{"id":1935,"date":"2012-02-12T10:28:58","date_gmt":"2012-02-12T03:28:58","guid":{"rendered":"http:\/\/martianuswb.com\/?p=1935"},"modified":"2013-11-25T20:15:05","modified_gmt":"2013-11-25T13:15:05","slug":"prinsip-saya-tentang-persembahan-kasih-pengkhotbah","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/martianuswb.com\/?p=1935","title":{"rendered":"Prinsip saya tentang persembahan kasih pengkhotbah"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignright size-full wp-image-1575\" title=\"Rp\" alt=\"\" src=\"http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2011\/07\/Rp.jpg\" width=\"200\" height=\"200\" srcset=\"http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2011\/07\/Rp.jpg 200w, http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2011\/07\/Rp-150x150.jpg 150w, http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2011\/07\/Rp-36x36.jpg 36w, http:\/\/martianuswb.com\/wp-content\/uploads\/2011\/07\/Rp-115x115.jpg 115w\" sizes=\"auto, (max-width: 200px) 100vw, 200px\" \/>Kemarin malam setelah dua kali melayani pemberitaan Firman, seorang kawan yang baru pertama kali masuk dalam pelayanan pemberitaan Firman, kirim sms menanyakan tentang bagaimana prinsip Alkitabiah saat seorang pengkhotbah menerima persembahan kasih. Karena saya belum pernah menemukan prinsip Alkitabiah tentang persembahan kasih bagi seorang pengkhotbah, saya membagikan prinsip saya sendiri.<\/p>\n<p>Ini yang menjadi dasar ayat bagi saya saat menerima persembahan kasih dari pelayanan berkhotbah. <span style=\"color: #0000ff;\"><em><strong>&#8220;Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.&#8221;<\/strong><\/em><\/span> (1 Korintus 9:13-14). Maka inilah pirnsip saya tentang persembahan kasih.<\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Prinsip #1.<\/strong><\/span> Berdasarkan ayat tersebut. saya merasa bahwa saya berhak menerima persembahan kasih yang diberikan karena saya telah memberitakan Injil. Sepanjang yang saya ingat, saya tidak pernah menolak persembahan kasih, dan mungkin tidak akan pernah menolak pemberian persembahan kasih dari pemberitaan Injil, baik itu berbentuk uang ataupun benda.<\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Prinsip #2.<\/strong><\/span> Saya bukan seorang pendeta full time, atau pengkhotbah full time, yang menggantungkan seluruh hidup saya dari pemberitaan Firman. Saya bekerja di bidang sekuler &#8212; di luar pelayanan gerejawi &#8211;, saya berkhotbah hanya jika ada undangan atau permintaan untuk berkhotbah. Maka, meskipun saya merasa berhak untuk menerima persembahan kasih, saya juga merasa bahwa saya <span style=\"text-decoration: underline;\"><strong>TIDAK berhak untuk MEMPERGUNAKAN<\/strong><\/span> persembahan kasih itu.<\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Prinsip #3.<\/strong><\/span> Karena saya merasa tidak berhak mempergunakan persembahan kasih itu, maka setiap persembahan kasih yang saya terima dari pelayanan berkhotbah, akan saya kembalikan 100% kepada Tuhan. Seluruhnya? Yup, saya sudah berhenti menghitung-hitung persembahan minimal yang harus saya persembahkan kepada Tuhan. Malahan, saya berkali-kali menguras seluruh uang <em>cash<\/em> yang ada di dompet saya, untuk dipersembahkan saat saya berkhotbah.<\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Prinsip #4.<\/strong><\/span> Kalau saya diundang berkhotbah di gereja atau persekutuan atau rumah tangga yang kurang mampu, dan mereka memberikan persembahan kasih, inilah yang biasanya saya ucapkan, &#8220;Terima kasih, saya menerima persembahan ini dengan penuh sukacita, dan dengan sukacita pula saya mempersembahkannya di tempat ini&#8221;. Saya tidak menolaknya, saya menerimanya dan mempersembahkan seluruhnya di tempat itu.<\/p>\n<p>Jika saya diundang di tempat yang menurut saya masuk dalam kategori berada dan mampu, maka persembahan kasih yang saya terima akan saya pecah dalam beberapa bagian untuk saya persembahkan semuanya ke beberapa gereja lain yang membutuhkan. Saya membatasi diri saya untuk memberikan persembahan kepada satu tempat dalam jumlah yang besar, saya kuatir akan adanya kemungkinan bahwa persembahan saya akan menghalangi proses Allah yang adikodrati bagi tempat itu. Paham kan maksud saya?<\/p>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Prinsip #5.<\/strong><\/span> Kalau persembahan kasih yang saya terima berupa benda atau barang, saya akan mencari tahu harga barang itu dan kembali ke prinsip #2 s.d. prinsip #4 di atas.<\/p>\n<p>Mungkin ada pertanyaan, bagaimana jika undangan berkhotbah ke luar kota, bagaimana biaya perjalanannya. Begini, saya percaya saat Tuhan mengutus, maka Tuhan Yesus pasti menyertai, termasuk menyediakan biaya perjalanannya. Dari mana? Ya dari uang yang saya dapat dari berkat-Nya saat saya mengerjakan pekerjaan yang lain to. Maaf, saya tidak setuju dengan konsep memiutangi Tuhan. Siapa saya dan siapa Tuhan Semesta Alam itu? Bagaimana saya yang tidak punya apa-apa ini bisa memiutangi Dia, Sang Kaya Pemilik Segala Sesuatu? Saya melayani dan berkhotbah untuk membalaskan anugerah-Nya yang tak terkira, bukan untuk memiutangi atau mencari berkat-Nya.<\/p>\n<p>Jangan berpikir saya melakukan semua ini karena saya kaya dan punya banyak uang. Sahabat-sahabat saya sangat tahu bagaimana kehidupan saya. Saya masih bekerja keras dan bergumul membanting tulang untuk mendapatkan uang, dan saya masih memerlukan uang &#8230; koreksi &#8230; memerlukan banyak uang \ud83d\ude42 Sama seperti Anda, saya juga ingin jadi kaya lho \ud83d\ude42 Tetapi, untuk semua yang saya dapat dari Tuhan, saya tahu bahwa saya bisa dan harus berkata cukup.<\/p>\n<p>Karena itulah lima prinsip di atas yang saya pegang ketika menerima persembahan kasih dari pelayanan berkhotbah. Bagi sahabat-sahabat saya yang juga memiliki pelayanan berkhotbah, ini hanya prinsip pribadi lho, belum tentu Alkitabiah, jadi tidak perlu mencontohnya ya. Ini sekedar <em>sharing<\/em> prinsip hidup saja.<\/p>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemarin malam setelah dua kali melayani pemberitaan Firman, seorang kawan yang baru pertama kali masuk dalam pelayanan pemberitaan Firman, kirim sms menanyakan tentang bagaimana prinsip Alkitabiah saat seorang pengkhotbah menerima&#8230; <a href=\"http:\/\/martianuswb.com\/?p=1935\">Read more &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1575,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[288],"tags":[428],"class_list":["post-1935","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan","tag-persembahan-kasih"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1935","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1935"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1935\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3083,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1935\/revisions\/3083"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1575"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1935"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1935"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/martianuswb.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1935"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}