{"id":3305,"date":"2014-02-20T22:31:23","date_gmt":"2014-02-20T15:31:23","guid":{"rendered":"http:\/\/martianuswb.com\/?p=3305"},"modified":"2014-02-20T22:31:23","modified_gmt":"2014-02-20T15:31:23","slug":"saat-pahlawan-tuhan-berubah-menjadi-musuh-nya","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/martianuswb.com\/?p=3305","title":{"rendered":"Saat pahlawan Tuhan berubah menjadi musuh-Nya"},"content":{"rendered":"<p>Menarik mencermati kisah hidup Saul, raja pertama Israel. Di saat orang Israel menuntut seorang raja, Tuhan memilih Saul ini. Kita bisa membaca bagaimana dalam masa kesesakan, Saul yang adalah raja ini mewujud menjadi seorang pembebas Israel, seorang pahlawan di mata bangsa Israel. Sayangnya hal ini tidak berlangsung lama. Saat Daud diurapi oleh Samuel untuk menggantikan Saul yang mengecewakan Tuhan, kita melihat sebuah sisi gelap dari seorang Saul.<\/p>\n<blockquote><p><span style=\"color: #0000ff;\">Tetapi pada waktu mereka pulang, ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing; dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: \u201cSaul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.\u201d Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: \u201cKepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya.\u201d Sejak hari itu maka Saul mendengki Daud.<sup>[<a href=\"#saat-pahlawan-tuhan-berubah-menjadi-musuh-nya-n-1\" class=\"footnoted\" id=\"to-saat-pahlawan-tuhan-berubah-menjadi-musuh-nya-n-1\">1<\/a>]<\/sup><\/span><\/p><\/blockquote>\n<p>Saul begitu mencintai egonya, maka ketika egonya terluka, dia bereaksi keras. Saul sangat mencintai kedudukannya sebagai raja, maka saat dia merasa jabatannya terancam, dia membela mati-matian. Semenjak waktu itu Saul merencanakan semua strategi untuk membunuh Daud.<\/p>\n<p>1 Samuel 18:13, 17, 25 menunjukkan bagaimana semua strategi Saul untuk membunuh Daud. Saul yang pada mulanya adalah seorang pahlawan Tuhan, kini menjadi musuh-Nya.<\/p>\n<p><div class=\"simplePullQuote right\"><p>Apa yang Anda cintai bisa membuat Anda menjadi musuh Tuhan<\/p>\n<\/div>\u00a0Sayangnya di kemudian hari, Daud yang menggantikannya sebagai raja, juga terjatuh dalam perkara yang sama.<\/p>\n<p>Yang dulu dilakukan Saul kepada Daud, kemudian dilakukan Daud kepada Uria, bahkan Daud meniru strategi yang dikerjakan oleh Saul.<\/p>\n<blockquote><p><span style=\"color: #0000ff;\">Lalu Daud menyuruh orang kepada Yoab mengatakan: \u201cSuruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku.\u201d Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud. Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang. Kemudian berkatalah Daud kepada Uria: \u201cPergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu.\u201d Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja. Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama-sama hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya. Diberitahukan kepada Daud, demikian: \u201cUria tidak pergi ke rumahnya.\u201d Lalu berkatalah Daud kepada Uria: \u201cBukankah engkau baru pulang dari perjalanan? Mengapa engkau tidak pergi ke rumahmu?\u201d Tetapi Uria berkata kepada Daud: \u201cTabut serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!\u201d Kata Daud kepada Uria: \u201cTinggallah hari ini di sini. Besok aku akan melepas engkau pergi.\u201d Jadi Uria tinggal di Yerusalem pada hari itu. Keesokan harinya Daud memanggil dia untuk makan dan minum dengan dia, dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring tidur di tempat tidurnya, bersama-sama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya. Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perataraan Uria. Ditulisnya dalam surat itu, demikian: \u201cTempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati.\u201d<sup>[<a href=\"#saat-pahlawan-tuhan-berubah-menjadi-musuh-nya-n-2\" class=\"footnoted\" id=\"to-saat-pahlawan-tuhan-berubah-menjadi-musuh-nya-n-2\">2<\/a>]<\/sup><\/span><\/p><\/blockquote>\n<p>Daud begitu mencintai nafsunya. Dia lebih takut kehilangan nama baiknya daripada takut berdosa kepada Tuhan.<\/p>\n<p>Dua orang raja Israel ini pada mulanya adalah orang-orang yang sukses, baik di mata manusia maupun di mata Tuhan. Apakah kesuksesan akan selalu menjadi jerat bagi manusia? Saya rasa tidak demikian. Saya tahu banyak orang yang sukses di mata dunia dan sekaligus hidup berkenan di hadapan Tuhan.<\/p>\n<p>Yang ingin saya ingatkan hari ini adalah kalau kita mencintai sesuatu atau seseorang lebih daripaka kasih kita kepada Tuhan, di situlah kita masuk dalam golongan musuh-musuh Tuhan.<\/p>\n\n<ol class=\"footnotes\">\n\t<li class=\"footnote\" id=\"saat-pahlawan-tuhan-berubah-menjadi-musuh-nya-n-1\"><strong><sup>[1]<\/sup><\/strong>1 Samuel 18:6-9<a class=\"note-return\" href=\"#to-saat-pahlawan-tuhan-berubah-menjadi-musuh-nya-n-1\">&#x21A9;<\/a><\/li>\n\t<li class=\"footnote\" id=\"saat-pahlawan-tuhan-berubah-menjadi-musuh-nya-n-2\"><strong><sup>[2]<\/sup><\/strong>2 Samuel 11:6-15<a class=\"note-return\" href=\"#to-saat-pahlawan-tuhan-berubah-menjadi-musuh-nya-n-2\">&#x21A9;<\/a><\/li><\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menarik mencermati kisah hidup Saul, raja pertama Israel. Di saat orang Israel menuntut seorang raja, Tuhan memilih Saul ini. Kita bisa membaca bagaimana dalam masa kesesakan, Saul yang adalah raja&#8230; <a href=\"http:\/\/martianuswb.com\/?p=3305\">Read more &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1125,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[288],"tags":[864,863],"class_list":["post-3305","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan","tag-musuh","tag-pahlawan"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3305"}],"version-history":[{"count":2,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3305\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3307,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3305\/revisions\/3307"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1125"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}