{"id":1994,"date":"2012-03-17T22:47:15","date_gmt":"2012-03-17T15:47:15","guid":{"rendered":"http:\/\/martianuswb.com\/?p=1994"},"modified":"2023-08-26T19:35:26","modified_gmt":"2023-08-26T12:35:26","slug":"bacalah-perjanjian-lama-dengan-hati-di-perjanjian-baru","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/martianuswb.com\/?p=1994","title":{"rendered":"Bacalah Perjanjian Lama dengan hati di Perjanjian Baru"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"alignright\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"200\" height=\"139\" src=\"http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2011\/07\/bible-study.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1297\" title=\"Glasses on Open Bible ca. 2001\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Sebenarnya ini prinsip pribadi saya, setelah cukup lama membuat kesalahan dalam mengkhotbahkan ayat-ayat di Perjanjian Lama. \u201cBacalah Perjanjian Lama, dengan hati di Perjanjian Baru\u201d, prinsip inilah yang kemudian membentengi saya dari menyalahgunakan, menyalahtafsirkan, dan membengkokkan ayat-ayat di Perjanjian Lama.<\/p>\n\n\n\n<p>Jelas kita tidak bisa meninggalkan Perjanjian Lama, semua orang percaya harus juga belajar Perjanjian Lama, karena dari sanalah berawal kekristenan yang kita kenal. Matius 5:17 menyatakan \u201c<span style=\"color: #0000ff;\"><em>Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.\u201d<\/em><\/span> Hal ini menegaskan bahwa kita tidak bisa melepaskan Perjanjian Lama dari Alkitab.<\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi ayat ini bagi saya sekaligus menunjukkan bahwa penggenapan Perjanjian Lama ada dalam diri Tuhan Yesus yang kehidupan-Nya dituliskan Allah dalam terang Perjanjian Baru. Karena itu prinsip membaca Perjanjian Lama dengan hati di Perjanjian Baru ini yang saya terapkan dalam belajar Alkitab.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya membagikan prinsip ini berdasarkan pengalaman kesalahan yang saya lakukan, supaya tidak ada yang melakukan kesalahan yang sama. Kesalahan yang saya buat cenderung terjadi saat mengkhotbahkan Perjanjian Lama. Hal-hal yang seharusnya dikhotbahkan sebagai prinsip historis-kontekstual, malah dikhotbahkan secara alegoris, dan sebaliknya. Maka, saat kita belajar Perjanjian Lama, harap berhati-hati dalam menafsirkannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini contoh kesalahan yang pernah saya buat. Lihat dalam Kejadian 12:3, ada kalimat \u201c<span style=\"color: #0000ff;\"><em>&#8230;. dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat<\/em><\/span>\u201d. Yang saya tangkap dan khotbahkan adalah, karena kita adalah keturunan Abraham, maka berkat dari Abraham juga akan kita terima. Berkat apa? Ya semua kelimpahan yang diterima oleh Abraham. Padahal ini pemahaman yang salah, berkat yang dibawa Abraham untuk semua kaum di muka bumi adalah berkat keselamatan yang turun dalam diri Kristus, yang merupakan keturunan Abraham, bukan berkat jasmani dengan segala kecermelangannya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-rich is-provider-twitter wp-block-embed-twitter\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<div class=\"twitter-tweet\"><blockquote class=\"twitter-tweet\" data-lang=\"en\"><p lang=\"in\" dir=\"ltr\">Berdoa seperti Yabes tidaklah menjamin Anda menikmati apa yang diterima oleh Yabes.<\/p>&mdash; Martianus Wahyu B (@martianuswb) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/martianuswb\/status\/179075208601280513?ref_src=twsrc%5Etfw\">March 12, 2012<\/a><\/blockquote><\/div>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p>Contoh lain adalah tentang doa Yabes di 1 Tawarikh 4:9-10. Yang kemudian saya kupas adalah isi doa Yabes, dan kemudian diambil kesimpulan kalau kita berdoa sesuai prinsip doa Yabes, maka kita akan mengalami seperti yang dialami Yabes. Ini salah total! Kita tidak bisa mengharapkan menerima apa yang diterima orang lain dengan hanya meniru doanya. Perjanjian Barulah yang membuka kebenaran-kebenaran semacam ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya tidak sedang berkata bahwa Perjanjian Lama salah, tetapi kita cenderung menafsirkan secara salah ayat-ayat Perjanjian Lama jika tidak dalam terang Perjanjian Baru.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Belajar Alkitab (Bagian 3)\" width=\"625\" height=\"352\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Nsfhdm-7tMk?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><a title=\"Jangan malas mencatat\" href=\"http:\/\/martianuswb.com\/?p=2001\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sebelumnya<\/a> | <a title=\"Jangan berhenti di satu ayat!\" href=\"http:\/\/martianuswb.com\/?p=1984\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Selanjutnya<\/a><\/p>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebenarnya ini prinsip pribadi saya, setelah cukup lama membuat kesalahan dalam mengkhotbahkan ayat-ayat di Perjanjian Lama. \u201cBacalah Perjanjian Lama, dengan hati di Perjanjian Baru\u201d, prinsip inilah yang kemudian membentengi saya&#8230; <a href=\"http:\/\/martianuswb.com\/?p=1994\">Read more &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1297,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[443],"tags":[444,454,453],"class_list":["post-1994","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seri-belajar-alkitab","tag-belajar-alkitab","tag-perjanjian-baru","tag-perjanjian-lama"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1994","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1994"}],"version-history":[{"count":6,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1994\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6186,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1994\/revisions\/6186"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1297"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1994"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1994"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1994"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}