{"id":5851,"date":"2020-09-30T21:11:00","date_gmt":"2020-09-30T14:11:00","guid":{"rendered":"http:\/\/martianuswb.com\/?p=5851"},"modified":"2020-09-30T11:18:25","modified_gmt":"2020-09-30T04:18:25","slug":"saya-melarang-anak-dan-istri-berkebaktian-di-gereja","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/martianuswb.com\/?p=5851","title":{"rendered":"Saya melarang anak dan istri berkebaktian di gereja"},"content":{"rendered":"\n<p>Benar, semenjak pandemi Covid-19 ini, saya memang melarang istri dan anak saya berkebaktian di gereja. Anak saya yang selama ini ikut Sekolah Minggu juga saya larang. Memang di awal pandemi, semua kebaktian di gereja ditiadakan dan pada waktu kebaktian di gereja diizinkan, saya tetap melarang istri dan anak saya.<\/p>\n\n\n\n<p>Istri tidak protes, bukan karena <a href=\"http:\/\/martianuswb.com\/?p=2844\">istri harus tunduk pada suami<\/a> lho ya. Istri saya sangat bisa memahami dan menyetujui keputusan saya. Meski saya tahu banyak orang mungkin tidak setuju. Bagi saya kesehatan dan keselamatan jauh lebih penting dari kebaktian di gereja. Saya cukup beruntung, anak saya juga tidak rewel. Meskipun Sekolah Minggunya di dekat rumah, dan lihat teman-temannya datang Sekolah Minggu, dia lebih memilih menyanyi dengan orang tuanya di rumah. Apalagi ternyata Tuhan memberikan anugerah kepada kami, istri hamil, dan tanpa melalui program kehamilan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kebetulan gereja di\nmana kami berkebaktian menetapkan aturan-aturan yang tegas berkaitan\ndengan kebaktian di gereja selama masa pandemi. Salah satunya adalah\nbatasan usia bagi jemaat yang akan mengikuti kebaktian di gereja.\nAnak-anak di bawah usia 17 tahun dan orang dewasa di atas 60 tahun\nbenar-benar tidak boleh mengikuti kebaktian di gereja. Selain itu,\nwanita yang sedang hamil juga tidak boleh berkebaktian di gereja.<\/p>\n\n\n\n<p>Seandainya tidak ada\naturan semacam ini, saya tetap melarang istri dan anak saya\nberkebaktian di gereja. Alasan saya sederhana sebenarnya:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Saya tidak punya obat untuk Covid-19<\/li><li>Saya tidak punya solusi untuk masalah-masalah selama pandemi ini<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Maka, paling tidak saya harus mengusahakan supaya saya dan keluarga tetap sehat selama pandemi ini. Selain itu saya masih tetap berpendapat bahwa <a href=\"http:\/\/martianuswb.com\/?p=5804\">kontribusi terbaik yang bisa diberikan gereja selama masa pandemi ini adalah dengan meniadakan kebaktian<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya bersyukur,\njemaat kami punya kesadaran kesehatan yang tinggi. Meski ada\nkebaktian di gereja, kehadiran jemaat tidak pernah mencapai angka 100\norang. Ini batas jumlah jemaat yang diizinkan oleh Satgas Covid kota\nkami, melihat ukuran gedung gereja kami.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignleft size-medium\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"300\" src=\"http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/IMG_20200921_121557-300x300.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5852\" srcset=\"http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/IMG_20200921_121557-300x300.jpg 300w, http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/IMG_20200921_121557-1024x1024.jpg 1024w, http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/IMG_20200921_121557-150x150.jpg 150w, http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/IMG_20200921_121557-768x768.jpg 768w, http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/IMG_20200921_121557-1536x1536.jpg 1536w, http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/IMG_20200921_121557-2048x2048.jpg 2048w, http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/IMG_20200921_121557-624x624.jpg 624w, http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/IMG_20200921_121557-180x180.jpg 180w, http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/IMG_20200921_121557-60x60.jpg 60w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Bukankah kebaktian\ndi gereja adalah hak asasi jemaat? Benar. Begini, kalau gereja\nmembiarkan jemaat berhadapan dengan kemungkinan terpapar virus,\napakah itu gereja yang mengasihi jiwa-jiwa. Bayangkan ini, gedung\ngereja tidak besar, semua jemaat tanpa pandang usia boleh\nberkebaktian, hanya pakai face-shield, bahkan banyak yang tidak\npakai. \n<\/p>\n\n\n\n<p>Jelas ada yang\nterganggu dengan pola pikir saya ini. Banyak yang menganggap saya ini\nterlalu kuatir, terlalu takut, paranoid. Jawab saya: tidak peduli\ndengan semua omongan orang. Ini keluarga saya dan saya sangat\nmencintai anak dan istri saya.<\/p>\n\n\n\n<p>Maaf saja, ini pendapat saya. Gereja yang tidak mempraktikan dan mengajarkan protokol kesehatan yang benar adalah gereja yang gagal.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><strong>Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia \u2026<\/strong> <sup>[<a href=\"#saya-melarang-anak-dan-istri-berkebaktian-di-gereja-n-1\" class=\"footnoted\" id=\"to-saya-melarang-anak-dan-istri-berkebaktian-di-gereja-n-1\">1<\/a>]<\/sup>  <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Saya mengasihi\nkeluarga saya. Jika saya tidak memakai masker, jika saya tidak\nmenjaga jarak, jika saya tidak mencuci tangan, dan jika saya tidak\nmelarang anak dan istri saya berkebaktian di gereja, itu artinya saya\nsedang berbuat jahat kepada mereka.<\/p>\n\n<ol class=\"footnotes\">\n\t<li class=\"footnote\" id=\"saya-melarang-anak-dan-istri-berkebaktian-di-gereja-n-1\"><strong><sup>[1]<\/sup><\/strong>Roma 13:10)<a class=\"note-return\" href=\"#to-saya-melarang-anak-dan-istri-berkebaktian-di-gereja-n-1\">&#x21A9;<\/a><\/li><\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Benar, semenjak pandemi Covid-19 ini, saya memang melarang istri dan anak saya berkebaktian di gereja. Anak saya yang selama ini ikut Sekolah Minggu juga saya larang. Memang di awal pandemi,&#8230; <a href=\"http:\/\/martianuswb.com\/?p=5851\">Read more &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5852,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[1264,288],"tags":[82,1045,2227,2201],"class_list":["post-5851","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kekristenan","category-renungan","tag-gereja","tag-kebaktian","tag-larangan","tag-pandemi"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5851","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5851"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5851\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5853,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5851\/revisions\/5853"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5852"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5851"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5851"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5851"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}