{"id":3891,"date":"2016-03-20T20:50:51","date_gmt":"2016-03-20T13:50:51","guid":{"rendered":"http:\/\/martianuswb.com\/?p=3891"},"modified":"2016-03-20T20:50:51","modified_gmt":"2016-03-20T13:50:51","slug":"kumenthus-resep-mudah-menjadi-musuh-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/martianuswb.com\/?p=3891","title":{"rendered":"Kumenthus: resep mudah menjadi musuh Tuhan"},"content":{"rendered":"<p>Anda punya kawan yang sombongnya bukan kepalang? Kalau Anda tidak suka orang yang sombong, apalagi dengan Allah. Maka tidaklah heran kalau Alkitab menuliskan: <strong><em>\u201cAllah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.\u201d<\/em><\/strong><sup>[<a href=\"#kumenthus-resep-mudah-menjadi-musuh-tuhan-n-1\" class=\"footnoted\" id=\"to-kumenthus-resep-mudah-menjadi-musuh-tuhan-n-1\">1<\/a>]<\/sup> Kalau kita teliti Alkitab, kita akan banyak menemukan referensi tentang sombong, congkak, dan tinggi hati. Kali ini, kita dasari dari pernyataan kitab Amsal ya.<\/p>\n<blockquote><p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.<sup>[<a href=\"#kumenthus-resep-mudah-menjadi-musuh-tuhan-n-2\" class=\"footnoted\" id=\"to-kumenthus-resep-mudah-menjadi-musuh-tuhan-n-2\">2<\/a>]<\/sup><\/strong><\/span><\/p><\/blockquote>\n<p>Kata <em>kecongkakan<\/em> dalam bahasa Ibrani berasal dari kata<em><strong> ga&#8217;on<\/strong><\/em> juga berarti sombong, tinggi hati, muluk, angkuh; merasa penting; menggembung. Nah, ini lho ada kata menggembung. Saya juga sedikit heran bagaimana penjelasannya. Akhirnya jawabannya ditemukan dalam terjemahan bahasa Jawa.<\/p>\n<blockquote><p><span style=\"color: #0000ff;\"><strong>Kumenthus iku pepucuking karusakan, lan gumunggung iku pucuking ambruk.<sup>[<a href=\"#kumenthus-resep-mudah-menjadi-musuh-tuhan-n-3\" class=\"footnoted\" id=\"to-kumenthus-resep-mudah-menjadi-musuh-tuhan-n-3\">3<\/a>]<\/sup><\/strong><\/span><\/p><\/blockquote>\n<div id=\"attachment_3892\" style=\"width: 235px\" class=\"wp-caption alignright\"><a href=\"http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/kenthus.jpg\" rel=\"attachment wp-att-3892\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-3892\" class=\"size-medium wp-image-3892\" src=\"http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/kenthus-225x300.jpg\" alt=\"Kenthus (Kaloula baleata). Sumber: http:\/\/ecologyasia.com\/\" width=\"225\" height=\"300\" srcset=\"http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/kenthus-225x300.jpg 225w, http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/kenthus-113x150.jpg 113w, http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/kenthus.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 225px) 100vw, 225px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-3892\" class=\"wp-caption-text\">Kenthus (Kaloula baleata). Sumber: http:\/\/ecologyasia.com\/<\/p><\/div>\n<p><em>Kumenthus<\/em> itu berasal dari kata <em>kenthus<\/em>, yang merupakan hewan sejenis kodok. Di Jawa dikenal dengan nama <em>kintel<\/em>. Hewan dengan nama ilmiah <strong><em>Kaloula baleata<\/em><\/strong> ini juga dikenal dengan nama <em>kodok Jawa<\/em> atau <em>Brown Bullfrog<\/em>. Sebenarnya ini katak kecil, tetapi saat bersuara hewan ini menggembungkan tubuhnya dan keluar suara yang besar dan <em>nge-bass<\/em>. Nah, jadi jelas kan hubungannya bahasa Jawa dengan bahasa Ibrani.<\/p>\n<p>Jadi, congkak itu sifat orang yang sebenarnya tidak bisa apa-apa, tidak punya apa-apa, tetapi seakan-akan bisa dan memiliki segalanya. Maka di Jawa ada pernyataan <span style=\"color: #ff0000;\"><em>kumenthus ora pecus seneng umuk nanging ora sembada<\/em><\/span> untuk menunjuk mereka yang congkak dan sombong.<\/p>\n<p>Kita ini siapa to? Apa sih yang sebenarnya kita miliki? Kalau pun kita bisa mengerjakan ini dan itu, kalaupun kita terampil dan bahkan ahli tentang banyak hal, bukankah itu anugerah Tuhan belaka. Kalau kita berkelimpahan secara materi, mengalami kemakmuran dan kekayaan, bukankah itu semua hanya titipan sementara yang harus kita pertanggungjawabkan kelak? Lalu apa gunanya hidup congkak dan sombong?<\/p>\n<p>Kalau Anda mau jadi musuhnya Tuhan dan dibenci oleh-Nya, saya punya resepnya: jadilah orang yang congkak.<\/p>\n\n<ol class=\"footnotes\">\n\t<li class=\"footnote\" id=\"kumenthus-resep-mudah-menjadi-musuh-tuhan-n-1\"><strong><sup>[1]<\/sup><\/strong>Yakobus 4:6<a class=\"note-return\" href=\"#to-kumenthus-resep-mudah-menjadi-musuh-tuhan-n-1\">&#x21A9;<\/a><\/li>\n\t<li class=\"footnote\" id=\"kumenthus-resep-mudah-menjadi-musuh-tuhan-n-2\"><strong><sup>[2]<\/sup><\/strong>Amsal 16:18<a class=\"note-return\" href=\"#to-kumenthus-resep-mudah-menjadi-musuh-tuhan-n-2\">&#x21A9;<\/a><\/li>\n\t<li class=\"footnote\" id=\"kumenthus-resep-mudah-menjadi-musuh-tuhan-n-3\"><strong><sup>[3]<\/sup><\/strong>Wulang bebasan 16:18 &#8211; terjemahan bahasa Jawa<a class=\"note-return\" href=\"#to-kumenthus-resep-mudah-menjadi-musuh-tuhan-n-3\">&#x21A9;<\/a><\/li><\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anda punya kawan yang sombongnya bukan kepalang? Kalau Anda tidak suka orang yang sombong, apalagi dengan Allah. Maka tidaklah heran kalau Alkitab menuliskan: \u201cAllah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani&#8230; <a href=\"http:\/\/martianuswb.com\/?p=3891\">Read more &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[288],"tags":[1222,1219,1221,1220],"class_list":["post-3891","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan","tag-amsal-618-yakobus-46","tag-congkak","tag-kenthus","tag-kumenthus"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3891","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3891"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3891\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3893,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3891\/revisions\/3893"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3891"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3891"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3891"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}