau dia seorang homoseksual, sementara homoseksual di lingkungan itu sendiri dianggap menjijikan.?3. Bagaimana pula pandangan alkitab tentang seorang anak menjadi homoseks karna ia mengalami masa kecil yang tidak menyenangkan seprti ” Pertengkaran hebat orangtua”, dan” di sodomi oleh orang pada saat masih kecil”.

    • 1. Alkitab tidak menunjukkan pandangan yang jelas tentang bunuh diri. Apakah bunuh diri adalah suatu dosa? Pasti. Tetapi apakah bunuh diri membuat seseorang masuk neraka? Saya harus jujur menjawab bahwa saya belum tahu jawabannya. Saya akan tuliskan mengenai hal ini dalam satu posting khusus.
      2. Itulah sebabnya adalah tidak bijak jika gereja menjauhi seorang gay atau lesbian. Gereja/lingkungan harus menunjukkan kasih tanpa syarat kepada orang-orang ini, sehingga mereka merasa mendapat penerimaan. Sepengetahuan saya, orang-orang ini sebenarnya ingin menjalani kehidupan normal dan diperlakukan selayaknya manusia normal.
      3. Seperti saya tulis, homoseksualitas adalah pilihan diri. Alasan-alasan yang muncul di belakangnya hanyalah pendorong bagi keputusan pribadi itu sendiri. Secara garis besar saya akan mengatakan bahwa kalau mereka mau menyerahkan diri kepada Yesus, ada jawaban dan pemulihan atas segala sesuatunya.

      • Aku lesbian dan aku kristen.bukan penganut sex bebas tp tau betul orientasi sexualku berbeda.aku dibenci Tuhan karenanya.dan betul bahwa aku ingin bunuh diri hidup atau mati pada akhirnya masuk meraka.walau tidak bersetubuh tetap saja lewat pikiranpun.berdosa.semua dlm hidupku baik tapi perbedaan satu dibenci Tuhan menghancurkan segala yg baik.aku benci kehidupan.karna tau firman aku berusaha jauh dr yg tidak disukaiNya.tp jiwaku merana.begitu susah jadi anak Yesus.

        • TUHAN Yesus tidak pernah membenci Anda, Dia sangat-sangat mengasihi Anda. Menjadi anak Yesus susah? Mungkin iya, tetapi bukan sesuatu yang tidak mungkin. DIA sangat mengerti perjuangan Anda, dan DIA pasti menolong. Saya hanya bisa mendukung Anda dalam doa. Ingat, DIA tidak pernah memandang hina dan sia-sia hidup dan pergumulan Anda.

    • Meskipun secara pribadi tidak setuju, saya tidak bisa berkomentar banyak tentang ini. Negara atau negara bagian yang melegalkan pernikahan sesama jenis biasanya menggunakan dasar HAM dan prinsip perlakuan yang sama. Ini yang sukar dibantah.

  2. Suatu pemikiran yang mencerahkan. Semua sendi ajaran Yesus adalah kasih, jadi tidak boleh ada diskriminasi. Kenapa para penjahat di penjara dilayani oleh gereja, mereka juga melakukan kekejian di hadapan Tuhan: pemerkosaan, pembunuhan, pencurian, dll. Seharusnya gereja khususnya di kota-kota besar Indonesia (Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Yogyakarta) yang sudah banyak kaum homoseksual harus menunjukkan kasih dan memberikan pelayanan. Dosa kaum homoseksual tidaklah lebih tinggi dari dosa-dosa lainnya. Immanuel!

  3. Saya seorang homoseksual.Secara Alkitab saya tidak mengerti apa yg harus saya lakukan thd diri saya, semakin saya menolak, semakin saya membantah diri saya sendiri, semakin saya dijauhi teman-teman krn saya menjadi aneh, jaim, dan semua seperti dibuat-buat krn setiap tindakan saya jadi harus dipikirkan dulu. Saya mengerti untuk menjadi benar selalu ada pengorbanan, tetapi jika org lain yg straight bisa menjalankan kehidupannya dgn lingkungan sekitarnya mengapa saya tidak bisa seperti itu? Lingkungan lebih menerima saya jika saya jujur thd mereka. Sebaliknya, semakin saya memaksakan bahwa saya bukan gay, semakin mereka kecewa krn saya tidak menjadi diri saya sendiri.Saya berpikir mungkin sebaiknya ada org yg mempelajari dasar perkataan Alkitab mengenai homoseksualitas ini karena saya tidak habis pikir akan isinya. Selama sy menjadi gay, ada banyak hal yg adalah mitos dan hanya berasal dari akibat tekanan masyarakat semata sehingga mereka menjadi antipati, buta, dan enggan untuk mengerti lebih dalam krn takut tertular hahaha..Selama ini saya catat mereka yg membahas mengenai dosa pada homoseksualitas hanya berasal dari 2 golongan. Pertama, mereka yang bukan seorang homoseks alias heteroseks. Kedua, mereka yg sebetulnya homoseks namun menyangkal dan memilih memojokkan hal-hal yg berbau homoseks dlm rangka menekan kenyataan bahwa mereka seorang homoseks. Saya belum pernah mendengar pembahasan mengenai dosa homoseksual dari seorang homoseks yang bertobat dengan kata lain mereka yg membahas mengenai homoseks tidak pernah mengalami seperti apa rasanya menjadi homoseks. Bukan ttg nikmatnya. Kehidupan para homoseks sama persis dgn kehidupan heteroseks, tidak berbicara ttg nikmat dan keinginan duniawi semata. Para homoseks yg Anda lihat adalah mereka yg memang senang tampil, indikatornya adalah mereka yg dikatakan sebagai banci, pada kenyataannya homoseks yang bukan banci jauh lebih besar jumlahnya dibanding dgn para banci, mereka tidak diketahui keberadaannya krn memang tidak bisa dilihat dgn mata orang awam. Pada kaum heteroseks juga ada mereka yg seperti banci dlm hal bermasyarakat, yaitu mereka yg walau macho dan gagah namun sering tampil sehingga dikenal lingkungannya. Hal ini merupakan satu dari jutaan hal yg saya katakan sebagai mitos di kalangan masyarakat tadi.Jangan mengatakan homoseksual itu dosa sebelum Anda mengerti betul kehidupan mereka, apa yg mereka rasakan, apa latar belakangnya, dll. Tidak perlu takut tertular, jika Anda menganggap homoseksual itu dosa artinya Anda percaya bahwa homoseksual hanyalah tergantung iman Anda. Kalaupun tertular, yg harus Anda lakukan adalah berpikir apakah hubungannya antara homoseksual dgn iman?Saya sendiri sedang dalam tahap pembelajaran mengenai homoseksual ini. Saya mempelajari ada 2 hal yg menjadi jurang pemisah diantara para homoseks. Pertama, homoseks sejak lahir. Kedua, homoseks disengaja. Saya tidak memungkiri hal yg kedua, itu memang ada, terjadi, dan banyak, dan mungkin itulah yg dimaksud oleh Alkitab. Saya masih mempelajari. Lebih lanjut simak blog saya yg sedang dalam perintisan. Saya sangat membutuhkan masukan-masukan dari siapapun. Alamatnya http://hombrengisme.wordpress.comTerima kasih

  4. Kenyataannya, banyak riset yang menunjukkan bahwa orientasi seksual itu natural dan bawaan dari lahir. Seorang homoseksual, heteroseksual, dan biseksual sama-sama mempunyai nafsu seksual. Kenapa heteroseksual tidak diwajibkan untuk memekan nafsu pada orang yang ia suka sedangkan dua lainnya wajib?Lalu untuk pernikahan gay, siapakah kita, manusia biasa, yang melarang persatuan dari dua orang yang saling mencintai?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


+ one = 5