Berbuah: tinggal di dalam Kristus

true vine

TUHAN menghendaki kita berbuah, “Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku” (Yohanes 15:8). Hanya dengan hidup kita yang berbuah maka Bapa akan dipermuliakan, dan hanya dengan berbuahlah maka kita layak disebut murid Kristus yang sejati. Bagaimana kita bisa berbuah?

Yohanes 15:4-6 menunjukkan dengan tegas bagaimana kita bisa berbuah

“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.”

Ada dua syarat yang disebutkan Tuhan Yesus supaya kita bisa berbuah:

  1. Kita tinggal di dalam Kristus
  2. Kristus tinggal di dalam kita

Apa yang dimaksud “tinggal di dalam”? Bagaimana kita bisa mengimplementasikannya dalam hidup kita secara praktis?

Di perikop ini, Tuhan Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai pokok anggur dan kita adalah ranting-ranting-Nya. Maka yang dimaksud dengan kita tinggal di dalam Dia adalah seperti ranting kepada pokok anggurnya. Ranting itu bisa hidup, bertumbuh, dan berbuah karena nutrisi yang diambilnya dari pokok anggur.

Demikian juga hidup kita sebagai ranting, maka satu-satunya sumber kehidupan kita adalah Tuhan Yesus Kristus sendiri. Syarat mutlak untuk kita bisa berbuah adalah jangan pernah meninggalkan Pokok Anggur itu dan/atau menempel kepada pokok anggur yang lain. Kristus haruslah menjadi satu-satunya Pokok Anggur dalam hidup kita, apapun yang terjadi. Kata “tinggal” menggunakan kata Yunani “meno” yang salah satu artinya adalah bertahan di satu posisi. Jika kita tetap tinggal di dalam Kristus, maka otomatis Kristus akan tinggal di dalam kita.

Yohanes 15:7 mempertegas makna “meno” ini dengan pernyataan, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu …”. Bagaimana praktisnya tinggal di dalam Kristus itu? Yaitu jika segenap hidup kita dihidupi oleh dan menghidupi Firman-Nya.

Jangan pernah bilang bahwa Anda berbuah kalau membaca Alkitab saja hanya seminggu sekali!

One response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


− four = 5