Pandangan Alkitab tentang homoseksualitas, gay, dan lesbian

Glasses on Open Bible ca. 2001

Sekali waktu saya memimpin upacara pemakaman seorang ibu anggota jemaat gereja kami. Kebetulan seorang putranya mempunyai kecenderungan seksual yang agak berbeda. Dia menjadi kewanita-wanitaan dan mengarah kepada kehidupan waria. Kebetulan ada banyak teman-teman warianya yang juga hadir di upacara pemakaman itu. Di satu waktu, orang ini berkata kepada kami bahwa kalau gereja mau melayani kaum waria ini, dia sanggup mengumpulkan ratusan teman-temannya. Sebenarnya ini kesempatan yang baik untuk melayani mereka, sayangnya gereja kami tidak mempunyai instrumen – dan mungkin juga tidak punya visi ke sana – untuk melayani kelompok waria ini, sehingga tidak ada follow-up.

Di dalam terang Alkitab, khususnya Perjanjian Baru, saya ingin menunjukkan bagaimana seharusnya paradigma orang Kristen terhadap homoseksualitas, gay, dan juga lesbian. Alkitab secara tegas menunjukkan bahwa homoseksualitas adalah dosa, tetapi Alkitab tidak menyatakan bahwa para pelakunya – dalam hal ini biasa disebut gay dan lesbian – bebas diperlakukan dalam ketidakadilan seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Tuhan Yesus membeci dosa homoseksualitas, sama seperti Dia membenci dosa-dosa yang lain, tetapi Dia tetap mengasihi mereka yang terlibat di dalam-Nya. Tuhan mau para gay dan lesbian ini diperlakukan dalam terang kasih ilahi, sehingga mereka dapat bertobat dan dipulihkan dari dosa homoseksualitas.

Perhatikan hal ini sekali lagi, kekristenan membenci dan memusuhi dosa homoseksualitas, tetapi mengasihi gay dan lesbian dalam kasih Kristus, sehingga mereka dapat dibawa kembali dari dosa-dosa itu dan disadarkan kepada kemurnian seksualitas yang sebenarnya. Meskipun gay dan lesbian berdosa dengan orientasi homoseksualitasnya, adalah tidak benar jika kita bebas melakukan tindakan kekerasan dan penganiayaan kepada mereka. Yang harus dilakukan adalah menyadarkan mereka dan membawa mereka kepada pertobatan di dalam Tuhan Yesus.

Alkitab jelas menyebutkan bahwa homoseksualitas adalah dosa dan kekejian di mata Allah.

  • Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka … kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki … (Roma 1:24-27)
  • Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian. (Imamat 18:22)
  • Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian … (Imamat 20:13)
  • … sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang. Namun demikian orang-orang yang bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga (Yudas 1:7-8)
  • Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. (1 Korintus 6:9-10)

Kata “pemburit” berasal dari teks asli Alkitab bahasa Yunani “arsenokoites” yang artinya adalah “One who lies with a male as with a female, sodomite, homosexual.”

Tuhan tidak pernah menciptakan seseorang dengan keinginan homoseks. Alkitab memberitahu kita bahwa seseorang menjadi homoseks karena dosa (Roma 1:24-27) dan pada akhirnya karena pilihan mereka sendiri. Seseorang mungkin dilahirkan dengan kecenderungan terhadap homoseksualitas, sama seperti orang dapat dilahirkan dengan kecenderungan kepada kekerasan dan dosa-dosa lainnya. Ini bukan merupakan dalih untuk hidup dalam dosa dengan mengikuti keinginan dosa mereka.

Tetapi Alkitab tidak menggambarkan homoseksualitas sebagai dosa yang “lebih besar” dibanding dosa-dosa lainnya. Semua dosa adalah kekejian dan tidak menyenangkan Tuhan. Homoseksualitas hanyalah salah satu dari sekian banyak hal yang dicantumkan dalam 1 Korintus 6:9-10 yang menghalangi seseorang dari Kerajaan Allah. Menurut Alkitab, pengampunan Allah tersedia bagi kaum homoseks, sama seperti bagi orang yang berzinah, penyembah berhala, pembunuh, pencuri, dll. Allah juga menjanjikan kekuatan untuk menang terhadap dosa, termasuk homoseksualitas, kepada setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus untuk keselamatan mereka.

Salah satu fenomena sosial yang terjadi di dekade belakangan ini adalah munculnya dorongan yang kuat dari kelompok homoseks untuk menuntut persamaan hak dan keadilan bagi mereka. Sekarang, mengakui bahwa dirinya adalah gay adalah lesbian bukanlah hal yang terlalu tabu. Sehingga mereka juga merasa mempunyai hak asasi yang sama bahkan juga di dalam lembaga pernikahan.

Di sinilah gereja dan kekristenan harus membuat keputusan yang tegas. Jikalau Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa homoseksualitas adalah dosa, maka gereja pun juga tidak boleh memberikan izin bagi lembaga pernikahan sesama jenis. Ini bukan tentang hak asasi manusia, tetapi tentang otoritas tertinggi yang dipercayai oleh gereja, yaitu Alkitab sendiri.

Gereja harus memperhatikan dengan seksama masalah homoseksualitas ini secara jujur dan realistik dalam kasih dan pengertian. Tuhan jelas tidak menginginkan seorang pun terikat oleh homoseksualitas. Kasih karunia-Nya cukup untuk memberikan kemenangan bagi mereka yang sedia menaklukkan masalah ini kepada-Nya. Gereja perlu mengambil prakarsa memberitakan pesan yang menimbulkan harapan ini kepada kaum gay dan lesbian.

Sekali lagi, gereja perlu mengambil prakarsa melayani golongan ini. Adalah tidak benar jika gereja membiarkan saja atau bahkan mengacuhkan, meminggirkan orang-orang yang bergumul dengan masalah ini. Gereja harus ambil bagian di dalam karya Tuhan Yesus Kristus untuk membawa pertobatan di kalangan gay dan lesbian.

29 responses

    • Kalau gereja sebagai organisasi yang punya visi ke sana, aku belum dengar mas. Memang ada pribadi2 hamba Tuhan yang melayani kaum ini, atau ada juga gereja tetapi sifatnya hanya insidensiil, tidak jangka panjang.
      Aku lihatnya kalau di Solo, gereja lebih memilih meminggirkan mereka, daripada dengan tulus melayani. Ini karena aku pernah dengar kesaksian langsung dari mereka. Karena mereka tidak mendapat jawaban di gereja, seringnya solusi akhir mereka adalah operasi ganti kelamin.

      • Syallom teman2, yang ex-gay, lesbi dan hetero, yang mengenal Kristus, dan teristimewa yang udah dengan perjuangan sangat berat  bergumul bersama Tuhan Yesus melawan kedagingan ini, dan akhirnya berhasil menang, buatlah komunitas untuk saling menguatkan.bentuklah team untuk menolong teman2 yang lain. inilah visi yang besar dari gereja yang terabaikan. Aku pernah nonton film yang kalau hendak pergi kesuatu tempat mereka harus merekrut 1 orang karena hanya dia yg dapat menunjukkan jalan ketempat itu, tetapi orang itu ada dalam penjara yang mempunyai tingkat keamanan berlapis. akhirnya dengan perjuangan berat dari satu team akhirnya orang itu berhasil juga dibebaskan. mari teman2 yang sudah dibebaskan oleh Kristus mulai membuat komunitas seperti itu. Saya baru terinspirasi setelah membaca tulisan2 kalian diatas. Kalau thn 2017 nanti kalian mendengar ada satu gerakan yang bernama “JOY FOR CHRIST” Movement. hari ini dia baru lahir. aku bukan siapa siapa tapi untuk apa aku hidup dan untuk siapa aku hidup itu hanya untuk Tuhan Yesus. aku tidak berjanji apa2 tapi akan kucoba merintisnya doakan segenap kerinduan teman2 yang masih berjuang dalam depresi antara taat pada Tuhan dan hasrat jiwa yang merana. Semoga Tuhan Yesus menyertai kita semua… Amin.

        • Senang jika Anda bisa terus mengabarkan kepada saya (dan teman-teman pembaca) tentang pelayanan yang Anda rintis ini. Saya akan berdoa untuk Anda dan pelayanan ini.

  1. 1. bagaimana pula pandangan alkitab dengan seorang gay atau lesbian yang memutuskan dirinya untuk bunuh diri. Dia membunuh dirinya karna ia tidak mau membuat dosa-dosa berikutnya. Selama hidupnya Ia sudah berusaha untuk sembuh dan menhindari segala bentuk yang berhubungan dengan homoseksualitas. 2. Apa yang seharusnya di lakukan, bahwa di lingkungan homoseksualitas, seseorang gay lebih dihargai daripada di lingkungan orang-orang normal. bagaimana bisa seorang gay memgakui kepada lingkungannya kalau dia seorang homoseksual, sementara homoseksual di lingkungan itu sendiri dianggap menjijikan.?3. Bagaimana pula pandangan alkitab tentang seorang anak menjadi homoseks karna ia mengalami masa kecil yang tidak menyenangkan seprti ” Pertengkaran hebat orangtua”, dan” di sodomi oleh orang pada saat masih kecil”.

    • 1. Alkitab tidak menunjukkan pandangan yang jelas tentang bunuh diri. Apakah bunuh diri adalah suatu dosa? Pasti. Tetapi apakah bunuh diri membuat seseorang masuk neraka? Saya harus jujur menjawab bahwa saya belum tahu jawabannya. Saya akan tuliskan mengenai hal ini dalam satu posting khusus.
      2. Itulah sebabnya adalah tidak bijak jika gereja menjauhi seorang gay atau lesbian. Gereja/lingkungan harus menunjukkan kasih tanpa syarat kepada orang-orang ini, sehingga mereka merasa mendapat penerimaan. Sepengetahuan saya, orang-orang ini sebenarnya ingin menjalani kehidupan normal dan diperlakukan selayaknya manusia normal.
      3. Seperti saya tulis, homoseksualitas adalah pilihan diri. Alasan-alasan yang muncul di belakangnya hanyalah pendorong bagi keputusan pribadi itu sendiri. Secara garis besar saya akan mengatakan bahwa kalau mereka mau menyerahkan diri kepada Yesus, ada jawaban dan pemulihan atas segala sesuatunya.

      • Aku lesbian dan aku kristen.bukan penganut sex bebas tp tau betul orientasi sexualku berbeda.aku dibenci Tuhan karenanya.dan betul bahwa aku ingin bunuh diri hidup atau mati pada akhirnya masuk meraka.walau tidak bersetubuh tetap saja lewat pikiranpun.berdosa.semua dlm hidupku baik tapi perbedaan satu dibenci Tuhan menghancurkan segala yg baik.aku benci kehidupan.karna tau firman aku berusaha jauh dr yg tidak disukaiNya.tp jiwaku merana.begitu susah jadi anak Yesus.

        • TUHAN Yesus tidak pernah membenci Anda, Dia sangat-sangat mengasihi Anda. Menjadi anak Yesus susah? Mungkin iya, tetapi bukan sesuatu yang tidak mungkin. DIA sangat mengerti perjuangan Anda, dan DIA pasti menolong. Saya hanya bisa mendukung Anda dalam doa. Ingat, DIA tidak pernah memandang hina dan sia-sia hidup dan pergumulan Anda.

        • Kalau ada solusi tentang masalah mbak. Bersedia dibina?Kalau berminat silahkan open link saya. inbox aj.Ini juga diperuntukkan buat kedenderungan orientasi lain.Saya tidak berjanji pasti sembuh. Cuma saya bisa pastikan Campur Tangan Yesus ada nantinya.Salam Sejahtera,Sabathiel Rizal

        • Betul.. tp Tuhan ga akan berhenti berusaha mengubah/memulihkan kita walaupun kita berhenti dan putus asa.Tuhan ga benci kog,Dia mengasihi mbak lebih dr apa yg bs dbayangkan manusia.

    • Tuhan mmbnci dosa, tp mngasihi manusia yg berbuat dosa.Menipu diri sendiri memang ga enak, tp hidup itu peperangan, kalau kita mengasihi Tuhan kita psti mau melakukan hal2 yg berkenan bagi Tuhan, walaupun sulit, tp Tuhan sdh berperang ganti kita kan.. jd kemenangan sdh ada ditangan, yg penting bertobat setiap hari, mengandalkan Tuhan sllu, pasti suatu hari ada kelepasan.

    • Meskipun secara pribadi tidak setuju, saya tidak bisa berkomentar banyak tentang ini. Negara atau negara bagian yang melegalkan pernikahan sesama jenis biasanya menggunakan dasar HAM dan prinsip perlakuan yang sama. Ini yang sukar dibantah.

  2. Suatu pemikiran yang mencerahkan. Semua sendi ajaran Yesus adalah kasih, jadi tidak boleh ada diskriminasi. Kenapa para penjahat di penjara dilayani oleh gereja, mereka juga melakukan kekejian di hadapan Tuhan: pemerkosaan, pembunuhan, pencurian, dll. Seharusnya gereja khususnya di kota-kota besar Indonesia (Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Yogyakarta) yang sudah banyak kaum homoseksual harus menunjukkan kasih dan memberikan pelayanan. Dosa kaum homoseksual tidaklah lebih tinggi dari dosa-dosa lainnya. Immanuel!

  3. Saya seorang homoseksual.Secara Alkitab saya tidak mengerti apa yg harus saya lakukan thd diri saya, semakin saya menolak, semakin saya membantah diri saya sendiri, semakin saya dijauhi teman-teman krn saya menjadi aneh, jaim, dan semua seperti dibuat-buat krn setiap tindakan saya jadi harus dipikirkan dulu. Saya mengerti untuk menjadi benar selalu ada pengorbanan, tetapi jika org lain yg straight bisa menjalankan kehidupannya dgn lingkungan sekitarnya mengapa saya tidak bisa seperti itu? Lingkungan lebih menerima saya jika saya jujur thd mereka. Sebaliknya, semakin saya memaksakan bahwa saya bukan gay, semakin mereka kecewa krn saya tidak menjadi diri saya sendiri.Saya berpikir mungkin sebaiknya ada org yg mempelajari dasar perkataan Alkitab mengenai homoseksualitas ini karena saya tidak habis pikir akan isinya. Selama sy menjadi gay, ada banyak hal yg adalah mitos dan hanya berasal dari akibat tekanan masyarakat semata sehingga mereka menjadi antipati, buta, dan enggan untuk mengerti lebih dalam krn takut tertular hahaha..Selama ini saya catat mereka yg membahas mengenai dosa pada homoseksualitas hanya berasal dari 2 golongan. Pertama, mereka yang bukan seorang homoseks alias heteroseks. Kedua, mereka yg sebetulnya homoseks namun menyangkal dan memilih memojokkan hal-hal yg berbau homoseks dlm rangka menekan kenyataan bahwa mereka seorang homoseks. Saya belum pernah mendengar pembahasan mengenai dosa homoseksual dari seorang homoseks yang bertobat dengan kata lain mereka yg membahas mengenai homoseks tidak pernah mengalami seperti apa rasanya menjadi homoseks. Bukan ttg nikmatnya. Kehidupan para homoseks sama persis dgn kehidupan heteroseks, tidak berbicara ttg nikmat dan keinginan duniawi semata. Para homoseks yg Anda lihat adalah mereka yg memang senang tampil, indikatornya adalah mereka yg dikatakan sebagai banci, pada kenyataannya homoseks yang bukan banci jauh lebih besar jumlahnya dibanding dgn para banci, mereka tidak diketahui keberadaannya krn memang tidak bisa dilihat dgn mata orang awam. Pada kaum heteroseks juga ada mereka yg seperti banci dlm hal bermasyarakat, yaitu mereka yg walau macho dan gagah namun sering tampil sehingga dikenal lingkungannya. Hal ini merupakan satu dari jutaan hal yg saya katakan sebagai mitos di kalangan masyarakat tadi.Jangan mengatakan homoseksual itu dosa sebelum Anda mengerti betul kehidupan mereka, apa yg mereka rasakan, apa latar belakangnya, dll. Tidak perlu takut tertular, jika Anda menganggap homoseksual itu dosa artinya Anda percaya bahwa homoseksual hanyalah tergantung iman Anda. Kalaupun tertular, yg harus Anda lakukan adalah berpikir apakah hubungannya antara homoseksual dgn iman?Saya sendiri sedang dalam tahap pembelajaran mengenai homoseksual ini. Saya mempelajari ada 2 hal yg menjadi jurang pemisah diantara para homoseks. Pertama, homoseks sejak lahir. Kedua, homoseks disengaja. Saya tidak memungkiri hal yg kedua, itu memang ada, terjadi, dan banyak, dan mungkin itulah yg dimaksud oleh Alkitab. Saya masih mempelajari. Lebih lanjut simak blog saya yg sedang dalam perintisan. Saya sangat membutuhkan masukan-masukan dari siapapun. Alamatnya http://hombrengisme.wordpress.comTerima kasih

    • hanya ingin sharing. saya juga dulunya seorang lesbian. saya menjadi lesbian karena saat saya berusia 6 tahun saya nyaris diperkosa tetangga saya dan saat berusia 9-11 tahun saya mengalami pelecehan seksual yg parah dari teman2 pria, tubuh saya digerayangi dan saya wanita sendiri. itu membuat saya membenci dan takut kepada pria. saat berusia 18 tahun saya mengalami perjumpaan dengan Yesus pertams kalinya. saya merasa saya sangat menjijikan, tp saat itu Yesus memeluk dan mengusap kepala saya yang kotor dengan lembut. sejak itu hari demi hari saya mengalami berbagai2 pemulihan. rasa takut dan trauma saya belum pulih benar, hanya saja Yesus meyakinkan saya kalau dia akan sepenuhnya 24 jam menjaga saya, itu yg membuat saya tenang, namun tetap waspada. Saya tahu benar homoseksual itu dosa. bukan bermaksud menghakimi, siapalah saya. saya tidak membenci pelakunya, namun lebih ke apa yg dilakukan. ada tambahan ayat yg mendukung: Ul 22:5 silahkan dibaca. homoseksual jg merupakan kekejian di mata Tuhan. Semoga memberkati..

    • Dosa Homoseksual itu jelas hukumnya, kebinasaan. kisah Sodom dan Gomora adalah bukti bahwa murka Allah luar biasa. Mungkin ada yang bertanya kenapa? Memang dalam literatur Alkitab Indonesia tidak di jelaskan karena perbendaan kosakata kuno ibrani. Tapi jika ada yang belajar Teologi di sini silahkan di cek. Dosa dari penduduk Sodom dan Gomora adalah penduduknya secara bebas melakukan hubungan sesama jenis.Saya tidak akan memperdebatkan itu dosa atau tidak. Tapi jelas itu adalah dosa. Yang jadi polemik adalah, cara mengatasi kecenderungan tersebut. Tuhan Yesus datang sebagai juruslamat, kalau dulu menjadi juruslamat maka sekarang dan sampai Akhir jaman pun juga demikian. Silahkan kalau mau sharing tentang masalah mas di link saya tersebut. Saya bantu, tapi saya tidak janji bisa sembuh total y. Cuma yang pasti saya janjikan,”Campur Tangan Tuhan” pasti ada nantinya.Salam Sejahtera, Sabathiel Rizal

  4. Kenyataannya, banyak riset yang menunjukkan bahwa orientasi seksual itu natural dan bawaan dari lahir. Seorang homoseksual, heteroseksual, dan biseksual sama-sama mempunyai nafsu seksual. Kenapa heteroseksual tidak diwajibkan untuk memekan nafsu pada orang yang ia suka sedangkan dua lainnya wajib?Lalu untuk pernikahan gay, siapakah kita, manusia biasa, yang melarang persatuan dari dua orang yang saling mencintai?

    • hanya sharing. menurut saya seorang heteroseksual jg wajib menekan nafsunya. bila manusia tdk bisa mengendalikan dirinya dan nafsunya, apalah bedanya dia dengan seekor anjing. cara mengendalikan diri dan nafsu kita ternyata sangatlah mudah: berdoa. ceritakan saja semua keluhan kita, Yesus yang sigap akan segera bertindak. kedua tentang cinta, manusia tidak menikah berdasarkan cinta saja seharusnya. banyak pernikahan yg dr cinta yg menggebu2 dan berapi2 berakhir pd perceraian. dalam pernikahan baiknya hal pertama yg diperhatikan adalah: kesamaan visi misi dan tujuan hidup yang positif. kedua adalah komitmen. soal cinta, Tuhan mudah saja menciptakan dan melimpahkan cinta di hati orang2 yg datang pada-Nya..

  5. Saya seorang katolik, dan saya lesbian. Sepanjang ingatan saya, saya sejak kecil selalu jatuh cinta pada perempuan. Cinta pertama saya adalah guru TK saya. Ya, cuma cinta monyet. Tapi coba Anda tebak? guru saya perempuan.Sebagai anak TK, saya tentunya belum mengerti istilah lesbian, gay, dsb. Salahkah saya karena terlahir sebagai lesbian? Kemudian, bahkan sebelum saya mati, saya sudah tahu jika saya pasti masuk neraka, karena dalam alkitab dijelaskan bahwa gay dan lesbian adalah dosa dan tidak akan mendapat tempat di kerajaan surga. Bukankah ayat2 tersebut malah membuat saya jadi berpikir,”Oh, sama2 akhirnya pasti masuk neraka, mendingan saya bikin dosa aja yang banyak sekalian. Toh apapun yg saya lakukan, sebaik apapun saya, pasti saya masuk neraka.”Dosa kan enak semua bukan? Saya tahu itu pikiran picik. Tapi toh akhirnya apapun yg saya lakukan, saya pasti masuk neraka. Saya tidak pernah minta jadi seorang lesbian. Lalu kenapa Tuhan menciptakan saya sebagai seorang lesbian? Ketika saya mencintai pun, semuanya menjadi salah. Anda tentunya pernah jatuh cinta kan? Sakit rasanya mencintai seseorang yang “tidak diperuntukkan” bagi saya. Padahal dalam perjanjian baru dikatakan bahwa kasih mengalahkan segalanya.Lantas mengapa Tuhan sendiri tidak bisa menggunakan “Kasih” yang Ia ajarkan untuk menerima kaum gay dan lesbian? Percayalah, tidak ada yg berbeda dari cara kami mencintai.Ketika seorang pria ingin memberikan bunga untuk menyenangkan wanitanya, begitu juga saya. Ketika seorang pria ingin menjemput kekasih wanitanya, mengajaknya makan malam romantis, menonton beberapa film, sebelum kemudia mengantarkannya pulang dan memberi kecupan di keningnya, serta memastikannya pulang dengan selamat, begitu juga yang akan saya lakukan pada wanita saya.Ketika seorang pria dengan sabar menahan diri dari segala godaan, untuk tidak meniduri kekasih perempuannya sebelum hari dimana ia menggenggam tangan calon isterinya dan mengatakan “Saya bersedia” di altar di hadapan keluarganya, itu juga yang akan saya lakukan pada kekasih wanita saya.Sayangnya, hari dimana saya berdiri disampingnya di depan altar hanyalah mimpi. Karena itu DOSA. Saya tidak pernah meminta dosa. Saya tidak pernah meminta jadi seorang lesbian. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang mau menjadi gay atau lesbian. Pernikahan terlalu sakral untuk saya ingkari. Saya tidak mau berpura-pura mencintai seorang pria dan menikahinya, karena pernikahan juga melibatkan perasaan, bukan hanya komitmen. Mungkin saya bisa berkomitmen untuk setia dan menjadi pendamping hidup yang baik bagi suami saya. Tetapi saya yakin saya tidak akan bahagia. Apakah demikian yang diinginkan Tuhan terhadap hambaNya?Ada yang mengatakan bahwa gay dan lesbian terjadi karena perbuatan iblis.Seorang bayi, tak berdosa, hanya karena seorang ayah terkejut karena ia mengira akan memperoleh seorang anak lelaki namun ternyata perempuan, dan ia berkata “Lho kok perempuan??”, dan iblis merasuki jiwa bayi itu dan berusaha mengubahnya menjadi seorang lelaki. Dan bayi itu pun tumbuh menjadi seorang lesbian. Ya Tuhan, bayi itu bahkan nggak tahu apa2. Apakah ia harus menanggung dosa karena ucapan ayahnya? Kenapa Tuhan biarkan? Bukankah Ia bisa mencegah hal-hal seperti ini terjadi?Tidak adil bagi saya. Lalu dengan enaknya gereja berkata, itu dosa. Harus dilakukan pengusiran roh supaya ia jadi normal. Hei, kamu pikir saya nggak punya perasaan? Saya manusia Punya rasa. Saya juga mencinta, sama seperti kalian. Bukannya saya suka menjadi lesbian, tapi kamu harus melepaskan orang yang kamu cintai, itu juga bukan perkara mudah.Kenapa saya harus menderita dan mengorbankan perasaan saya sementara orang2 yang kalian anggap normal tidak?

    • Ini sama persis dengan apa yang saya rasakan. Cuma saya seorang gay kwanitaan. Lahir dan Dibesarkan Keluar ga katolik yang taat. Yang saya alami hanya depresi, Dan stress. Permasalahan yang sang at sulitdan serba salah. Hidup dalam kekosongan dan kesepian sementara Keluar ga menuntut untuk segera menikah. 

    • Saya sedang mencari arti kata pemburit lalu menemukan blog ini. Saya tidak pernah menanggapi blog sebelumnya, ini pertama kali saya melakukannya. semoga memberkati dan tidak ada sedikitpun maksud untuk menggurui.Saya setuju dengan Sdr.Martianus bahwa Tuhan Yesus tdk pernah sekalipun membenci orangnya, yang dibenci adalah dosanya. Menurut saya hal ini adalah sesuatu yang sangat penting untuk dipahami bahwa Allah Bapa di dalam Kristus menyatakan kasih-Nya yang nyata di atas kayu salin untuk menebus manusia dan seluruh ciptaan yang telah jatuh di dalam dosa.Allah adalah kasih. Allah bukan hanya memiliki karakter kasih di dalam Dirinya melainkan Dirinya adalah KASIH itu sendiri.Saya ada mendengar orang – orang yang memiliki kecenderungan ini, sejak lahir, perlakuan lingkungan yang semena-mena, atau pola asuh yang salah, atau penolakan sejak di dlm kandungan, dll. Saya setuju sekali bahwa kita semua yang hidup di dunia yang berdosa ini terlepas dari yang menyebut dirinya kaum homoseksual atau heteroseksual, semua kita memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa. Kita tidak akan pernah mampu mengatasi dosa kita jika kita tidak ditolong oleh Kristus, kuasa Roh Kudus, Firman allah (Alkitab), dan komunitas orang-orang percaya (gereja). Oleh karena itu adalah sebuah kekecewaan dari saudara-saudara yang melihat dirinya sebagai kaum homoseksual jika ‘dihakimi’, dijauhi, dan tidak diterima.Saya setuju sekali bahwa ‘perbuatan sex antar sesama jenisnya’ yang adalah dosa. Jadi menurut saya siapapun yang berjuang dengan sungguh-sungguh secara rahasia atau terbuka melawan keinginan ‘berbuat antar sesama’ itu, Tuhan Yesus pasti menolong. Tuhan Yesus mengasihi Anda. Tuhan Yesus peduli. Ada banyak contoh di dalam Alkitab, bgmn Tuhan Yesus mengobrol dengan perempuan Samaria di tepi sumur, seorang perempuan yang tidak bersuami, namun memiliki banyak laki-laki. Tuhan Yesus mau mengobrol, dan menasihatinya. Peristiwa lain; seorang wanita yang kedapatan berbuat zinah lalu dibawa menghadap Tuhan Yesus untuk dihukum rajam menurut adat istiadat saat itu. Tuhan Yesus hanya mengatakan siapa yang tidak berdosa silakan untuk merajam wanita ini. Semua orang yang datang sadar bahwa mereka juga adalah orang berdosa, maka tidak ada satu pun yang melempari wanita ini dengan batu. Hanya tertinggal Tuhan Yesus saja. Tuhan Yesus, Allah dan manusia, bedanya Tuhan Yesus adalah manusia yang tidak pernah berbuat dosa, justru Ia tidak melempari wanita ini dengan batu, dan hanya mengatakan pergilah dan jangan berbuat dosa lagi.Dosa ‘melakukan hubungan sex sesama jenis’, sama dengan dosa lainnya seperti zinah yang bisa berarti dosa sex heteroseksual, sama dengan dosa menyembah berhala, banci, mencuri, kikir, mabuk, fitnah, dan menipu. (I Korintus 6: 9 – 10). Jadi bukan hanya dosa homoseksualnya melainkan semua dosa ini. Tentunya apa yang ditulis Rasul Paulus ini ada latar belakangnya, yang mana saya tidak mempelajarinya dengan khusus. hanya saja saya mau mengajak teman-teman yang merasa dirinya homoseksual, bahwa Allah mengasihimu. Allah membenci dosa-dosa yang lain sama seperti Allah membenci dosa homoseksual.Siapakah kita yang berhak menghakimi sesama manusia yang lainnya? Tidak ada seorang pun yang layak menurut ukuran Allah, hanya karena kasih karunia kita diselamatkan bukan karena perbuatan. Namun ketika kita sudah diselamatkan maka kita pun akan memiliki kemenangan atas dosa, Allah memberikan kita ‘power’ untuk melawan dosa. Berkat anugerah, pertolongan-Nya, kuasa-Nya memampukan kita untuk semakin hari semakin menyenangkan hati-Nya.Pada masa – masa (Pra Paskah) mengingat sengasara Yesus menuju Jumat Agung ini, kiranya tulisan saya ini dapat menjadi berkat buat saudara-saudari yang berjuang melawan kesukaan akan sesama jenis ini. Tuhan Yesus mengasihimu dan pasti menolongmu. Memang pelayanan untuk saudara-saudari yang mengalami pergumulan ini hampir tidak ada, namun saya percaya ketika saudara-saudari berusaha untuk terus berjuang menjaga kekudusan, maka akan ada jalan yang dibukakan-Nya. Cobalah mendatangi lembaga konseling Kristen.Saya akan mengingatmu dan mendoakanmu. Tuhan Yesus mengasihimu. Engkau berharga di mata-Nya.

  6. sulit, saya merasa tdk normal jatuh antara gay/biseks, tp lbh prefer k gay(konteks gay bukan banci/kemayu), dr TK rasa menyukai keindaahan dan kelemah lembutan sudah saya sukai, hal itu berubah ktika saya beranjak dewasa ,smp-sma-sampai saat ini, sikap menyukai keiindahan dan kelemah lembutan saya tutupi krn saya mulai mengerti lingkungan yg men’judge’ gender kelamin, saya brusaha menjd normal laki laki seutuhnya, walaupun awalnya saya tdk menyadari bahwa saya sangat menyukai /memandang ssma jenis, saya sudah brusaha keluar dr dosa ini, tp smakin lama saya rahasiakan dr kluarga, saudara dan tmn, niatan saya menjadi jadi untuk jatuhlbh dlm k dosa sex, walaupun dr kecil sy didik kristen, kluarga perhatian ,possessiv,dan protective, mengerti kitab suci bahkan mendalami smpe agama lain, dst. Namun hal mengenai ‘gay’ saya katakan adalah natural, alkitab memang tidak mengatakan gay itu dosa/salah, yang ‘dikatakan’ jika melakukan hubungan badan,krn sesungguhnya gay itu adalah mahluk yg mempunyai estetika lebih cantik drpd perempuan dan lbh empati dlm merasakan, knp natural? kl kita lihat faktanya alampun ada hewan yg gay, mis kera pantat merah, lumba lumba,dll. Kl ditinjau dr kitab PL selain dr sodom dan gomorah, malahan saya pernah mendengar bahwa Saul, Daud, Salomo itu jg biseks, yg ktny terlihat dr gundik laki lakinya,hal ini memang kontroversi, tp kembali kpd penyebab gay, penyebab gay pertama adalah mata, krn pandangan,membuat asumsi berlebihan kpd otak sehingga timbul rasa ‘menantang’ untuk mencoba keinginan itu.Disisi lain karena kesepian, org yg kesepian katakanlah dia tdk mendapat figure yg ‘benar’ ,misal ayah kaku/sulit menjalin komunikasi dng anak laki lakinya shingga tdk merasakan kasih sayang seorang ayah dan bgm ayah menyayangi anak lakilakinya yg tentunya berbeda ktika mencintai seorang wanita/ibu yg posesif dlm RT, itu bs menjd penyebab salah stnya,krn ketika kecil anak hanya melihat dan merasakan blm tau mana yg benar/salah, shingga ktika dewasa yg ada dlm benak si anak adalah apa yg dilihatnya, apa yg menyamankannya, apa yg disukainya.Disisi lain gereja TIDAK PEKA dengan ROH ZAMAN, yg mana roh zaman ini adalah lifestyle yg sedang terjd didunia, lifestyle skrg pengen kaya, pengen punya tmn ganteng, pengen bs jd ky yg dia lihat, shingga tdk terbendung krn kurangnya pengarahan dan pematangan karakter dr grj , terkadang saya berharap gereja peka dlm menangani dosa gay ini yg smkin hr kian merambah stiap tempat, dosa gay ini tdk bs diselesaikan dlm 1 momen pembicaraan, tp hrslah diadakan penyuluhan dan bimbingan stiap waktu, krn kl kita tinjau kisah sodom dan gomora, Tuhan saja terlihat ‘kesulitan’ menangani dosa manusia ini,sehingga Ia langsung ‘BABAT ABIS’ manusianya , ga da toleransi lagi , apalagi gereja yg seringkali membahasnya hanya sekali dlm sbuah acara/kotbah. Saya berani jamin knp gereja tdk berani membahasnya berkepanjangan? krn sprti yg saya ktkan td,’ manusia akan mencoba menantang’ apa yg dilarang ,krn dosa hawa yaitu dosa ‘penasaran’. dan yg terakhir penyebab gay adalah kurangnya rasa diakui/dihargai/dipercaya, terkadang mereka dikucilkan, dibiarkan, sehingga rasa percaya/pengakuan yang benar sebagai laki laki dlm diri mereka musnah, hal yg menyangkut ini banyak contoh : patah hati, laki laki yg mempunyai paras yg cantik/imut, bergen sprti perempuan(bdn kecil,kulit putih),dsb.sisilain penyebab gay sulit untuk kluar adalah roh jahat, yg bisa menjatuhkan gay kdlm dosa sex, jd konteks yg saya maksudkan org yg menjadi gay belum tentu selalu melakukan sex. namun kebanyakan mereka pernah. cukup sekian informasi yg bs saya berikan, saya sangat tertarik dng pembicaraan yg tabu sprti ini dlm masyarakat, krn perlawanan untuk menghentikan hal sprti ini adalah membongkarnya dan jng dibiarkan menjadi sesuatu yg tabu yg membuat manusia jatuh dlm dosa penasaran yg membuat dosa dosa lainnya, sampai hari ini saya masih berjuang untuk bisa lepas dr dosa ini, krn saya memikirkan masa depan dan saya sayang dengan keluarga saya. thank you

  7. bagi saya isi alkitab tersebut seharusnya gak bisa dibantah, manusia memang seperti itu. hukum dan larangan bahkan sesimple seperti “Jangan membunuh, jangan mencuri, jangan, jangan dan jangan…..” tapi manusia yang gak bisa/sanggup menuntun diri atau mengontrol diri tetap membantahnya. berarti tetap ada 2 kecenderungan, bisa atau tidak bisa, iya atau tidak, baik atau buruk. coba pakai akal sehat dan positif, kalau bisa berbuat baik kenapa milih berbuat buruk! ingat DOSA! darimana asalnya! maknai! mulai dari adam dan hawa pun sudah jelas sekali, IBLIS itu picik(pintar tapi licik). Bagaimanapun caranya komentar yang saya baca diatas, tetap saja! gay dan lesbian adalah karya iblis, apapun iblis lakukan agar manusia melawan dan tidak taat kepada Tuhan! semoga iman kita yang hidup normal tetap kuat menghadapi godaan iblis. Shalom

  8. Saya terkejut begitu mencari arti kata pemburit dan menemukan wacana ini. Saya sengaja mencari tahu arti kata ini karna sedang membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Ternyata begitu banyak teman2 yg homoseksual dan lesbian dalam kolom komentar ini. Saya sendiri adalah seorang gay murni yg mati rasa terhadap wanita. Tetapi karna Tangan Tuhan yang begitu luarbiasa berkarya dalam hidup saya. Sekarang saya bertobat dan hidup dalam kasih anugerah Tuhan. Begitu panjang perjalanan hidup saya dalam kehidupan gay saya ini, saya bergonta ganti pasangan sex dan berakhir tinggal serumah dengan seorang pria yg saya cintai. Hingga pada akhirnya Tuhan panggil dia dan wafat karena HIV. Saya sangat terpukul dan saya pun mengidap penyakit HIV ini. Yaaa saya ODHA dan sedang dalam pengobatan menggunakan obat ARV dari dokter untuk menekan pertumbuhan virus ini. Saat itu saya belum bertobat total. Saya tidak begitu sedih saya sakit, saya pikir saya akan mati dan menyusul “suami” saya. Yang membuat saya terpukul adalah kematian dia yg membuat kesehatan saya memburuk. Saat saya sakit menerus, saya pun divonis sakit typhus akut, berat badan saya turun drastis. Saat saya muntah2, dan rasanya mau hampir mati, saya membuka Firman Tuhan. Disitu Tuhan pulihkan saya perlahan2 kondisi saya membaik dan lebih dari itu iman kehidupan kerohanian saya menjadi lebih baik. Saya menjadi lebih banyak baca Firman Tuhan, memuji dan menyembah dalam pujian tengah malam, saya tidak lagi sedih karena kehilangan “suami” saya. Justru saya “sedih dan malu” dengan apa yg sudah saya lakukan selama ini. Tidak banyak yg tahu tentang keadaan saya, tetapi saat ini saya tergerak untuk membagikan pengalaman hidup saya. Saya tidak ingin kawan2 juga mengalami nasib seperti saya. Saya memang bukan pendeta atau orang suci, tapi mama saya berkata iblis memang suka jika kita lemah dan berdosa dan terus menerus menyalahkan diri kita. Saat ini saya sudah berdamai dengan diri saya dan memohon ampun pada Tuhan Yesus atas apa yg sudah saya lakukan. Saya pun sudah mengampuni papa saya yg kerap menyiksa saya dan mama saya sewaktu kecil. Saya sekarang sudah dipulihkan dan saya sangat bahagia sekali walau saya tahu saya seorang ODHA dan saya akan segera mati. Tapi saya ingin sisa waktu hidup saya, saya pakai untuk kemuliaan Tuhan. Saya ingin mengajak teman2 yg bernasib sama dengan saya, baik yg memiliki kecenderungan seksual yg menyimpang atau pun yg melakukan dosa lainnya untuk hidup kudus di dalam Tuhan.Tuhan Yesus adalah kasih. Dia mengasihi saya dan teman semua. Ketika wanita sundal hendak dirajam, Dia mengampuninya. Ingatlah dosa sebesar apapun pasti Dia ampuni seperti ada tertulis dosa yg merah seperti kain kirmizi tapi Tuhan putihkan seputih bulu domba. Artinya Tuhan Maha Pengampun.Tapi ingat, Tuhan juga adalah Allah yg pencemburu. Ketika kita mencintai seseorang lebih drpd kita mencintai Tuhan dan segala ketetapanNya, maka Dia akan menghukum kita. Cerita tentang kota Sodom Gomora pasti kalian sudah ketahui. Disitu saya belajar, saya memang sudah diampuni Tuhan. Tapi saya sadar harus menanggung hukuman ini yaitu sakit HIV. Tetapi saya bersyukur pada Tuhan, jika tidak begini, mungkin saya tidak sadar dan terus menerus hidup dalam dosa.Saya tahu penderitaan teman2 yg bernasib seperti saya, bagaimana pergolakan batin dan rasanya harus bersikap didalam kehidupan masyarakat kita yg membenci kaum seperti kita. Tapi ingatlah apa yg Tuhan Yesus katakan bahwa kita harus hidup kudus. Karena hanya mereka yg berjuang hingga pada akhirnya yg berhak mendapatkan mahkota kehidupan (Sorga)Iblis memang gencar menggoda fikiran kita untuk hidup mengikuti hawa nafsu kita dan memutar balikkan Firman Tuhan. Saya ingin kita sama2 bertekun dalam doa dan perenungan akan Firman Tuhan. Saya yakin Tuhan akan bantu kita semua untuk hidup dalam kudus. Baca Efesus 6 : 10 -20. Satu hal lagi saya tekankan bahwa Tuhan tidak pernah mencobai kita, sebab pencobaan datang dari iblis. Jika kita terbelenggu dgn hawa nafsu untuk melakukan dosa, mari berdoa dan lakukan hal2 yg positif seperti berolah raga, atau melakukan hobi kita, seperti saya menyibukkan diri untuk memasak. Dan akhirnya membuka usaha kuliner. Mari setia jg membaca dan merenungkan Firman Tuhan agar Roh Kudus pimpin kita dalam kebenaran. Saya tahu Tuhan Yesus berkuasa untuk menyembuhkan, bahkan yg mati pun dapat Dia bangkitkan. Tetapi saya tidak minta Dia untuk menyembuhkan saya, saya hanya meminta agar Roh Tuhan tidak beranjak dari hati saya. Sebab walau saya sakit, saya bahagia. Saya ingin lebih banyak menyembah Tuhan. Sebab di sorga nanti pekerjaan umatNya hanya memuja Tuhan. Kalau di dunia saja kita malas memuji Tuhan bagaimana mau masuk sorga. Saya rindu sekali teman2 semua, baik yg heteroseksual, homoseksual, semuanya sama2 setia dan bertekun dalam Tuhan. Tuhan tidak mencari orang suci, tetapi orang berdosa. Seperti gembala yg mencari seekor domba yg hilang dan meninggalkan kawanan domba lainnya. Begitulah Tuhan Yesus yg mencari saya dan teman2 Karena begitu berharganya saya dan teman2.Jika teman2 ingin share permasalahan dalam hidup teman2 dgn saya. Saya siap mendengarkan dan menjadi sahabat bagi teman semua.Dan menghubungi saya di nomor 081296081817,Tuhan Yesus memberkati kitaIndra

    • Wow terima kasih sudah sharing, jadi menguatkan saya supaya lebih dekat sm Tuhan,sy sendiri bisex… persoalan2 yg kita hadapi tidak akan sanggup kita kerjakan sendiri, beruntunglah kita punya Tuhan Yesus yg selalu mengerti apa yg kita alami dan menolong kita kapanpun dan dimanapun….Tuhan Yesus memberkati

  9. Saya seorang wanita dan juga dulu seorang bisex, lebih sering jatuh cinta pada perempuan dan cinta pertama saya juga perempuan (cinta beneran bukan sekedar naksir atau cinta monyet). setiap kali ngobrol sama teman atau kaka rohani saya, saya selalu mencari pembenaran dengan mengatakan bahwa ga ada salahnya yang penting cinta dan dulu saya berpendapat bahwa yang dikecam oleh Alkitab adalah nafsunya bukan cinta pada siapanya. Saya pun dulu selalu bersikeras dengan pendapat saya bahwa hal itu bukan pilihan saya tapi udah dari sananya saya seperti itu masa sih dilarang padahal kan saya ga minta untuk menjadi seperti itu. Tapi syukur kepada Allah bahwa akhirnya saya dipulihkan. Dan seiring berjalan waktu Tuhan semakin menuntun saya hingga saya akhirnya yakin bahwa hal tersebut memang tidak boleh. Kalau dikatakan bahwa bawaan lahir, menurut saya memang benar karena seperti yang kita tau bahwa sejak masuknya dosa ke dunia ini semua aspek hidup manusia (dan ciptaan) sudah tercemari oleh dosa dan dalam diri semua manusia sejak lahir ada potensi dosa. Potensi homosex ini sama dengan potensi dosa lainnya dan mungkin juga hampir semua (atau mungkin memang semua) orang memiliki potensi dosa ini. Pada A mungkin potensinya lebih besar dibanding B (seperti potensi dosa untuk mudah marah A lebih besar dari B sehingga A jauh lebih cepat marah dibanding B) dan mungkin ada yang potensinya sangat kecil. Tapi kita juga ga boleh mempersalahkan Tuhan. Manusia sendiri yang membawa dosa masuk ke dunia. Dan Dia sebenarnya udah ngasih solusi loh untuk kita atas masalah ini dan masalah dosa lainnya. Solusinya yaitu Kristus. Kita hanya perlu menyadari dan mengakui keberdosaan kita, kerusakan kita, dan ketidakmampuan kita lalu berserah penuh padaNya. Percaya pada Dia dan mau dituntun olehNya. Mintalah pada Dia untuk dipulihkan, dan harus ada kesungguhan dalam diri kita juga untuk mau mencari kebenaran dan bukan pembenaran karena kalau kita masih mencari pembenaran, sampai kapanpun kita tidak akan menerima kebenaran itu kecuali kita melepaskan pencarian pembenaran itu. Ini bukti kasihNya pada kita karena yang namanya kasih tidak akan membawa orang yang dikasihinya pada kehancuran atau bahaya melainkan pada kebahagiaan.Dan menurutku ga bisa seseorang menjadi LGBT dan menjadi pengikutNya secara bersamaan. Karena LGBT adalah keinginan daging dan keinginan daging berlawanan dengan keinginan roh dan seperti kata Alkitab bahwa kita tidak bisa mengabdi pada dua tuan (Mat 6:24). Jadi kita harus mau menyangkal diri kita dengan menahan keinginan daging tersebut. Ya seperti orang yang mudah marah, setelah terima Kristus harus menyangkal diri dengan menahan amarahnya begitu juga orang LGBT harus menyangkal diri untuk menahan keinginan tersebut. Jangan natur itu dijadikan alasan karena Kristus telah mati dan bangkit, mengalahkan dosa dan maut sehingga kita bukan lagi hamba dosa melainkan hamba kebenaran. Jadi yang harus kita lakukan adalah menyerahkan diri sepenuhnya pada Tuhan, minta Dia memulihkan, dan serahkan diri penuh pada tuntunan Roh Kudus. Selalu cari kebenaran (bukan pembenaran), selalu baca dan gumulkan Firman Tuhan dan selalu mempererat persekutuan denganNya. Dan nanti akan terasa kok perbedaanNya karena Roh Kudus selalu bekerja dalam diri orang percaya supaya hidup orang percaya semakin kudus dan berbuah. Sekian sharing dariku, terima kasih :)Soli Deo Gloria ~Gbu all :)

  10. selamat malam saudara2 terkasih, saya sangat tertarik untuk ikut berdiskusi di blog ini. saya membaca diskusi kalian dari awal sampai akhir. saya mau bertanya, dan buat siapa saja silahkan untuk menanggapi ini. saya termasuk orang yang mendukung LGBT dan marriage equality. saya mempunyai contoh nyata sebuah keluarga same sex yang bahagia (bukan kalangan selebritis), 2 orang ayah dan 2 orang anak (laki2 dan perempuan), mereka menjalani hidup berkeluarga layaknya keluarga yang berisikan suami dan istri, 2 orang ayah ini mengadopsi 2 anak ini, yg dimana anaknya yang cowok bisa dikatakan memiliki wajah yang tidak sempurna (ada cacat). 2 orang ayah ini sangat menyayangi kedua anaknya begitu juga sebaliknya, senang sekali saya melihat kebahagiaan seperti ini dan begitu juga sebaliknya saya sangat senang melihat keluarga bahagia yg tdk trmasuk same sex. menurut saya keluarga dgn same sex maupun tidak adalah sama yang penting mereka saling melindungi dan mengasihi satu sama lain. bahkan kedua orang ayah ini tidak meninggalkan agama mereka dan selalu berdoa bersama dengan kedua anaknya. kedua orang ayah ini membesarkan anak2nya dengan penuh kasih sayang, sekolah, kehidupan yang layak dan hal baik lainnya. pertanyaan saya adalah : 1) apakah kedua orang ayah ini harus “disembuhkan” penyimpangan seksualitasnya padahal mereka sudah membangun keluarga yang bahagia, kalau saya tidak akan rela merusak kebahagiaan tersebut. menurut pandangan saudara sekalian terhadap keluarga ini bagaimana dan tindakan menurut saudara sekalian bagaimana?2) pertanyaan berikutnya : seseorang yang sudah bahagia dengan hidup dia sebagai salah satu LGBT dan diterima lingkungan, apakah akan “disembuhkan” juga? saya tidak akan tega melakukan hal tersebut. 3) atau mungkin “disembuhkan” disini untuk orang2 yang masih bingung dengan seksualitasnya atau orang2 yang mengalami pergumulan atau cobaab selama dia masih menjadi LGBT?4) saya pernah ditanyakan mengapa saya mendukung marriage equality, dan saya menjawab karena mereka juga punya hak untuk menikah dan mencintai apa yang dia cintai (cinta karena perasaan dan sayang dan peduli). apakah saya salah mendukung LGBT dan marriage equlity?5) agama saya memang mengatakan homoseks itu DOSA tapi hati saya yang paling terdalam tidak ingin merusak kebahagiaan mereka dan ingin menjadi diri mereka sendiri, saya mendukung LGBT dan menganggap mereka seperti kita2 yang bukan LGBT. saya merasa sedih jika berusaha untuk merubah mereka padahal mereka sudah bahagia dengan menerima siapa diri mereka yang sebenarnya yaitu sebagai LGBT. tanggapan saudara sekalian sangat saya terima, terima kasih GBU. :) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


7 × = fourteen