July 3

Pengacauan Gereja dengan memutarbalikkan Injil

Glasses on Open Bible ca. 2001

Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, (7) yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. (8) Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. (9) Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia. (10) Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. — Galatia 6:1-10 —

Nasihat rasul Paulus kepada jemaat di Galatia ini masih kuat menggema hingga sekarang ini kepada seluruh Gereja di muka bumi. Akan ada semakin banyak orang yang mengacaukan Gereja dengan memutarbalikkan Injil Kristus.

Rasul Paulus juga menasihatkan bahwa orang-orang seperti akan muncul dari golongan yang menyebut dirinya “hamba-hamba Tuhan”, bahkan mereka bisa mengerjakan hal-hal besar. Perhatikan ayat 8, “Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga …“, tetapi mereka ini dipakai iblis untuk mengacaukan gereja.

Kata “memutarbalikkan” yang dipakai oleh rasul Paulus adalah “metastrepho” yang berarti mengubah; merusak, menodai, mencemarkan; membengkokkan, menyelewengkan, menyesatkan. Tujuan iblis dari pemutarbalikan Injil ini adalah untuk mengacaukan (Yunani: tarasso) gereja, untuk membuat keributan, kegemparan yang kacau; untuk menghasut dan mengganggu.

Mengapa pemutarbalikkan Injil ini sesuatu yang harus kita waspadai adalah karena pada akhirnya Gereja, orang Kristen yang terjebak oleh penyesatan kebenaran Injil ini akan berbalik daripada Kristus, dan kehilangan panggilan kasih karunia-Nya (ayat 6). Waspadalah dan berjaga-jagalah! Ikutilah kebenaran Injil yang murni, jangan gampang disesatkan.

Kalau begitu, seperti apa sebenarnya contoh mutakhir pemutarbalikan Injil itu? Rasul Paulus memberikan petunjuk kepada kita di ayat 9. Pemutabalikkan Injil adalah saat Injil diberitakan hanya untuk menyenang-nyenangkan hati manusia dan mencari perkenaan manusia. Itulah penyesatan yang sering terjadi sekarang ini. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan rasul Paulus kepada Timotius, “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” (2 Timotius 4:3-4).

Sekarang ini yang banyak diberitakan adalah tentang kemakmuran, tentang berkat, tentang keberhasilan, segala sesuatu yang memuaskan keinginan telinga. Khotbah dan kesaksian yang spektakuler adalah yang ada unsur-unsur mistik macam dongeng, bukan lagi ajaran sehat dari kebenaran sejati Injil. Injil yang benar diberitakan untuk kesukaan Allah dan perkenaan di hadapan-Nya. Injil yang benar membawa Gereja untuk menjadi orang-orang Kristen yang mendapat perkenaan Allah dan menjadi kesukaan Allah.