Ayo Jaga Pendeta Kita

      No Comments on Ayo Jaga Pendeta Kita

Tulisan ini saya buat sebagai penyanding dan pelengkap dari apa yang saya sampaikan di YouTube dengan judul yang sama. Video tersebut saya buat di awal Februari 2021, sebelum vaksinasi Covid-19 dijalankan. Meskipun banyak hamba Tuhan sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19, ajakan saya dalam hal ini tidak berubah.

Begini, saya masih menemukan banyak orang Kristen yang kecewa dengan pendetanya karena tidak didoakan secara langsung, meskipun ini kondisi pandemi. Saya masih menemukan orang-orang Kristen yang sakit hati dengan gembalanya karena pendeta tidak menjenguk di rumah sakit, meskipun sudah terkonfirmasi positif Covid-19.

Melalui tulisan ini – dan juga video di YouTube – saya mengajak kita semua berpikir dengan jernih. Kini waktunya mengasihi gembala, pendeta kita dengan menjaga mereka selama pandemi ini.

Berikut ini beberapa hal yang bisa saya sarankan kepada gereja-gereja, supaya tidak semakin banyak hamba Tuhan yang terpapar oleh Covid-19.

  • Sebaiknya gereja menanggung kebutuhan alat pelindung diri bagi pendeta-pendetanya. Yang saya maksudkan di sini adalah kebutuhan semacam masker, face shield, hand sanitizer, sabun cuci tangan, vitamin, sebaiknya disediakan dan dicukupi oleh gereja. Saya tahu ada gereja-gereja yang sampai memberikan asuransi kesehatan untuk para pendetanya, baik itu BPJS maupun asuransi lainnya. Ini sangat baik menurut saya.
  • Saya tetap berpendapat bahwa adalah lebih baik tidak mengadakan kebaktian di gereja, dan melakukan kebaktian secara online, baik streaming maupun recording/tapping. Meskipun dengan pembatasan jumlah kehadiran, adanya kerumunan tetap berpotensi menimbulkan penularan. Untuk protokol kesehatan selama kebaktian di gereja, saya rasa sudah banyak yang memberikan rambu-rambunya.
  • Jika memang harus ada kebaktian di gereja, protokol 5M dan VDJ harus selalu diperkuat. Jika tidak sangat penting, hindari interaksi dengan pendeta kita. Pisahkan alat-alat yang dipakai oleh pendeta dan yang dipakai oleh orang lain, seperti mikrofon, alat tulis, dll.
  • Jika kebaktian dilayankan secara online, harus dipastikan semua orang yang terlibat harus dalam kondisi sehat. Sekali lagi, hindari interaksi langsung yang tidak perlu. Koordinasikan segala sesuatu sebelumnya, sehingga dalam pelaksanaan tidak banyak interaksi secara langsung.
  • Bagi jemaat, tahan dulu keinginan untuk mengunjungi gembala atau pendeta. Intensifkan komunikasi melalui jalur tidak langsung.
  • Bagi jemaat, jangan manja! Didoakan itu tidak harus oleh pendeta atau gembala. Didoakan itu tidak harus bertemu langsung. Bersyukur jika kita bisa menikmati akses internet yang baik. Masih banyak pendeta di banyak daerah yang cuma bisa mendoakan melalui SMS.
  • Bagi jemaat, jangan sekali-kali meragukan kasih, perhatian, dan doa dari gembala Anda, meskipun mereka tidak bisa bertatapan langsung dengan Anda.
  • Untuk para pemimpin gereja, kemajelisan, atau apapun istilahnya, buat SOP tentang bagaimana gereja melayani kebutuhan jemaat selama pandemi ini, termasuk bagaimana para pendeta mendoakan jemaat yang sedang sakit. Di dalamnya harus juga tercantum bahwa gereja berhak tahu – jika ada jemaat yang wafat – penyebab pasti kematian seseorang. SOP ini harus dibagikan kepada jemaat, supaya semua bisa memaklumi dalam kondisi pandemi semacam ini.

Saya sudah mendapati beberapa hamba Tuhan yang karena kasih mereka, tetap mengunjungi jemaat yang sakit, baik di rumah maupun di rumah sakit. Beberapa saat kemudian ternyata jemaat yang dikunjungi terkonfirmasi positif Covid-19. Akibatnya, para hamba Tuhan ini harus melakukan isolasi mandiri 10-14 hari. Bayangkan berapa kali mereka harus melakukan rapid tes jika hal semacam ini terus dikerjakan. Coba dihitung barapa banyak hari yang terbuang dari waktu pelayanan mereka.

Sembari membaca ini, silakan disimak video dengan judul sama di YouTube. Ada isi hati saya di sana. Sekarang waktunya kita mengasihi hamba-hamba Tuhan ini, ayo jaga pendeta kita.

CC BY-NC-SA 4.0 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.