{"id":5169,"date":"2012-11-20T21:51:24","date_gmt":"2012-11-20T14:51:24","guid":{"rendered":"http:\/\/sinaulinux.martianuswb.com\/?p=1831"},"modified":"2012-11-20T21:51:24","modified_gmt":"2012-11-20T14:51:24","slug":"seberapa-ringan-blankon-linux","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/martianuswb.com\/?p=5169","title":{"rendered":"Seberapa ringan #BlankOn Linux"},"content":{"rendered":"<p>Akhir bulan Agustus kemarin ada pengalaman memasang BlankOn di SDN Sibela Timur Surakarta. Di ruang komputernya ada sekitar 12 komputer dengan spesifikasi &#8220;jadul&#8221;. Berdasarkan informasi ada yang Pentium IV dan ada yang Pentium III, dengan memori di bawah 256 MB.<\/p>\n<p>Kalau dilihat di website BlankOn, spesifikasi minimum untuk menjalankan BlankOn adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Prosesor 600MHz<\/li>\n<li>RAM 256 MB<\/li>\n<li>Hard disk 6 GB<\/li>\n<\/ul>\n<p>Yah, dengan modal nekat akhirnya saya putuskan memasang BlankOn. Meskipun saya sendiri lebih banyak menggunakan Ubuntu, tapi kalau sedang memprovokasi Linux, saya selalu mempromosikan BlankOn. Setelah cek kondisi hardware, hanya ada 8 komputer dengan kondisi sehat dan bisa difungsikan.<\/p>\n<p>Masalah langsung muncul. Karena komputer jadul, maka tidak ada CD-ROM, tidak bisa booting dari USB. Terus bagaimana <em>memblankoni<\/em> komputer seperti ini? Saya bongkar harddisk-nya, saya bawa pulang, install dengan komputer di rumah satu persatu \ud83d\ude42 Karena kesibukan, total butuh 2 minggu untuk bisa selesai semua.<\/p>\n<p>Sampai hari ini semua komputer berjalan dengan baik. Tadi saya iseng-iseng memfoto spesifikasi komputer itu &#8212; karena kalau diambil via<em> screenshot<\/em>, tidak bisa dipindah via USB \ud83d\ude42 &#8212; dan terkaget-kaget karena menemukan hal di bawah ini.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1832\" title=\"DSC_0121\" src=\"http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2012\/11\/DSC_0121.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"338\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1833\" title=\"DSC_0128\" src=\"http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2012\/11\/DSC_0128.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"338\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1834\" title=\"DSC_0129\" src=\"http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2012\/11\/DSC_0129.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"338\" \/><\/p>\n<p>Ternyata BlankOn bisa berjalan di konfigurasi komputer yang sangat-sangat rendah di bawah spesifikasi yang disarankan. Dengan prosesor Pentium III (Katmai) 400 MHz dan memori 180-an MB, masih bisa jalan dengan lancar. O&#8217;ya, yang saya pasang BlankOn 7 Pattimura. Sebuah bukti bahwa BlankOn sangatlah ringan.<\/p>\n<p>Kalau ada yang tanya, mengapa tidak pakai BlankOn 8 Rote, karena saya sangat benci BlankOn 8. Lain waktu saya tulis mengapa saya benci BlankOn 8.<\/p>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akhir bulan Agustus kemarin ada pengalaman memasang BlankOn di SDN Sibela Timur Surakarta. Di ruang komputernya ada sekitar 12 komputer dengan spesifikasi &#8220;jadul&#8221;. Berdasarkan informasi ada yang Pentium IV dan&#8230; <a href=\"http:\/\/martianuswb.com\/?p=5169\">Read more &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4758,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[1398],"tags":[1471,1718,1795,1796,1845],"class_list":["post-5169","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blankon","tag-blankon","tag-memori-kecil","tag-pentium-iii","tag-pentium-iv","tag-ringan"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5169","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5169"}],"version-history":[{"count":0,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5169\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4758"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5169"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5169"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5169"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}