Joko Sunar: catatan kecil penyintas Covid-19

Tulisan ini saya buat ketika mendengar seorang kawan sukses menjadi penyintas Covid-19. Saya memanggil dia dengan nama Joko Sunar. Pertemuan fisik terakhir kalau tidak salah di bulan Juni 2019, saat peneguhan saya sebagai majelis gereja.

Saya mengenal kawan ini sejak masih remaja. Saya masih ingat perjuangannya waktu menyelesaikan kuliah. Naik sepeda ontel sekian kilo untuk kuliah. Kalau tidak salah sampai sempat mengambil cuti kuliah. Saya tahu pasti yang berjuang itu pasti tidak akan kecewa. Dan sekarang dia menikmati hasil perjuangannya itu dengan pekerjaan yang sangat baik.

Ketika melihat statusnya di Whatsapp, saya minta izin untuk menuliskan kisahnya. Saya minta mas Joko Sunar ini untuk menuliskan kisahnya. Apa yang saya tuliskan merupakan kutipan langsung. Mohon maklum, ini gaya menulis seorang pengajar. Saya pernah mendengarkan mas Joko Sunar ini sedang berkhotbah, pengajarannya dalam dan mendasar. Wajar sih, saya menemukan mereka yang kuat di pemuridan, pasti mendalam di pengajaran.

Maksud saya sih sebenarnya meminta mas Joko Sunar ini untuk menuliskan kisahnya dengan gaya sehari-hari, santai begitu. Tapi ya tetap saja 🙂 Sampai harus saya pancing dengan beberapa pertanyaan supaya bisa mengembangkan tulisan ini.

Yang berada dalam format kutipan, itu merupakan tulisan langsung dari mas Joko Sunar.

Ketika menjadi Penyintas Covid, kita akan mengalami 3 fase:

1. Gejala (Ringan, Sedang dan Berat) :

Di minggu pertama kita terinfeksi itu adl masa kritis yaitu fase hidup dan mati.
Flu, lemas, diare, sesak nafas (gagal nafas), dan hilangnya indra pembau
Kadang tdk harus disertai demam tinggi.

2. Masa Penyembuhan :

Bila kita berhasil melewati fase kritis di minggu pertama, kita akan masuk di masa penyembuhan dimana gejala mereda (berhenti) namun virus masih aktif. Ini dibuktikan bila kita Rapid test maka hasilnya akan reaktif IgG dan IgM. Dalam artian ini adalah masa puncak infeksi, dimana tubuh sedang melawan virus. Oleh karena itu kita perlu isolasi. Virus yg sudah tdk berbahaya bagi kita bisa berbahaya bg orang lain terlebih yg memiliki komorbid.

3. Herd Immunity Terbentuk

Masuk minggu ke 3 virus sudah sangat lemah (bahkan mati). Inilah fase kesembuhan kita, dimana virus sudah lemah/ mati dan sistem kekebalan baru terbentuk. Ditunjukkan dg hasil rapid reaktif namun hasil Swab PCR Negatif.
Disini virus yg sudah lemah sudah tidak berbahaya lg bg kita maupun org lain.
Dan plasma darah kita bisa di donorkan karena mengandung herd immunity dr covid 19.

#salam sehat tetap 3M
Semoga bermanfaat
Solo, 12-12-20
js san

Dia tahu positif Covid-19 setelah melakukan tes swab mandiri di tanggal 22 November 2020. Dimulai dari kakaknya yang positif Covid-19, di keluarganya ada empat orang yang terkonfirmasi positif. Bahkan salah satu Budhénya meninggal dunia.

Kalau ini dari sisi Psikis nya mas.

Bila kita berhasil melewati fase kritis di minggu pertama, kita akan masuk di masa penyembuhan dimana gejala mereda (berhenti) namun kita akan di isolasi.

Nah di masa isolasi ini kita akan tahu siapa yg benar² peduli dan siapa yg hanya mencari selamat diri.
Biasanya mereka yg ketakutan akan mengucilkan dan menyudutkan penyintas covid.
Bahkan segala macam bantuan yg pernah kita berikan dg mudah dilupakan olh mereka yg ketakutan.

Bisa menangkap pesan pentingnya ‘kan. Ayolah, kita punya tanggung jawab sosial untuk ikut menghentikan virus ini. Tetap jaga jarak, pakai masker, sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Jangan lupa kalau di ruang tertutup, perhatikan ventilasi, durasi, dan jarak.

Catatan tambahan:

Ini tulisan sudah saya persiapkan cukup lama. Saya kirimkan ke mas Joko Sunar untuk dibaca ulang dan diperbaiki sebelum saya post di blog. Eh, tertunda karena saya sakit tipes hampir dua minggu. Ternyata eh ternyata, hari ini Sabtu, 16 Januari 2021 mas Joko Sunar melangsungkan pemberkatan nikah, sekalian saja toh saya post ini hari. Selamat menempuh hidup baru ya Mas Joko Sunar dan istri.

=======<0>=======

Jika tulisan saya berguna untuk Anda, bolehlah sedikit saweran untuk menyemangati saya berkarya.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.